HEADLINE kawasan

Metland Kertajati Dikembangkan Jadi Kota Baru Terintegrasi, Ini Potensi Investasinya

Metland Kertajati Kota Baru

PT Metropolitan Land Tbk (Metland) mengembangkan Metland Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, sebagai kota baru terintegrasi yang tidak hanya mengandalkan sektor hunian, tetapi juga membidik peluang investasi rumah kos, pendidikan vokasi, fasilitas komersial, hingga logistik. Pengembangan kawasan ini diharapkan sejalan dengan pertumbuhan industri dan potensi Bandara Internasional Kertajati sebagai penggerak ekonomi regional. (Foto: Istimewa).

MAJALENGKA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID  – PT Metropolitan Land Tbk (Metland) mengembangkan Metland Kertajati, Jawa Barat, dengan konsep kota baru yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi kawasan. Selain hunian, pengembangan diarahkan pada peluang investasi rumah kos, pendidikan vokasi, fasilitas komersial, hingga potensi logistik yang didukung Bandara Internasional Kertajati.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistio, mengatakan pengembangan kawasan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar, terutama seiring potensi pertumbuhan industri dan aktivitas pemerintahan di Kertajati.

Menurutnya, konsep kota baru tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan perumahan, tetapi juga harus dilengkapi fasilitas yang menunjang kebutuhan masyarakat dan kegiatan ekonomi.

“Kalau disebut kota baru, berarti harus memiliki berbagai fasilitas yang dibutuhkan dalam sebuah kota,” ujarnya, di sela acara “Run for Fun Series 5” yang diikuti sekita 2.000 peserta, di Kertajati, Jawa Barat, Minggu,(18/10/2026).

Rumah Kos Jadi Peluang Investasi

Salah satu peluang yang mulai dikembangkan Metland Kertajati adalah rumah kos untuk memenuhi kebutuhan akomodasi pekerja industri dan pendatang. Produk ini sekaligus menawarkan alternatif investasi bagi konsumen yang ingin memperoleh pendapatan dari penyewaan properti.

Wahyu menjelaskan, rumah kos yang dibeli investor mulai terisi. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan akomodasi di sekitar kawasan industri, meskipun keberlanjutan permintaannya akan bergantung pada pertumbuhan aktivitas industri dan penyerapan tenaga kerja.

Dengan demikian, pengembangan Metland Kertajati tidak hanya menyasar konsumen yang membeli rumah untuk dihuni sendiri, tetapi juga investor yang ingin menangkap peluang pasar properti sewa.

Metland Kertajati Kota Baru
Metland Smara Hotal dukung kelengkapan fasilitas BIJB Kertajati

Selain hunian, Metland melihat pendidikan vokasi sebagai bagian penting dari pengembangan ekosistem kawasan. Industri membutuhkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan produksi, sehingga pendidikan dan pelatihan dapat menjadi penghubung antara dunia usaha dan masyarakat sekitar.

Metland telah memulai langkah tersebut melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menyediakan pelatihan keterampilan dan sertifikasi dalam waktu relatif singkat. Program ini menjadi tahap awal untuk mengukur kebutuhan pasar sebelum perusahaan mempertimbangkan pengembangan fasilitas pendidikan vokasi yang lebih luas.

Menurut Wahyu, peluang pendidikan vokasi juga terbuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Dengan keterampilan dan sertifikasi yang memadai, masyarakat berpeluang memperoleh akses ke pekerjaan dengan prospek penghasilan lebih baik.

Baca Juga: Metland Kertajati Perkuat Pengembangan Kawasan Rebana Metropolitan

Pengembangan pendidikan vokasi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi industri sekaligus memperluas kesempatan kerja masyarakat. Dalam jangka panjang, fasilitas ini juga dapat memperkuat peran Metland Kertajati sebagai kawasan yang menghubungkan hunian, pendidikan, dan lapangan kerja.

Fasilitas Komersial Menunggu Pertumbuhan Kawasan

Metland juga telah menyiapkan lokasi untuk pengembangan fasilitas komersial, termasuk pusat perbelanjaan. Namun, realisasinya akan mempertimbangkan pertumbuhan populasi dan aktivitas masyarakat agar fasilitas tersebut memiliki basis pengunjung yang memadai.

Selain pusat perbelanjaan, perusahaan membuka peluang pengembangan fasilitas pendukung lainnya, termasuk layanan kesehatan melalui penjajakan kerja sama dengan mitra terkait.

Pertumbuhan industri, pemerintahan, dan permukiman berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai layanan, mulai dari perdagangan dan kesehatan hingga pendidikan dan akomodasi. Ketersediaan fasilitas tersebut nantinya dapat memperkuat daya tarik kawasan bagi penghuni maupun investor.

Dari sisi infrastruktur, Wahyu menilai konektivitas dan kepastian kebijakan pemerintah menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan kawasan. Akses jalan tol yang tersedia menjadi salah satu modal, tetapi integrasi infrastruktur dengan kawasan industri dan pusat ekonomi lainnya masih diperlukan.

Ia juga melihat potensi Bandara Internasional Kertajati untuk mendukung kegiatan logistik, terutama pengiriman komoditas yang membutuhkan waktu cepat dan penanganan khusus, seperti produk farmasi tertentu serta hasil perikanan dan pangan yang mudah rusak.

Namun, pengembangan logistik udara membutuhkan dukungan fasilitas penanganan barang, rantai dingin (cold chain), konektivitas transportasi darat, serta permintaan yang memadai dari pelaku industri.

Jika potensi tersebut terealisasi, aktivitas logistik dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas, termasuk kebutuhan pergudangan, hunian pekerja, akomodasi, dan fasilitas penunjang usaha.

Baca Juga: Kawasan Rebana Diperkuat, Investasi Tembus Rp131,62 Triliun

“Berbagai potensi tersebut membutuhkan waktu untuk berkembang. Karena itu, pertumbuhan Metland Kertajati perlu dilihat sebagai proses jangka panjang yang mengikuti perkembangan kegiatan ekonomi dan kesiapan infrastruktur,” tegasnya.

Pengembangan Kertajati Perlu Terintegrasi

Wahyu berpandangan, pengembangan Kertajati akan lebih optimal jika menjadi bagian dari perencanaan ekonomi regional Jawa Barat yang terintegrasi. Setiap wilayah perlu dikembangkan berdasarkan keunggulannya, dengan menghubungkan kawasan industri, pendidikan, pariwisata, budaya, dan permukiman dalam satu ekosistem ekonomi.

Untuk itu, pemetaan potensi wilayah perlu melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha agar arah pengembangan sesuai dengan kebutuhan serta keunggulan masing-masing kawasan.

Bagi Metland, pendekatan ini membuka peluang pengembangan yang lebih luas daripada sekadar pembangunan rumah. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada realisasi investasi industri, ketersediaan tenaga kerja terampil, pertumbuhan populasi, serta dukungan infrastruktur dan kebijakan yang konsisten.

Dengan pengembangan yang mengikuti kebutuhan pasar dan pertumbuhan ekonomi regional, Metland Kertajati berpeluang tumbuh menjadi kota baru yang mengintegrasikan hunian, investasi properti, pendidikan, dan kegiatan ekonomi produktif. (ZH-1)

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *