Soelaeman Soemawinata ditunjuk sebagai FIABCI Representative of UN Geneva atau perwakilan khusus federasi realestat dunia (FIABCI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jenewa.
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Ketua Kehormatan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) sekaligus Presiden FIABCI Asia Pasifik periode 2018 hingga 2022, Soelaeman Soemawinata ditunjuk sebagai FIABCI Representative of UN Geneva atau perwakilan khusus federasi realestat dunia (FIABCI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jenewa.
Tugas bergengsi ini secara resmi diterima Ketua Umum DPP REI periode 2016-2019 tersebut dari FIABCI World President 2025-2026, Antonio Campagnoli, pada perhelatan FIABCI World Congress ke-76 yang berlangsung di Wina-Austria dari 8-12 Juni 2026.
“Setelah delapan tahun berkiprah di FIABCI dunia, tugas baru ini merupakan satu kehormatan, karena saya menjadi perwakilan organisasi FIABCI di PBB. Ini sekaligus membuktikan bahwa kontribusi kita yang konsisten bagi industri realestat global diakui dan diperhatikan,” kata Soelaeman Soemawinata atau akrab disapa Eman dalam keterangan resminya, Selasa (23/6).
Kongres Dunia FIABCI tahun 2026 di Austria menyatukan para pemain kunci dari seluruh ekosistem realestat global untuk bertukar pikiran dan inspirasi, serta menjalin koneksi yang luas. Kegiatan tahun ini diikuti sekitar 700 pelaku dan penggiat bisnis di sektor realestat, serta menghadirkan sekitar 50 pembicara internasional yang berkompeten.
Dia menjelaskan, sebagai perwakilan khusus FIABCI di berbagai organisasi PBB Jenewa dirinya berhak mengikuti sidang-sidang termasuk sidang tahunan PBB yang membahas berbagai isu di bidang perdagangan, pembangunan dan ekonomi global (UNCTAD), kesehatan dunia (WHO), serta ketenagakerjaan dan buruh internasional (ILO).
Lebih lanjut, Deputi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bidang Rekayasa Sipil dan Lingkungan Terbangun tersebut menambahkan tiga poin utama yang menjadi fokus FIABCI di PBB Jenewa.
Baca Juga: Selamat! Soelaeman Soemawinata Terpilih Jadi Ketua Umum BK-TKP PII
Pertama, soal penyediaan perumahan terjangkau (affordable housing) bagi 2/3 penduduk dunia yang berada di belahan bumi selatan seperti Amerika Latin, Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Kedua, keberlanjutan (sustainability) pembangunan dari sisi lingkungan hidup, ketahanan pangan, kesehatan, lingkungan sosial, penuntasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, ketahanan bencana dan lain-lain.
“Jadi bagaimana kita memastikan kehidupan manusia di bumi terus berlanjut, tetapi lingkungannya tetap terjaga termasuk lingkungan sosial. Hal ini perlu menjadi perhatian besar bagi dunia dan juga Pemerintah Indonesia,” ungkap Eman.
Ketiga, FIABCI akan berfokus pada digitalisasi teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini semakin memengaruhi kehidupan manusia dengan berbagai dampak yang mengikutinya baik positif maupun negatif. Kemajuan teknologi yang berkembang cepat ini tidak dapat ditolak, tetapi perlu dikendalikan agar teknologi dan digitalisasi tidak mengganggu keberlanjutan kehidupan, sehingga manusia tidak kehilangan pekerjaan dan tetap memiliki penghasilan.
“Tiga isu ini sepatutnya menjadi fokus sinergi semua pihak termasuk private sector termasuk pelaku bisnis realestat sesuai permintaan yang disampaikan UN Habitat kepada FIABCI,” tegas alumni Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
FIABCI akan menyerukan kepada PBB dan negara-negara di dunia untuk bersinergi memerhatikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di bumi bagian selatan. Diantaranya melalui peningkatan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.
Baca Juga: Para Bos Properti Senior Ngumpul, Ini yang Dibahas
Eman menyampaikan dalam satu satu forum FIABCI dirinya pernah mengusulkan agar negara-negara maju di belahan bumi utara lebih peduli kepada kehidupan masyarakat di belahan bumi selatan yang mayoritas masih mengalami masalah minimnya infrastruktur. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan dengan ikut membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
“Negara di belahan bumi selatan jangan hanya dimanfaatkan pasarnya untuk menjual produk-produk negara maju dan dieksploitasi sumber daya alamnya saja, tetapi sebagian kecil dari keuntungan mereka itu seharusnya dikembalikan ke negara-negara berkembang dalam bentuk infrastruktur. Bukan dalam bentuk pinjaman (loan) atau dana hibah (grant), melainkan berbentuk infrastruktur fisik langsung,” jelasnya.
Perjalanan Karir
Soelaeman Soemawinata bukanlah tokoh baru di FIABCI. Usai terpilih sebagai Ketua Umum DPP REI pada tahun 2016, dia mulai aktif di organisasi FIABCI pada 2017 dengan menghadiri FIABCI World Congress di Andorra dan Global Real Estate Summit di Athena (Yunani). Di Athena, dia resmi terpilih menjadi Presiden FIABCI se-Asia Pasifik periode 2018-2019. Kemudian terpilih lagi untuk posisi yang sama selama tiga periode berturut-turut yakni 2019-2020, 2020-2021 dan 2021-2022.
Di tengah pandemi Covid-19 “berkecamuk”, Eman tetap berkeliling ke berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk mengikuti forum internasional dan menjadi pembicara di berbagai seminar realestat. Diantaranya dia berkunjung ke Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, India, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan lain-lain.
Baca Juga: Praktisi Perkotaan dan Properti Sarankan Masyarakat Miskin Jadi Prioritas Program 3 Juta Rumah
“Di beberapa forum dunia saat itu, saya mengusung tema affordable housing bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kebetulan waktu itu, Pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya menjalankan program sejuta rumah,” ujar Komisaris Utama Infiniti Land tersebut.
Menurut Eman, topik ini cukup menarik karena Indonesia berbagi pengalaman tentang bagaimana sebuah program hunian yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat dilakukan di Indonesia dengan melibatkan pengembang swasta di garda terdepan. Konsep original Indonesia tersebut dia coba tularkan di beberapa negara Asia Pasifik.
Selesai mengembang tugas sebagai Presiden FIABCI se-Asia Pasifik, petinggi di grup PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) tersebut mendapat kepercayaan baru sebagai Board of Directors FIABCI periode 2022-2026. Hingga kemudian terpilih menjadi FIABCI Representative of UN Geneva. (ZH-1).

