berita properti

Kritik Bos Serikat Buruh tentang Hunian Pekerja, Bagaimana?

Jakarta, IH—Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, mengatakan bahwa penyediaan rumah pekerja di Indonesia, beda dengan di Tiongkok. Sementara itu, yang dibutuhkan pekerja adalah hunian yang dekat dengan tempatnya bekerja.
“Saya pernah diminta presiden RI untuk ke Tiongkok. Di sana, pekerja bisa jalan kaki ke pabrik. Kalau di Karawang, ada hunian pekerja dibangun tapi kosong karena jauh,” kata dia saat menjadi pembicara di forum diskusi yang digelar Majalah Indonesia Housing di Hotel Ambhara, Jakarta, belum lama ini.
Andi mengatakan, pekerja sebenarnya bisa membeli rumah murah yang berlokasi jauh dari tempatnya bekerja. Tetapi, berpikir lagi karena nantinya harus menanggung biaya transportasi yang mahal.
“Perlu terobosan. Misalnya, pemerintah mewajibkan kawasan industri menyediakan lahan untuk hunian pekerja. Bila tidak, izin tidak dikeluarkan,” kata Andi.
Dia pun mengkritik berjalannya Program Sejuta Rumah karena kurang sosialisasi ke pekerja. Ada program itu, tapi pekerja tidak tahu di mana saja rumah itu tersedia. Sementara, karena sibuk mencari nafkah, pekerja tak punya kesempatan melihat pameran rumah di Jakarta Convention Center atau juga lokasi lain.
 
Sumber Foto Pekerja Pabrik: Metrosulawesi.com

21 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *