Aksi konsolidasi besar-besaran di industri perbankan rakyat kembali terjadi. Pasca-mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penggabungan empat entitas Bank Perekonomian Rakyat (BPR) ke dalam PT BPR Kredit Mandiri Indonesia sukses mendongkrak total aset perusahaan secara signifikan menjadi Rp1,039 triliun dari yang sebelumnya hanya tercatat sebesar Rp777 miliar.
TANGERANG, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Tiga BPR regional yakni BPR Kredit Mandiri Celebes Sejahtera, BPR Kredit Mandiri Sulawesi Selatan Sejahtera, dan BPR Kredit Mandiri Kalimantan Timur resmi bergabung ke dalam BPR Kredit Mandiri Indonesia. Langkah merger ini dilakukan untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah kompetisi industri perbankan yang semakin ketat.
Komisaris Utama BPR Kredit Mandiri Indonesia, Melvin Wangkar mengatakan, penggabungan tersebut diharapkan membuat perusahaan lebih sehat, efisien, dan mampu melakukan ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan mampu bersaing di industri perbankan yang semakin kompetitif, dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Setelah merger, total aset BPR Kredit Mandiri Indonesia meningkat menjadi Rp 1,039 Triliun. Sebelumnya, BPR Kredit Mandiri Indonesia memiliki aset Rp 777 miliar, sementara tiga BPR yang bergabung masing-masing memiliki asset BPR Kredit Mandiri Celebes Sejahtera Rp 193 miliar, BPR Kredit Mandiri Sulawesi Selatan Sejahtera Rp 36 miliar, dan BPR Kredit Mandiri Kalimantan Timur Rp 33 miliar.
Baca Juga: Adu Canggih Super App Perbankan, Intip Senjata Andalan BNI
Merger tersebut juga telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEP-38/D.03/2026 Tentang Pemberian Izin Penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat Kredit Mandiri Celebes Sejahtera, PT Bank Perekenomian Rakyat Kredit Mandiri Sulawesi Selatan Sejahtera dan PT Bank Perekonomian Rakyat Kredit Mandiri Kalimantan Timur Ke Dalam PT Bank Perekonomian Rakyat Kredit Mandiri Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kebijakan konsolidasi sektor BPR untuk memperkuat struktur permodalan dan tata kelola industri perbankan rakyat.
Menurut Melvin, merger tidak hanya memperbesar kapasitas bisnis, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, terutama di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.
“Nasabah nantinya bisa menikmati layanan yang lebih cepat dan terintegrasi, jaringan kantor yang lebih luas, serta produk dan layanan yang lebih beragam,” katanya.
Baca Juga: Konsisten Lanjutkan Transformasi, Bank Jakarta Raih TOP BUMD Awards 2026
Selain itu, merger juga menjadi bagian dari strategi transformasi digital perusahaan melalui integrasi sistem operasional dan penguatan teknologi informasi agar layanan menjadi lebih efektif dan efisien.
Ke depan, BPR Kredit Mandiri Indonesia akan fokus memperluas pembiayaan UMKM dan memperkuat ekspansi bisnis di berbagai wilayah potensial. Dengan struktur permodalan yang lebih solid, perusahaan optimistis mampu bersaing tidak hanya dengan sesama BPR, tetapi juga bank umum dan lembaga keuangan lainnya. (zh1).

