Pemerintah memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga Indonesia pada triwulan II 2026 masih tumbuh di atas 5%. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyebut pengendalian inflasi, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, penguatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Pemerintah terus memperkuat kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan memperluas lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi global. Langkah tersebut ditempuh melalui penguatan konsumsi domestik, penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, serta perbaikan iklim investasi guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, konsumsi rumah tangga Indonesia pada triwulan II 2026 masih tumbuh di atas 5% berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, kondisi ini menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat secara keseluruhan masih terjaga, meskipun pola belanja mengalami perubahan.
Dalam acara CNN Newsroom, Selasa (27/10), Dradjad menjelaskan bahwa perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas belanja daring. Sebagian masyarakat yang sebelumnya berbelanja di pasar atau pusat perbelanjaan kini beralih ke platform digital. Sementara itu, mal semakin banyak dimanfaatkan sebagai tempat bersantap dan rekreasi.
“Jadi ada pergeseran konsumsi. Kemudian yang belanja online itu naik sangat luar biasa tinggi. Karena memang masyarakat ternyata bergeser, kalau biasanya belanja di pasar, di mal, sekarang bergeser ke belanja online. Dan kemudian mal itu sekarang lebih banyak tempat untuk wisata, untuk restoran,” ujar Dradjad.
Baca Juga: Stimulus Perumahan 2027 Disiapkan, PPN DTP dan KPR Subsidi Bakal Diperpanjang
Selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah juga menjadi penopang perekonomian nasional. Pada semester I 2026, tercatat 17 provinsi mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Perkembangan ini menunjukkan sumber pertumbuhan ekonomi semakin beragam, termasuk melalui aktivitas pariwisata.
Pengendalian inflasi dan bantuan sosial
Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga memprioritaskan pengendalian inflasi, terutama tekanan harga yang berasal dari sisi pasokan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan guna menjaga ketersediaan komoditas dan memperbaiki tata kelola distribusi.
Pengendalian inflasi tidak hanya ditujukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi dan kepastian pasar bagi petani. Dengan pasokan yang terjaga, tekanan harga diharapkan dapat dikendalikan tanpa mengabaikan kepentingan produsen.
Di sisi lain, pemerintah terus memperbaiki data penerima bantuan sosial agar penyalurannya semakin tepat sasaran. Pembaruan data dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sehingga bantuan dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Baca Juga: Tak Hanya Bangun Sekolah, Proyek Sekolah Rakyat Buka 97.000 Lapangan Kerja
Berbagai stimulus dan bantuan, termasuk bagi pekerja dan kelompok masyarakat rentan, juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menopang konsumsi rumah tangga sekaligus menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi.
Perkuat investasi dan kepercayaan pasar
Selain menjaga konsumsi domestik, pemerintah berupaya memperkuat iklim investasi dan kepercayaan investor untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Reformasi di sektor pasar modal terus didorong bersama otoritas terkait, terutama dalam memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kredibilitas pasar keuangan Indonesia.
Dradjad menekankan pentingnya pengambilan keputusan investasi berdasarkan analisis fundamental dan data yang memadai. Penguatan kepercayaan investor domestik juga dinilai penting untuk mendukung pendalaman pasar keuangan.
Dengan tata kelola yang semakin transparan dan kredibel, pasar modal diharapkan dapat memainkan peran lebih besar dalam menghimpun pembiayaan bagi dunia usaha. Pada akhirnya, dukungan pembiayaan tersebut dapat membantu mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Penciptaan lapangan kerja tetap menjadi prioritas
Pemerintah juga menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu prioritas, terutama untuk memperluas kesempatan bagi lulusan baru dan penduduk usia produktif. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong investasi, memperkuat sektor usaha, dan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi dunia usaha untuk berkembang serta menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Baca Juga: Meski Terkendala Daya Beli, Penyaluran FLPP Tahun Ini Tertinggi Sejak 2022
Sejalan dengan itu, perlindungan terhadap pekerja juga terus diperkuat melalui berbagai kebijakan. Pemerintah berharap kombinasi antara peningkatan investasi, pertumbuhan usaha, dan perlindungan tenaga kerja dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.
Dradjad mengatakan pemerintah akan terus mengupayakan berbagai langkah untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Namun, ia menilai dukungan masyarakat dan media juga diperlukan agar informasi mengenai kebijakan ekonomi dapat dipahami berdasarkan data.
“Jadi begini, Insya Allah pemerintah melakukan segala sesuatu yang terbaik agar lapangan kerja bisa naik. Pemerintah memberikan banyak proteksi bagi tenaga kerja dengan berbagai kebijakan terakhir ya,” kata Dradjad.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat menyikapi berbagai informasi mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah, terutama dengan memeriksa dasar data yang digunakan.
Melalui penguatan daya beli, pengendalian inflasi, perbaikan iklim investasi, dan perluasan kesempatan kerja, pemerintah berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (ZH-1).

