HEADLINE kawasan

Hunian di Selatan Jakarta Semakin Diminati, Ini Alasannya

Hunian di Sentul

(Foto: Graha Laras Sentul, salah satu perumahan yang membidik pasar milenial yang berlokasi di Selatan Jakarta, tepatnya di kawasan Sentul, Bogor-Jawa Barat).

INDONESIAHOUSING.ID, Bogor— PAMOR kawasan selatan Jakarta khususnya di kawasan Sentul, Bogor, sebagai lokasi hunian favorit semakin berkilau. Dikenal sebagai lokasi hunian idaman karena dianugerahi panorama alam yang indah, Asri, serta suhu udara yang relatif sejuk dibandingkan kawasan lainnya di sekitar Jakarta, membuat kawasan Sentul banyak dilirik para end user maupun investor. Wajah kawasan Setul dan sekitarnya semakin menarik, sejak masifnya pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Perkembangan kawasan Selatan Jakarta terutama Bogor atau Sentul dan sekitarnya cukup pesat. Hal ini tidak lepas dari semakin maraknya pembangunan infrastruktur baru oleh pemerintah, sehingga akses untuk menuju ke kawasan ini semakin banyak dan terbuka. Contohnya saja, jika selama ini kawasan Sentul Selatan hanya mengandalkan akses tol Jagorawi, dalam waktu dekat kawasan Sentul akan didukung dengan Jalan Lingkar Luar Bogor (BORR) yang terkoneksi dengan Jalan Lingkat Luar Jakarta (JORR),” ungkap I Wayan Madik Kesuma, Direktur Utama PT Kesuma Agung Selaras (KAS), pengembang perumahan Graha Laras Sentul (GLS) dalam Talkshow Pasar Properti 2023 dengan tema “Menelisik Potensi Pasar Properti di Selatan Jakarta”, Kamis, (22/12/2022).

Baca Juga: Terhubung Jembatan, Kini ke Graha Laras Sentul Hanya 10 Menit dari Pintu Tol

Wayan mengakui, lokasi Graha Laras Sentul (GLS) semakin mudah diakses dengan maraknya pembangunan ifrastruktur baru tersebut.  Lebih dari itu, GLS semakin menarik dan strategis karena ditambah lagi dengan inovasi PT KAS untuk membuka akses jalan dan membuat jembatan penghubung ke Perumahan GLS sejauh 1 kilometer. Dari pintu tol Sirkuit Sentul kurang dari 10 menit menuju GLS dan ini jadi branding tersendiri ke konsumen.

Selatan Jakarta
Iriska Dewayani, Senior Vice President (SPV) Non Subsidized Mortgage and Personal Lending Division PT Bank Tabungan Negara Tbk,(kiri) bersama I Wayan Madik Kesuma, Direktur Utama PT Kesuma Agung Selaras (KAS), (kanan), berfoto bersama seusai Talkshow Pasar Properti 2023 dengan tema “Menelisik Potensi Pasar Properti di Selatan Jakarta”, Kamis, (22/12/2022).

Dengan kondisi itu, PT KAS sangat yakin bahwa animo konsumen untuk memiliki hunian di Bogor dan sekitarnya akan semakin meningkat. Terbukti GLS yang dikembangkan sejak pertengahan 2019 ini dengan membidik pasar milenial tersebut sudah terjual sebanyak 350 unit.

“Saat pandemi menurut Wayan penjualan GLS yang dikembangkan di atas lahan seluas 23,5 hektar ini malah terkerek naik karena mereka melihat inovasi produk yang kita kembangkan. Saat ini di GLS kita fokus memasarkan Cluster London, rumah harga Rp900 jutaan yang terdiri dari 2 lantai dengan luas bangunan 60 dan tanahnya 60. Desain-nya kita buat compact bergaya apartemen, dan dilengkapi smart home dan juga solar panel,” terangnya.

Animo yang tidak jauh berbeda juga dirasakan PT KAS pada perumahan Griya Selaras Resort (GSR) yang lokasinya masih di kawasan Bogor. GSR yang sudah dikembangkan lebih dulu dari GLS dengan luas lahan pengembangannya 21,5 hektar dari sebelumnya 6 hektar, juga mendapat sambutan hangat dari konsumen properti.

“Rencananya pada awal tahun depan akan diluncurkan produk baru dengan harga di bawah Rp500 juta. Menariknya, potensi pasar di Bogor ini seperti di Griya Selaras Resort (GSR) kebanyakan berada di ring satu, radius 5 kilometer dari proyek dan kita melihat adanya captive market,” jelas Wayan.

Dukungan Bank BTN

Masih dalam kesempatan yang sama Wayan menjelaskan, Resesi global yang terjadi di beberapa negara dan efek dari pandemi tidak membuat pelaku industri properti tak khawatir. Bahkan dengan kondisi seperti sekarang ini pihaknya semakin bersemangat dan optimis menyambut tahun 2023.

“Beberap negara mengalamai resesi dan juga belum pulih hingga saat ini. Tapi saya lihat kita di Indonesia ini kuat, karakternya berbeda dengan mereka. Contohnya pada tahun 2021 lalu proyek Graha Laras Sentul dalam setahun terjual 180 unit, dan Griya Selaras Resort terjual 100 unit,” jelas Wayan.

Wayan menambahkan tahun ini diakui ada penurunan penjualan, hingga akhir November terjual 130 unit. Dikatakan Wayan, efek kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan berhentinya stimulus dari pemerintah di sektor properti jadi salah satu penyebab turunnya daya beli. Sebelumnya pemerintah memberikan kemudahan dengan memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen yang terbukti efektif meningkatkan daya beli masyarakat.

“Kami merasakan daya beli tahun ini menurun, tapi kita akan tetap berusaha dan berstrategi lebih matang tekait konsep produk dan pola pembiayaannya yang melibatkan perbankan seperti dengan BTN yang banyak support kita terkait kredit pemilikan rumah (KPR). Saya yakin pasar properti khususnya perumahan akan tetap tumbuh. karena jika properti bergerak ekosistem disekitarnya juga bergerak, mudah-mudahan pemerintah akan memberikan kemudahan lagi,” imbuh Wayan.

Sementara itu, Iriska Dewayani, Senior Vice President (SPV) Non Subsidized Mortgage and Personal Lending Division PT Bank Tabungan Negara Tbk. menyatakan kawasan Selatan Jakarta itu memang berbeda dan hingga kini BTN telah bekerjasama dengan sekitar 5 ribu pengembang di Bogor Raya (Kota dan Kabupaten Bogor).

Menurutnya, dari jumlah pengembang tersebut pasar terbesar KPT BTN masih rumah dengan harga Rp500 juta ke bawah, dan ini potensinya besar. “Kita akan terus garap pasar ini dan di kawasan Bogor Raya potensinya masih besar. Selain itu kawasan ini memiliki aksesbiltas yang bagus, dan kedepannnya juga semakin berkembang,” imbuh Iriska.

Baca Juga: Berkah Infrastruktur untuk Properti Sentul

Terkait PT KAS , Iriska menegaskan bahwa PT KAS di BTN termasuk pengembang Top 20 yang jumlah transaksinya setahun minimal Rp100 miliar. Dan sudah beberapa tahun ini selalu berada dalam circle Top 20 tersebut. “Untuk itu kami banyak beri kemudahan kepada PT KAS. Mulai dari suku bunga fixed setahun 2,47% setahun, KPR Ekspres yang hanya 3 hari hingga tenor panjang hingga 30 tahun dan kemudahan lainnya. Ujung-ujungnya konsumen yang akan dimudahkan untuk membeli rumah di proyek PT KAS,” Pungkas Iriska. (zh1).

Iriska Dewayani, Senior Vice President (SPV) Non Subsidized Mortgage and Personal Lending Division PT Bank Tabungan Negara Tbk,(kiri) bersama I Wayan Madik Kesuma, Direktur Utama PT Kesuma Agung Selaras (KAS), (kanan), dalam Talkshow Pasar Properti 2023 dengan tema “Menelisik Potensi Pasar Properti di Selatan Jakarta”, Kamis, (22/12/2022).

24 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *