berita properti

Pakar Ini Beri Kiat Saat Pasar Apartemen Lesu (2)

Di tulisan sebelumnya, kita telah membahas dua poin terkait investasi melalui apartemen di Jakarta, di saat pasar properti tersebut melambat. Associate Director Residential Sales and Leasing Colliers International Indonesia, Aleviery Akbar, mengatakan bahwa investasi tersebut harus berlangsung jangka panjang, tidak bisa jangka pendek.
Kemudian, berikut ini adalah poin-poin selanjutnya dari Aleviery.
c. Carilah apartemen yang berpotensi naik harga dengan bagus. Itu antara lain yang berlokasi di area Central Business District Jakarta (CBD Jakarta).
Di seluruh dunia, apartemen yang harganya pasti naik adalah yang berlokasi di kawasan CBD. Kenaikannya bisa cepat-lambat, tapi yang jelas pasti dicari orang.
Area bagus lainnya adalah yang berprospek infrastruktur bagus. Misalnya, di beberapa titik di Jakarta Selatan, ada area favorit warga negara asing (WNA). Ini memudahkan mencari WNA penyewa.
Atau, area yang memancing minat penyewa WNI, adalah yang lokasinya dilewati sarana transportasi massal seperti MRT dan LRT.
d. Lalu, apakah investasi melalui pemilikan kondotel (kondominium hotel) cukup menguntungkan di saat perlambatan pasar? Aleviery berkata, sejumlah hal perlu diperhatikan.
Yakni, siapa operator kondotel itu? Bisakah dia menjamin bahwa tingkat isian kondotel itu akan stabil? Itu penting karena masa jaminan nilai rental oleh operator, biasanya sekira dua-tiga tahun, setelah itu dilepas ke mekanisme pasar.
Akhir kata, dengan perlambatan pasar apartemen, memang investasi harus bersifat jangka panjang. Tatkala nantinya kondisi lebih bagus, orang yang sebenarnya punya dana tapi sekarang menahannya, akan membelanjakan uang. Dan inilah yang mendorong pulihnya pasar apartemen. “Siklus properti itu biasanya bersifat lima tahunan,” kata Aleviery.
 
Sumber Foto Ilustrasi Apartemen: Archdaily.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *