DAERAH

Kementerian PKP Targetkan 10.000 Unit Rumah Subsidi di Kaltim

Rumah Subsidi Kaltim

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera memperkuat komitmen penyediaan hunian layak di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan mematok target kuota 10.000 unit rumah subsidi FLPP. Pemerintah berharap pengembang untuk lebih bersemangat dalam menyediakan hunian agar dapat terus mendorong perekonomian di sekitar.

BALIKPAPAN, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Masih dalam rangkaian kunjungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama dengan BP Tapera, rombongan juga menyempatkan untuk mengunjungi salah satu perumahan yang difasilitasi oleh bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Llikuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), atau yang akrab disebut dengan Rumah Bersubsidi oleh masyarakat.

Kunjungan dilakukan di Perumahan Palaran Indah Kemilau yang terletak di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Perumahan ini dikelola oleh PT. Borneo Berjaya Bersama yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan Himperra. Indra Dwi Yoga, selaku Direktur menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun di Kawasan ini dengan total seluas 18 hektar, yang terbagi menjadi beberapa perumahan, yaitu Palaran Indah Residence I & II, serta Palaran Indah Kemilau I, II, dan III dengan total penghuni mencapai 1.300 kepala keluarga.

Baca Juga: BP Tapera Puji KPR Sejahtera BCA, Solusi Nyata Rumah untuk MBR

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma yang hadir di lokasi menyampaikan bahwa Samarinda menjadi daerah realisasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami juga sudah dapat arahan dari Bapak Menteri PKP, untuk menargetkan kuota FLPP rumah subsidi di Kaltim sendiri sebanyak 10.000 unit rumah. Jadi kami harapkan para pengembang untuk lebih bersemangat dalam menyediakan hunian agar dapat terus mendorong perekonomian di sekitar,” terang Sid.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati yang turut hadir mengunjungi unit rumah dan berdialog bersama warga memberikan apresiasi dan menilai unit yang dibangunnya masuk kategori baik.

“Jangan lupa, masyarakat yang memiliki profesi sebagai wirausaha juga dapat memanfaatkan program KUR Perumahan dari Pemerintah. Program ini menyediakan hunian untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Sri Haryati. (zh1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *