Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Bank Mandiri memperkuat akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan melalui Kredit Pemilikan Properti (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di tujuh kota untuk mendorong semakin luasnya akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau. (Foto: Dok Kemen PKP).
BEKASI, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan dan pemangku kepentingan perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan yang terjangkau. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Gedung Menara Mandiri Bekasi, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong optimalisasi penyaluran KPP dan FLPP melalui Bank Mandiri sehingga semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha sektor perumahan yang dapat memperoleh akses pembiayaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Achmad Zaenal dari BP Tapera, Adhita Surya P. dan Achmad Purwo dari Kementerian PKP, serta jajaran Bank Mandiri yang terdiri atas Noviandhika Sukanto selaku SEVP Hub Kelembagaan, Nila Mayta Dwi Rihandjani selaku RCEO Region 4, Bayu Trisno Arief Setiawan selaku Group Head Micro Development Agent Bank, dan M Iduan Arafah selaku RMCH Region 3. Turut hadir perwakilan asosiasi pengembang.
Baca Juga: Sosialisasi KPP dan FLPP di Bali, BP Tapera Dorong Akselerasi Pembiayaan Perumahan
Kehadiran pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan asosiasi pengembang menunjukkan bahwa penyediaan perumahan membutuhkan ekosistem yang terintegrasi. Ketersediaan hunian perlu berjalan beriringan dengan dukungan pembiayaan agar masyarakat memiliki akses yang semakin luas terhadap rumah yang layak dan terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Mandiri menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor perumahan, khususnya melalui penyediaan dan penyaluran pembiayaan yang dapat menjangkau masyarakat serta pelaku usaha sektor perumahan.
Sosialisasi juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai mekanisme, persyaratan, serta skema pembiayaan KPP dan FLPP. Dengan pemahaman yang semakin baik, diharapkan proses penyaluran pembiayaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Perluas Sosialisasi ke Sejumlah Kota
Untuk memperluas jangkauan informasi dan akses pembiayaan, kegiatan sosialisasi KPP dan FLPP tidak berhenti di Bekasi. Program tersebut direncanakan dilaksanakan di sejumlah kota lainnya, yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya selama periode Agustus hingga September 2026.
Rangkaian sosialisasi tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, pengembang, serta masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai skema pembiayaan perumahan pemerintah.
Baca Juga: REI DKI Jakarta dan Pemprov Dorong Sinergi Regulasi, Pembiayaan, dan Transportasi Publik
Kementerian PKP menilai sinergi dengan perbankan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan. Melalui kolaborasi dengan BP Tapera, perbankan, pemerintah daerah, dan asosiasi pengembang, dukungan pembiayaan diharapkan dapat terhubung dengan ketersediaan hunian yang berkualitas, layak, dan terjangkau.
Penguatan akses pembiayaan juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor perumahan nasional. Tidak hanya dari sisi kepemilikan rumah, dukungan pembiayaan juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha yang bergerak di sektor perumahan.
Kementerian PKP akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar berbagai program pembiayaan perumahan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Dengan sinergi pemerintah, perbankan, BP Tapera, dan pelaku pembangunan perumahan, akses terhadap hunian layak diharapkan semakin luas sekaligus mendukung percepatan pencapaian target pembangunan perumahan nasional. (ZH-1).

