NEWS

Pramuka Peserta Rainas Ikuti Kegiatan Bedah Rumah di Bogor

Pramuka

Dalam rangka Peringatan Hari Pramuka dan Hapernas 2023, peserta Raimuna Nasional (Rainas) ikut membantu pelaksanaan bedah rumah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Ristyan/Kemen PUPR).

INDONESIAHOUSING.ID, Bogor— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak 130 Pramuka yang mengikuti Raimuna Nasional (Rainas) 2023 untuk mengikuti kegiatan bedah rumah berupa peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang menjadi rangkaian Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2023 dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian sosial dan kolaborasi guna mengurangi RTLH di Bogor.

“Dalam rangka Peringatan Hari Pramuka dan Hapernas 2023 serta Raimuna Nasional kami ingin Pramuka juga ikut aktif dalam pelaksanaan bedah rumah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto saat memberikan sambutan pada kegiatan Kolaborasi Penanganan Rumah Tidak Layak Huni dengan Gerakan Pramuka dan Ditjen Bina Konstruksi dalam Rangka Raimuna Nasional XII Tahun 2023, PT. Propan Raya ICC dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Kelurahan Karadenan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/8/2023).

Baca Juga: Akad Massal Serentak KPR BTN Awali Rangkaian Hapernas 2023

Iwan menerangkan, penanganan masalah perumahan tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja. Akan tetapi membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, masyarakat serta sektor swasta untuk membantu masyarakat kurang mampu agar bisa memiliki rumah yang layak huni.

Dalam Program BSPS, Kementerian PUPR menyalurkan dana stimulan Rp 20 juta untuk peningkatan kualitas rumah tidak layak huni. Masyarakat dapat memanfaatkan dana tersebut untuk pembelian bahan bangunan Rp 17,5 juta dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

“Dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 78 ini Kementerian PUPR juga mengajak semua pihak untuk bisa memerdekakan bangsa Indonesia dari kemiskinan dan RTLH. Merdeka berarti masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak untuk di tinggali bersama keluarganya dan Pramuka juga bisa ikut dalam kegiatan ini,” terangnya.

Baca Juga: Bedah 2.110 Rumah di Sumbar, PUPR Siapkan Anggaran Rp42,2 Miliar

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto dan Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Rachman Arief Dienaputra juga menyematkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada lima perwakilan Pramuka. Selain itu juga menyalurkan bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Indocement Tunggal Perkasa berupa bantuan semen dan mortar tiga roda untuk Program Kolaborasi Penanganan RTLH serta Pengecatan Rumah di Karadenan, Bogor dari PT. Propan Raya ICC.

Selain itu, juga dilaksanakan peninjauan lokasi bedah rumah serta pemasangan peneng Program BSPS dan stiker yang menyatakan Program BSPS Tidak Ada Pungutan Biaya Oleh Pihak Manapun.

Kegiatan bedah rumah atau Program BSPS, imbuh Iwan juga bisa menjadi wujud serta aksi nyata pelaksanaan Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka. Generasi muda yang menjadi anggota Pramuka yang telah mendapatkan pembekalan teknis konstruksi hunian layak bisa ikut membangun dan mengedukasi bahwa rumah huni merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Kementerian PUPR Gandeng BSI Salurkan Dana Program BSPS di Kalsel

“Kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dan sektor swasta seperti PT. Indocemet Tunggal Perkasa atas dukungannya dengan mengalokasikan bantuan semen serta  PT. Propan Raya ICC yang membantu cat untuk rumah masyarakat yang dibedah,” terangnya.

Salah seorang Pramuka, Intan Ali Septiana Zain (18 tahun) dari Kwartir Cabang Kota Depok, Kwarda Jawa Barat mengaku senang bisa ikut dalam pelaksanaan bedah rumah warga di Bogor. Dia dan rekan-rekannya juga mendapatkan pengalaman baru khususnya dalam teknis konstruksi bangunan rumah.

“Kami sebagai Pramuka Indonesia akan berupaya membantu masyarakat agar bisa meningkatkan kualitas rumahnya dari rumah tidak layak menjadi lebih layak huni,” terangnya.

Salah seorang penerima Program BSPS, Nuraeni mengaku senang bisa mendapatkan Program BSPS. Saat ini dirinya dan keluarga tinggal di rumah tidak layak huni dan bantuan BSPS diharapkan bisa membuat rumahnya menjadi lebih layak huni.

Baca Juga: Waterfront Marina, Tempat Sandar Phinisi KTT ASEAN ke-42,

“Terimakasih Kementerian PUPR qtas bantuan BSPS ini. Kami harap Program BSPS ini bisa terus dilanjutkan,” harapnya.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika juga memberikan apresiasi atas bantuan Kementerian PUPR dan Pramuka dalam meningkatkan kualitas rumah masyarakat di Kabupaten Bogor.

“Jumlah RTLH di Kabupaten Bogor masih cukup banyak dan kami merasa adanya Program BSPS sangat membantu kami dalam mengurangi RTLH yang ada,” terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Rumah Swadaya, KM Arsyad, Direktur Rumah Umum dan Komersial, Fitrah Nur, Direktur Rumah Khusus, Yusniewati, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan, Edward Abdurrahman, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa II, Kiagoos Egie Ismail. (qq-2).

Redaksi@indonesiahousing.id

27 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *