Jakarta, IH—Pemerintah Indonesia sebaiknya membuat sebuah standardisasi atau penyeragaman tentang model smart city di Indonesia. Sebab, sekarang ini, yang ada adalah kecenderungan model smart city yang saling berbeda. DKI Jakarta menjalankan model smart city tersendiri, demikian pula Bandung.
Hal itu dikatakan oleh SMB Lead Lenovo Indonesia, Irene Santosa, di Jakarta kemarin, usai peluncuran beberapa produk Lenovo Indonesia.
Dia berkata, saat ini pihaknya belum bisa menentukan produk unggulan untuk smart city. Sebab, kecenderungannya, smart city di Indonesia masih di tataran konsep.
“Kami sudah mencoba mengalkulasi penetrasi untuk pasar smart city,” dia menambahkan.
Bila pemerintah Indonesia sudah menetapkan semacam buku panduan untuk smart city, para vendor seperti Lenovo akan lebih mudah menentukan strategi. Dalam buku panduan itu, misalnya, ada panduan tentang penerapan smart city seperti apa yang didulukan.
“Apakah yang didulukan smart city pendidikan, transportasi, dan sebagainya, sebagusnya ada di panduan,” kata dia.
Smart city itu cakupannya sangat luas, sehingga panduan tahapan seperti itu sangatlah diperlukan.
Terlepas dari itu, jelas bahwa nantinya fasilitas data center dan storage sangat dibutuhkan dalam penerapan smart city. “Lenovo ready bila kebutuhan seperti itu ada. Dan keunggulan kami, adalah sifatnya yang open language untuk semua aplikasi,” kata dia.
Kira-kira, baguskah pasar smart city untuk para vendor teknologi informasi (TI) seperti Lenovo?
“Bagus. Kalau sudah lebih berjalan, tentunya smart city akan benar-benar booming,” Irene menambahkan.
Sumber Ilustrasi Smart City: Rohabuilders.com
berita properti
Pemerintah Dianjurkan Seragamkan Smart City
- by admin
- 15/09/2016
- 28 Comments
- 1 minute read
- 10 years ago

28 Comments