FINANSIAL HEADLINE

Bersama Danantara, BTN Wujudkan Impian Tukang Tambal Ban Miliki Rumah Pertama

Rumah BTN

Disiplin dan kerja keras membuahkan hasil nyata bagi seorang pemuda berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai mekanik bengkel dan tukang tambal ban. Berkat konsistensinya menyisihkan uang Rp50.000 per hari, ia berhasil mewujudkan impian memiliki rumah pertama sebelum menikah melalui skema KPR subsidi hasil kolaborasi strategis antara BTN dan Danantara yang dirancang khusus untuk mempermudah pekerja sektor informal mendapatkan hunian layak.

BATANG, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Bunyi uang koin dan lembaran pecahan Rp50.000 yang masuk ke dalam kaleng menjadi bagian dari rutinitas Dwi Suryanto selama beberapa tahun terakhir. Hampir setiap hari, kecuali Minggu, pekerja bengkel dan tambal ban berusia 23 tahun itu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk satu tujuan: memiliki rumah sebelum menikah.

Dwi merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan yang telah bekerja di bengkel dan usaha tambal ban sejak 2021. Saat ini, ia masih tinggal bersama orang tuanya dan berencana menikah pada tahun depan.Keinginan untuk memulai rumah tangga secara lebih mandiri membuat Dwi menetapkan target yang cukup besar untuk usianya. Ia ingin memastikan telah memiliki tempat tinggal sendiri sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

“Saya ingin menikah tahun depan. Dari awal saya punya target, sebelum menikah harus sudah punya rumah sendiri,” kata Dwi.

Dengan penghasilan sekitar Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan, Dwi berusaha mengelola pendapa-tannya secara disiplin. Karena memperoleh penghasilan setiap hari, ia memilih cara menabung yang sederhana dan mudah dijalankan secara konsisten.

“Saya mendapatkan penghasilan setiap hari, jadi saya membuat tabungan di kaleng. Setiap hari saya masukkan Rp50.000, kecuali hari Minggu,” ujarnya.

Tabungan tersebut menjadi bekal Dwi untuk memenuhi kebutuhan awal dalam proses pengajuan KPR. Ia mengaku tidak memperoleh bantuan dari orang tuanya untuk membayar uang muka maupun biaya lain terkait pembelian rumah.

Baca Juga: BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi

Sebelum mengajukan pembiayaan kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Dwi juga belum pernah mencoba mengajukan KPR di bank lain. Karena itu, keberhasilannya memperoleh KPR BTN Bersubsidi sempat membuatnya tidak percaya.

“Saya tidak menyangka. Saya bekerja hanya sebagai tukang bengkel dan tambal ban, tetapi ternyata bisa mengajukan KPR di BTN,” tuturnya.

Bagi Dwi, keputusan mengambil KPR harus diikuti dengan kesiapan memenuhi kewajiban dalam jangka panjang. Kebiasaan menyisihkan penghasilan setiap hari akan terus ia pertahankan agar cicilan rumah dapat dibayar tepat waktu.

“Menurut saya, mencicil sudah menjadi tanggung jawab sejak pertama memutuskan mengambil KPR. Jadi, saya harus tetap semangat dan disiplin membayarnya,” katanya.

Rumah tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal setelah Dwi menikah. Ia tidak berencana menjadikannya sebagai lokasi usaha bengkel ataupun tambal ban. Bagi Dwi, rumah bukan hanya aset, melainkan fondasi untuk memulai masa depan secara lebih mandiri. Ia pun memiliki pesan bagi anak muda seusianya agar mulai menentukan prioritas keuangan sejak dini.

Baca Juga: Sektor Informal Sulit Akses Bank, Skema Baru Pembiayaan Rumah Murah Dinantikan

“Untuk remaja seusia saya, lebih baik menabung daripada terlalu sering nongkrong dan hanya mengikuti gengsi karena itu tidak akan memberikan hasil untuk masa depan. Rumah yang kita cicil nantinya akan menjadi milik kita, daripada terus mengeluarkan uang untuk membayar kontrakan atau apartemen,” ujarnya.

Bagian dari Akad Massal Rumah Subsidi

Dwi menjadi salah satu dari 30.203 debitur BTN yang mengikuti Akad Massal KPR Rumah Subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbesar.

Secara nasional, akad massal yang diselenggarakan BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut melibatkan 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP. Sebanyak 200 debitur hadir secara langsung, sedangkan 62.510 peserta lainnya mengikuti secara daring dari berbagai daerah.

Kisah Dwi menunjukkan bahwa akses terhadap rumah pertama dapat terbuka bagi pekerja berpeng-hasilan harian maupun masyarakat yang bekerja di sektor informal, sepanjang memiliki kemampuan membayar dan disiplin mengelola keuangan.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, keberhasilan Dwi memiliki rumah pertama menggambarkan makna penting dari perluasan akses pembiayaan perumahan. “Kisah Dwi menunjukkan bahwa rumah pertama dapat dipersiapkan sejak usia muda melalui tujuan yang jelas, kebiasaan menabung, dan pengelolaan penghasilan yang disiplin. BTN ingin memastikan pekerja formal maupun informal yang memiliki kemampuan membayar memperoleh kesempatan yang sama untuk memiliki rumah,” ujar Nixon.

Baca Juga: Akad Massal 62.710 KPR FLPP, Presiden Hadir di Batang

Menurut Nixon, pencapaian BTN dalam akad massal tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan nasional. Sinergi antara pemerintah, BP Tapera, BTN, pengembang, dan pelaku usaha diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat terhubung dengan pembiayaan serta pasokan rumah yang sesuai.

“Dukungan Danantara memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan. Melalui sinergi tersebut, BTN dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan hunian yang layak dan terjangkau,” katanya.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan nilai Danantara Indonesia dalam mendorong sinergi, inklusivitas, dan penciptaan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam ekosistem itu, BTN menjalankan perannya sebagai penyedia pembiayaan dan layanan perumahan, sementara dukungan lintas pemangku kepentingan memperkuat keterhubungan antara sisi permintaan dan penyediaan rumah.

Melalui KPR BTN Bersubsidi, BTN terus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dari berbagai profesi dengan tetap memperhatikan kemampuan membayar, kelengkapan persyaratan, dan prinsip kehati-hatian.

BTN juga memperkuat ekosistem perumahan melalui pembiayaan pada sisi pasokan serta layanan digital balé Properti, yang membantu masyarakat mencari pilihan hunian, memperoleh informasi harga dan lokasi, melakukan simulasi cicilan, hingga mengakses proses pengajuan KPR.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar memperbesar jumlah akad, tetapi memastikan semakin banyak masyarakat seperti Dwi dapat memperoleh rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” pungkas Nixon. (ZH-1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *