DAERAH Pembiayaan

BP Tapera Bersama BSN Sosialisasikan FLPP di Mojokerto, Jatim Masih Punya Backlog 829 Ribu Rumah

BP Tapera Mojokerto

BP Tapera bersama Bank Syariah Nasional (BSN) terus mendorong masyarakat memiliki rumah pertama melalui fasilitas pembiayaan perumahan FLPP. Dalam sosialisasi di Mojokerto, Jawa Timur, BP Tapera mengungkapkan bahwa backlog kepemilikan rumah di provinsi tersebut masih mencapai 829 ribu, meski penyaluran rumah subsidi terus meningkat.

MOJOKERTO, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Bank Syariah Nasional (BSN) terus mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi pembiayaan perumahan di Mojokerto, Jawa Timur, yang diikuti lebih dari 100 peserta.

Kegiatan ini diisi dengan akad pembiayaan bagi sejumlah debitur FLPP serta sosialisasi bagi masyarakat yang telah menyatakan minat untuk memiliki rumah melalui program tersebut.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho hadir bersama Direktur Kerja Sama dan Kebijakan Pembiayaan BP Tapera Alfian Arif. Melalui kegiatan ini, BP Tapera ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat FLPP sebagai fasilitas pemerintah untuk membantu masyarakat memiliki rumah pertama.

Dalam pemaparannya, Heru menyebut Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan realisasi penyaluran FLPP yang cukup besar. Hingga 24 Oktober 2026, penyaluran FLPP di provinsi tersebut mencapai 13.247 unit rumah, menempatkannya di posisi empat besar secara nasional.

Sementara itu, BSN menempati posisi kedua secara nasional dalam realisasi penyaluran FLPP, dengan capaian 45.179 unit atau sekitar 23,8% dari total penyaluran.

Meski realisasi pembiayaan terus berjalan, tantangan pemenuhan kebutuhan rumah di Jawa Timur masih besar. Heru mengungkapkan, sekitar 829 ribu masyarakat di provinsi tersebut masih masuk dalam backlog kepemilikan rumah.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat tren penurunan backlog perumahan pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, dari 9,64 juta menjadi 9,29 juta. Adapun kontribusi penyaluran FLPP hingga 24 Oktober 2026 mencapai 187.260 unit rumah,” ujar Heru.

Baca Juga: Ribuan Warga Madiun Belum Punya Rumah, BP Tapera Dorong Pemanfaatan FLPP

Menurutnya, pemerintah terus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah subsidi melalui sejumlah kebijakan. Salah satunya adalah memberikan pilihan masa tenor kredit hingga 40 tahun, sehingga masyarakat memiliki alternatif dalam menyesuaikan cicilan dengan kemampuan keuangan.

Heru juga menegaskan bahwa rumah yang dibiayai melalui skema FLPP harus memenuhi persyaratan kelayakan sebelum akad pembiayaan dilaksanakan.

“FLPP berbeda dengan rumah komersial. Kami tidak mengizinkan akad jika rumahnya belum tersedia dan siap huni. Tolong sampaikan informasi ini kepada kerabat, handai taulan, dan orang-orang di sekitar. Getok tularkan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah pertama,” katanya.

BP Tapera Tinjau Kualitas Rumah Subsidi Grand Kencana

Selain melakukan sosialisasi, BP Tapera mengunjungi Perumahan Subsidi Grand Kencana di Mojokerto untuk melihat secara langsung kualitas bangunan, kondisi hunian, serta fasilitas yang disediakan pengembang.

Kunjungan dipimpin Heru Pudyo Nugroho dan didampingi pengembang sekaligus pemilik perumahan, Ahmad Assegaf.

Perumahan yang dibangun PT Bangun Griya Insani Sejahtera, anggota asosiasi pengembang Himperra, tersebut telah memasuki tahap pembangunan keenam dengan total 161 unit rumah.

Baca Juga: Kuasai 72% Pangsa Pasar, Dominasi BTN dan BSN di KPR Subsidi Tak Terbendung

Dalam kunjungan itu, Heru juga berdialog dengan penghuni untuk mengetahui pengalaman mereka setelah menempati rumah subsidi. Salah satunya Ahmad Mas’udi Alhabbah, pegawai swasta di sebuah pabrik di sekitar kawasan perumahan.

Ahmad mengatakan, dirinya memilih tenor pembiayaan selama 15 tahun dengan angsuran sekitar Rp1,3 juta per bulan.

Selama menempati rumah tersebut, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti, baik terkait kondisi bangunan maupun fasilitas perumahan. Hal senada disampaikan penghuni lainnya, termasuk istri dari debitur Ahmad Septian Arif yang tinggal di unit sebelahnya.

Heru menilai fasilitas dasar di Grand Kencana cukup baik. Hal itu terlihat dari ketersediaan jalan lingkungan serta sumber air dari sumur bor yang disediakan pengembang pada setiap unit rumah.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya BP Tapera untuk memastikan rumah subsidi tidak hanya terjangkau dari sisi pembiayaan, tetapi juga memenuhi aspek kelayakan hunian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (ZH-1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *