Seminar Nasional Business Forum Property and Bank, yang bertajuk “Peluang Bisnis Properti di Nusantara, Ibu Kota Negara Berstandar Dunia”, di Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jakarta, Jumat (3/11/2023).
INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— Potensi investasi khususnya di bidang properti dan perumahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) diyakini berbagai kalangan sangat prospektif. Hal ini terungkap dalam acara seminar yag di gelar Business Forum Property and Bank, yang bertajuk “Peluang Bisnis Properti di Nusantara, Ibu Kota Negara Berstandar Dunia”, di Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jakarta, Jumat (3/11/2023).
Baca Juga: Presiden Jokowi Groundbreaking Bandara Internasional IKN
Keseriusan pemerintah untuk memberikan kepastian, kesempatan, dan partisipasi yang lebih besar, tentu merupakan peluang sekaligus tantangan bagi pengembang properti di tanah air. Guna menarik minat investor, pemerintah telah menawarkan berbagai kemudahan berusaha, meliputi perizinan, perpajakan, konsesi lahan, dan lain sebagainya.
Dalam sabutannya, Fitrah Nur, Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK), Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR sangat optimis bahwa sektor properti termasuk sub sektor perumahan akan tetap tumbuh dan kuat di IKN. Pasalnya, dalam hal ini pemerintah telah dan terus merespon dengan cepat melalui berbagai kebijakan yang dapat memperkuat perumahan dan properti di Indonesia dan terutama di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami berharap para pelaku usaha properti dan perbankan dapat terus mendukung dan berkolaborasi dengan program pemerintah di sektor perumahan sehingga mampumenciptakan iklim yang kondusif bagi pemulihan ekonomi nasional” ucap Fitrah Nur, Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK), Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.
Baca Juga: 5 Kawasan Ini Berpotensi jadi Destinasi Wisata Unggulan di IKN
Pada acara yang sama, Peneliti dan analisis properti, Torushon Simanungkalit memperkirakan kebutuhan rumah baru di IKN akibat pertambahan penduduk yang terus bertumbuh, pada 2024 nanti kebutuhan di IKN akan mencapai sebanyak 83.750 unit. Kebutuhan ini berdasarkan proyeksi jumlah penduduk tahun 2024 yang mencapai 488.409 jiwa.
“Berdasarkan estimasi kami bahwa penduduk ikn pada tahun 2025 hampir mencapai 2 juta orang. Artinya ini menjadi suatu prospek bagi pengembangan industri properti dan perumahan di IKN. Dan perkiraan kami pada tahun 2045 di IKN akan mempunyai potensi pembangunan perumahan rumah baru 400.000-500.000 unit. Dalam tempo 20 tahun kedepan rata-rata pengembangan permintaan rumah di Ikn antara 20.000-21.000 unit pertahun dengan kapitalisasi properti bisa mencapai sebesar Rp12 triliun per tahun,” terangnya.
Baca Juga: Pembangunan IKN Perlu Ketersediaan Produk Baja dan Jasa Penunjang
Karena itu menurut Torushon, kondisi ini juga akan menguntungkan bagi pasar perkantoran yang diperkirakan hingga tahun 2045 akan memiliki harga 3 juta meter persegi. “Potensi itu masih belum termasuk perusahaan lain seperti BUMN, atau perusahaan swasta lain. Permintaannya mungkin akan lebih dari yang kami hitung, bisa juga sampai 5juta meter persegi nantinya” imbuhnya.
Tidak hanya itu, peluang besar juga akan terjadi untuk pusat belanja modern di kawasan IKN, karena diperkirakan hingga tahun 2045 akan membutuhkan 19 unit mall atau pusat belanja. Sejalan dengan itu, kebutuhan akan hotel juga akan semakin meningkat.
“Kebutuhan akan hotel diperkirakan hingga tahun 2045 akan mencapai lebih dari 68 unit hotel, dan ini akan bertahap sesuai diperkirakan dari perpindahan penduduk nantinya disana, baik melalui perpindahan yang dilakukan oleh pemerintah maupun dilakukan oleh masyarakat itu sendiri,” kata Torushon.
Baca Juga: Lampung Berpotensi Menjadi Pusat Ekonomi Baru di Indonesia
Sementara itu, Direktur Pembiayaan Otorita Ibukota Nusantara (IKN), Muhammad Naufal Aminuddin mengatakan, kendati IKN memiliki porensi besar untuk investasi berbagai bidang termasuk properti, namun tidak semua area di IKN akan digunakan untuk pembangunan, karena IKN mengusung konsep smart city dan forest city.
“Dari 256 hektar yang akan dibangun, 75 persen dari lahan IKN tersebut akan digunakan penghijauan atau tetap akan dijadikan hutan, termasuk 10% di dalamnya untuk ketahanan pangan. Karena IKN yang akan kita kembangkan itu mengusung smart city dan forest city. Artinya tidak seluruhnya bisa dibangun lahan pembangunan gedung-gedung maupun perumahan,” ucap Naufal.
Baca Juga: Pacu Investasi Properti, REI Investment Center Diluncurkan
Meski begitu menurut Naufal, para investor juga diharapkan bisa melirik kawasan lainnya di sekitar kota Nusantara, seperti Kota Balikpapan dan Samarinda.
“Kota disekitar IKN memiliki potensi yang tidak kalah besarnya. Kehadiran IKN diharapkan juga membuat kota disekitarnya menjadi tidak ikut menurun bahkan kami yakini akan semakin bersinar. Pasalnya pembangunan IKN akan menjadi satu kesatuan dengan kota-kota yang ada di sekitarnya tersebut. Nah, untuk mendukung itu akan dibangun satu sistem yang bernama Tri-city economy, sehingga diharapkan dengan adanya akses yang lebih baik juga akan mendorong tiga kota ini” papar Naufal.
Ia juga menjelaskan, peluang investasi di IKN bisa memberikan harapan besar mencakup bidang-bidang lain selain perumahan. Investasi yang ditawarkan diantaranya adalah fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, kompleks perkantoran dan mixed use, Transit oriented development (TOD), Jalan tol dan terowongan bawah laut, bandara dan pelabuhan, pengembangan financial center, energi baru terbarukan hingga eco leisure and wellness areas.
Baca Juga: Melahirkan Kota Masa Depan yang Modern dan Layak Huni
“Skala inversitasi yang ditawarkan ada project specific investment dan area developer atau investasi skala besar dan bundling. Jenis investasinya berupa direct investment serta Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public-Private Partnerships (PPP),” tutur Naufal.
Saat ini lebih dari 500 proyek investasi dan kontribusi yang telah diidentifikasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Sekitar 190 proyek adalah pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan kawasan campuran sebanyak 149 proyek.”Khusus hunian ada 72 proyek dengan estimas inilai proyek berkisar Rp153,4-168,7 triliun,” pungkasnya.
Baca Juga: Ini Tawaran Produk Investasi Menjanjikan dari Paramount Land
Pengamat dan Pakar Properti Nasional, Panangian Simanungkait mengungkapkan, kendati Kota Nusantara dianggap prospektif untuk berinvestasi karena komitmen dan keseriusan pemerintah dalam hal ini memberikan banyak kemudahan dan sebagainya, namun investor juga harus jeli dan hati-hati.
“Kita tahu ada beberapa kawasan kota baru yang dikembangkan pemerintah, namun tidak semuanya juga sukses. Contohnya kawasan Kemayoran, Jakarta. Hingga saat ini pengembangannya Kemayoran ya, begitu-begitu saja. Tidak ada hal yang wah dan menarik. Kita juga akan lihat komitmen pemerintah yang baru nanti terhadap ibu kota yang baru ini. Tapi secara umum kita harus apresiasi kerja keras dan keseriusan pemerintah dalam pengembangan IKN saat ini,” pungkas Panangian. (zh1).


30 Comments