FINANSIAL HEADLINE

Bidik 285 Ribu Unit di 2026, BP Tapera Akan Gandeng 43 Bank Penyalur

Bank Penyalur Tapera

BP Tapera Gandeng 43 Bank Penyalur di 2026: Per 18 Desember 2025 penyaluran dana FLPP mencapai 259.841 unit rumah  senilai Rp32,28 triliun yang disalurkan melalui 39 bank penyalur. (Foto: Ilustrasi/Istimewa).

JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.IDBadan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatatkan kinerja solid menjelang akhir tahun 2025. Tercatat BP Tapera mampu menorehkan rekor realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) KPR Sejahtera bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tertinggi sepanjang sejarah sejak diluncurkan tahun 2010.

Per 18 Desember 2025 penyaluran dana FLPP mencapai 259.841 unit rumah  senilai Rp32,28 triliun yang disalurkan melalui 39 bank penyalur, dari 22 asosiasi perumahan yang dibangun oleh 7.977 pengembang yang terdiri dari 12.931 perumahan tersebar di 33 provinsi dan 401 kab/kota.

Gandeng 43 Bank Penyalur
Heru Pudyo Nugroho, Komisioner BP Tapera

Dana FLPP dipegang oleh BP Tapera semenjak ditunjuk sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) tahun 2022. Tercatat penyaluran dana FLPP tahun 2022 mencapai 226.000 unit rumah dan tahun 2023 sebanyak 229.000 unit rumah.

Penyaluran dana FLPP sempat mengalami penurunan tahun 2024 sebesar 200.300 unit. “Data tersebut memperlihatkan bahwa KPR Sejahtera FLPP sangat diminati oleh masyarakat dan telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho.

Terkait MBR yang berminat FLPP masih didominasi dari kalangan swasta sebanyak 191.875 orang  dan wiraswasta sebesar 36.400 orang. Sedangkan dari kalangan PNS (19.004 orang), TNI/POLRI (5.092 orang) dan profesi lainnya (7.470 orang).

Gandeng 43 Bank untuk Penyaluran FLPP 2026

Sementara itu, di akhir Desember 2025, BP Tapera akan segera melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama dengan 43 Bank Penyalur FLPP untuk tahun 2026. Bank tersebut Adalah BTN, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BSN dan BPD Jawa Barat dan Banten.

Baca Juga: Nobu Bank Resmi Bergabung sebagai Bank Penyalur KPR Sejahtera 2025

Sedangkan sisanya 36 Bank lainnya adalah BJB Syariah, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Jawa Tengah Syariah, Bank Mega Syariah, BPD SUmselBabel, BPD SUmsel Babel Syariah, Bank Jambi, BPD Kalimantan Selatan Syariah, BPD Sumatra Utara, BPD SUlselbar Syariah, BPD Sulselbar, BPD Jawa Timur Syariah, BPD Riau Kepri Syariah, BPD Kalimantan Tengah, Bank Nagari, BPD Aceh, BPD NTB Syariah, BPD Kalimantan Barat, BPD Kalimantan Timur.

Bank lainnya yang akan mengikuti PKS adalah BPD Kalimantan Selatan, BPD NTT, BPD Sumatra Utara Syariah, BPD Kalimantan Barat Syariah, Bank Nagari Syariah, BPD Jambi Syariah, BPD DIY, BPD Sulawesi Tengah, BPD Papua, BPD Bengkulu, Bank Nobu, Bank Artha Graha Internasional, BPD Sulawesi Tenggara, BPD Sulawesi Utara Gorontalo, Bank Jakarta dan Bank Jakarta Syariah.

Baca Juga: BP Tapera Apresiasi Kinerja Bank Penyalur dan Asosiasi Pengembang

Heru Pudyo Nugroho juga menyampaikan bahwa target penyaluran dana FLPP tahun 2026 sebanyak 285 ribu unit rumah dengan total kebutuhan dana sebesar Rp37,1 triliun, yang terdiri dari anggaran DIPA sebesar Rp25,1 triliun dan sisanya dari pengembalian pokok sebesar Rp10,4 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp1,6 triliun.

 “Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, Pemerintah juga mengalokasikan pencadangan pem-biayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah di tahun depan,” tegasnya.

Di sisi lain, Heru sangat mengapresiasi capaian yang dilakukan oleh seluruh bank penyalur tahun 2025 untuk penyaluran tertinggi sepanjang sejarah.

“Kami berharap, tahun 2026 nanti kinerja bank penyalur akan semakin baik dan semakin banyak mas-yarakat berpenghasilan rendah yang terbantu,” ungkapnya mengapresiasi.

Baca Juga: BP Tapera: Target 350 Ribu Unit Masih Sangat Mungkin Tercapai

Hingga 18 Desember 2025, Bank BTN tercatat sebagai bank penyalur FLPP tertinggi dengan realiasi 124.611 unit rumah subsidi. Di posisi kedua diikuti Bank BTN Syariah yang menyalurkan FLPP untuk 54.825 unit.

Kemudian berturut-turut Bank BRI (30.279 unit); Bank BNI (13.499 unit); dan Bank Mandiri (10.591 unit). Bank Syariah Indonesia (3.992 unit); BPD Jawa Barat dan Banten (3.905 unit).  “Saya berharap kinerja ini tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan untuk penyaluran sesuai target penyaluran FLPP di tahun 2026,” tandas Komisioner Heru.

Dalam PKS yang akan segera ditandatangani Komisioner Heru juga menyampaikan bahwa terjadi pen-ingkatan penyaluran dana FLPP untuk non formal sebesar 15%.

“Jika tahun 2025 dalam PKS hanya mengalokasikan 10% untuk non formal untuk setiap bank, namun tahun ini meningkat menjadi 15%. Sehingga diharapkan akan semakin banyak non formal yang akan menikmati pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dan semakin merata di seluruh Indonesia,” pugkas Heru. (zh1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *