NEWS

Dukung B20, Sinar Mas Land Gelar Seminar Energy Sustainability

seminar energy SML

Ratusan peserta yang terdiri dari pemerintah, badan usaha, masyarakat sipil, dan asosiasi di bidang energi turut meramaikan acara tersebut. Seminar nasional ini juga menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya di antaranya Zainal Arifin (Executive Vice President of Engineering and Technology – PT PLN Persero), Satya W. Yudha (Ketua Komite Tetap Kebijakan & Regulasi, KADIN Indonesia Bidang ESDM), Luh Nyoman Puspa Dewi (Director of Conservation Energy, Ministry of Energy and Mineral Resources of Indonesia), Retno Gumilang Dewi (Energy Policy Center – Institut Teknologi Bandung).

INDONESIAHOUSING.ID, BSD City— Dalam rangka mendukung kegiatan The Business 20 (B20), Sinar Mas Land menyelenggarakan seminar nasional secara hybrid bertema Energy, Sustainability, & Climate (ESC) Task Force: Transisi ke Energi Bersih untuk Mobilitas Menuju Net Zero Emission (NZE) pada Jumat (20/5) di Q Big, BSD City. Sebanyak lebih dari 150 peserta mengikuti seminar bergengsi ini yang terdiri dari pemerintah, badan usaha, masyarakat sipil, dan asosiasi di bidang energi turut meramaikan acara tersebut.

The Business 20 (B20) merupakan outreach group dari G20 yang mewakili komunitas bisnis internasional untuk berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan seimbang. Perubahan iklim menjadi salah satu isu dalam pembahasan di forum tersebut. Penanganan perubahan iklim pun menjadi lebih sering dibicarakan seperti transisi energi untuk menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Sinar Mas Land Berikan Beasiswa Coding untuk Pemuda-Pemudi Kabupaten Tangerang

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) – M. Arsjad Rasjid P. M. menjelaskan, Indonesia bertekad mendukung inisiatif untuk memerangi perubahan iklim global dengan mencapai ttarget emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat. Indonesia kaya akan energi baru & terbarukan (EBT) seperti energi surya, pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan angin, yang dapat di manfaatkan untuk mewujudkan target net zero emisi. Namun kendala terbesar yang sering dihadapi yaitu pendanaan dan teknologi.

“Kerja sama dan kemitraan antar publik dan swasta dapat menjadi kunci dalam menghadapi kedua tantangan. Pemberian insentif seperti pajak & tarif juga penting untuk mengakselerasi pemberdayaan EBT di Indonesia; dengan membuat EBT kompetitif dibandingkan dengan energi fosil dan membentuk pasar yang menarik bagi investor,” ujarnya

Sementara itu, B20 Chair dan WKU Koordinator KADIN Indonesia Bidang Maritim, Investasi, dan Internasional – Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, transisi energi bukanlah proses yang sederhana dan singkat, tetapi harus dilakukan secara berkeadilan dan teratur. Dalam hal ini, G20 perlu bertindak sebagai penggerak yang memberikan dukungan penuh terhadap proses transisi tersebut dengan mempercepat transisi penggunaan energi dari energi fosil ke energi terbarukan, memastikan transisi yang berkeadilan dan terjangkau bagi negara berkembang, dan meningkatkan ketahanan energi.

“Dukungan untuk peningkatan akses, keterjangkauan dan penggunaan teknologi energi terbarukan bukan hanya diperlukan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh rumah tangga dan UMKM,” jelas Shinta.

Di saat yang sama, Deputy Chair Energy Sustainability and Climate (ESC) Task Force B20 – Agung Wicaksono mengatakan, elektrifikasi, pembangkitan berbasis energi terbarukan, dan efisiensi energi adalah pilar utama transisi energi, dan investasi dalam teknologi dan sektor terkait transisi energi pun semakin meningkat.

“Salah satu pilar teknologi yang kami yakini akan berperan besar dalam transisi energi adalah Kendaraan Listrik sebagai transportasi rendah emisi. Hal ini juga sejalan dengan inisiatif Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Serta, sejalan dengan salah satu prioritas rekomendasi kebijakan yang diformulasikan oleh ESC Task Force yaitu percepatan transisi energi berkelanjutan dengan menurunkan intensitas karbon melalui berbagai inisiatif. Oleh karena itu, Forum Diskusi Nasional ini penting untuk berbagi wawasan tentang langkah- langkah prioritas dalam rangka mempercepat transisi di penggunaan energi yang bersih berkelanjutan, serta mendorong kemitraan global dengan sektor publik dan swasata untuk memepercepat penyebaran Kendaraan Listrik dan ekosistemnya di Indonesia,” paparnya.

Baca Juga: Kolaborasi Mitsubishi Corporation dan Sinar Mas Land Kembangkan KIZO Residence

Group CEO Sinar Mas Land – Michael Widjaja mengatakan, “Sinar Mas Land dan BSD City merasa bangga dan terhormat menjadi tuan rumah dalam acara ini. Isu yang dibahas dalam forum B20 selaras dengan visi Sinar Mas Land dalam membangun kehidupan yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. Sinar Mas Land juga berupaya untuk menghadirkan lingkungan hidup yang sustainable dan menjadi pionir cityscape yang berkelanjutan dari hulu ke hilir mulai dari taman-taman kota, streetscape hingga  gedung-gedung perkantoran, produk residensial dan komersial untuk menghadirkan lingkungan yang nyaman untuk masyarakat.”

Sinar Mas Land juga mentransformasi salah satu proyek township-nya yakni BSD City menjadi ekosistem smart digital cities dengan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan untuk menuju lingkungan lingkungan yang lebih baik.  (zh1)

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *