Komisi V DPR RI mendorong percepatan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Samesta Mahata Serpong sebagai bagian dari upaya menghadirkan kawasan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. Pengembangan kawasan tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas sekaligus memberikan pilihan hunian yang lebih mudah diakses masyarakat.
TANGERANG SELATAN, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Komisi V DPR RI mendorong percepatan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Samesta Mahata Serpong di Kota Tangerang Selatan, Banten, sebagai kawasan hunian yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan terintegrasi dengan transportasi massal. Hal tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw, Jumat (28/8).
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam kunjungan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat Budi Permana serta Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, IPTEK, Industri dan Lingkungan Riadi Arief Aladin.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung pengembangan hunian vertikal yang terhubung dengan Stasiun Rawa Buntu. Komisi V DPR RI menekankan agar pengembangan kawasan tetap memperhatikan penerapan pronsip hunian berimbang, ketepatan sasaran hunian bagi MBR, kualitas bangunan, serta kemudahan akses masyarakat terhadap transportasi massal.
Baca Juga: Terintegrasi Transportasi, Samesta Mahata Cocok bagi Milenial
Salah satu hal yang menjadi perhatian Komisi V DPR RI adalah pembangunan skybridge yang menghubungkan Rusun Samesta Mahata dengan Stasiun Rawa Buntu. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi penghuni menuju transportasi massal.
Samesta Mahata Serpong direncanakan terdiri atas tiga tower. Saat ini, telah selesai dibangun 1 tower yaitu Tower Cattleya dengan total 743 unit. Sebanyak 484 unit telah terjual, dengan rincian 264 unit telah dihuni dan 220 unit belum dihuni.
Staf Ahli Kementerian PKP, Budi Permana, menyampaikan konsep TOD menjadi salah satu pendekatan dalam menyediakan hunian di kawasan perkotaan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat.
“Dengan berbasis TOD, penggunaan transportasi atau kendaraan pribadi pun menjadi lebih kecil. Ini juga berdampak baik dengan menurunkan emisi karbon yang dihasilkan kendaraan pribadi,” ujar Staf Ahli Budi.
Baca Juga: Perjelas Road Map Program 3 Juta Rumah, REI Usulkan Komisi V Undang Ketua Satgas Perumahan
Staf Ahli Budi menjelaskan, pemerintah terus memberikan dukungan untuk memperluas akses MBR terhadap hunian melalui kemudahan perizinan dan pembiayaan. Dukungan tersebut antara lain pembebasan BPHTB dan retribusi PBG bagi MBR serta percepatan penerbitan PBG. Dukungan tersebut diperlukan mengingat penyediaan rusun subsidi di perkotaan masih menghadapi berbagai tantangan.
Pengembangan TOD Samesta Mahata Serpong diharapkan dapat terus diperkuat melalui koordinasi antara Kementerian PKP, kementerian/lembaga terkait, Perumnas, dan PT KAI. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan pengembangan hunian, transportasi, serta berbagai fasilitas pendukung dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (ZH-1).

