Jakarta, IH—Di saat suku bunga perbankan menurun, developer properti di sejumlah proyek properti, saat ini terbilang belum banyak mendapatkan akses dana murah untuk kredit konstruksi. Kelangkaan dana murah juga berlaku di skema penyertaan modal.
“Akibatnya, mereka menanggung cost of money yang belum longgar,” kata Chief Executive Officer (CEO) Property Excellence and Advisory, F.Rach Suherman, di Jakarta hari ini, kepada Majalah Indonesia Housing.
Suherman mengatakan, saat ini efek penurunan suku bunga perbankan, baru terasa efektif di pasar properti murah. Sementara, di pasar menengah, belum ada korelasi langsung.
Dia lantas menjelaskan bahwa pasar properti rumah menengah belum didukung oleh developer yang mengandalkan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR). Demikian pula halnya dengan pasar apartemen menengah yang belum didukung developer yang mengutamakan kredit pemilikan apartemen (KPA).
“Akibatnya, bagi konsumen, sangat mahal jika harus mengandalkan pembayaran tunai bertahap (cash installment) dari developer. Sebab, maksimal masa angsurannya hanya lima tahun,” kata Suherman yang juga sekretaris jenderal Ikatan Analis Properti Indonesia (Ikapri) itu, melalui telepon genggamnya.
Sumber Foto Proyek Perumahan: Istimewa
berita properti
Developer Belum Rasakan Dana Murah
- by admin
- 24/10/2016
- 0 Comments
- Less than a minute
- 9 years ago
