seremoni

Indonesia Property&Bank Award (IPBA) Ke 11

Jakarta—IH: Majalah Property&Bank bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Properti&Keuangan (AJPK), kembali menggelar Indonesia Property&Bank Award (IPBA) yang tahun ini merupakan event ke 11 kalinya. Diselenggarakan sejak tahun 2005 lalu, IPBA kini telah menjadi sebuah ajang penghargaan paling bergengsi di industri properti dan perbankan tanah air. Tahun ini IPBA di gelar di Ballroom Raffles Hotel, Ciputra Wolrd, Jakarta.
Sejak mulai digelar 11 tahun silam, IPBA mengusung prinsip yang disematkan oleh panitia, juri dan tim redaksi Majalah Property&Bank adalah beyond on survey. Begitu juga dengan IPBA ke 11 ini, setiap nominator yang masuk dalam kategori harus melalui tahapan panjang serta analisa yang mendalam dari tim redaksi Majalah Property&Bank dan Aliansi Jurnalis Property dan Keuangan.
Pemimpin Redaksi Majalah Property&Bank Indra Utama mengatakan, dalam dua tahun belakangan industri properti sedikit mengalami perlambatan akibat beberapa hal. Sejumlah pengembang mengakui adanya penurunan transaksi dan penjualan. Namun, dengan keyakinan dan dukungan dari semua pihak, ajang IPBA masih dapat berlangsung sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
“Indonesia Property&Bank Award telah menjadi benchmark baru bagi masyarakat umum, kalangan pemangku kepentingan serta institusi lainnya dalam mengambil kepuitusan bisnis dan investasi. Ini bukti bahwa Indonesia Property&Bank Award telah menjadi bagian dari sejarah industri properti dan perbankan karena telah membuktikan memberi kontribusi terbaik bagi kedua industri ini,” ujar Indra Utama yang juga sebagai Ketua AJPK.
Ketua Panitia Penyelenggara IPBA Adrian Putra menjelaskan, pengalaman terus memberikan pengalaman yang terbaik dan merupakan guru yang sangat tepat agar terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Setiap tahun penyelenggaraan IPBA, selalu terjadi peningkatan baik jumlah nominasi dan pemenang maupun kualitas penyelenggaraan event.
“Seorang pakar managemen mengatakan,  kerja keras mempersiapkan sebuah event secara perdana adalah merupakan pekerjaan sulit, namun mempertahankan pelaksanaan sebuah event terlaksana secara bersinambungan dengan hasil yang semakin baik, jauh lebih sulit lagi,” ujar Adrian yang merupakan Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Property&Bank.
Indra menjelaskan, ditengah banyaknya even sejenis yang belakangan muncul, sebagai pelopor penyelenggaraan anugerah penghargaan di industri properti, IPBA selalu dipersiapkan dengan maksimal. Majalah Property&Bank dan AJPK selalu berupaya memberikan hasil penilaian dan acara yang terbaik. Bukan hanya dari sisi kualitas, namun juga eksposur yang luas dan secara maksimal melalui media cetak dan elektronik.
Adrian menambahkan, IPBA ke-11 ini akan menjadi momentum untuk terus melakukan berbagai improvement dalam penyelenggaraan anugerah bergengsi ini ke depannya. Bagi redaksi Majalah Property&Bank dan AJPK,  event ini adalah sebuah pertaruhan untuk menjadikan IPBA terus menjadi  tolok ukur/benchmark  prestasi proyek properti, perbankan serta kontribusi nyata insan pers dalam mendorong pelaku bisnis properti dan perbankan nasional dalam menuju pembangunan Indonesia yang berkualitas.
Pada IPBA ke 11 yang mengusung tema SPEED, INTEGRITY dan INNOVATION ini, masih menggandeng tim juri yang sangat berpengalaman dan berkompeten di bisnis properti maupun perbankan. Prof. DR. Ir. Moch Danisworo masih menjadi Ketua Dewan Juri, lalu Ir. B. Irwan Wipranata (UNTAR),  Tommy Zhu (Investor Academy Singapore), Zulfi S.Koto (The HUD Institute) dan Ir. A. Husaini, M. Arch (by research RMIT).
“Dari sejumlah proyek yang masuk menjadi nominasi, tim juri sudah melakukan analisa untuk menentukan proyek mana saja yang mendapatkan penghargaan. Dalam menentukannya, tim juri memiliki beberapa kriteria dan masukan dari tim redaksi Majalah Property&Bank,” ujar Prof. DR. Ir. Moch Danisworo yang merupakan Guru Besar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah perguruan tinggi.
Sejumlah proyek dan tokoh yang menjadi penerima penghargaan pada IPBA kali ini sangat beragam, mulai dari yang berlokasi di daerah, Jakarta bahkan hingga luar negeri, namun dikembangkan oleh pengembang tanah air. Bagi penerima penghargaan yang berasal dari dalam negeri, penghargaan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru dalam menuju pasar bebas dan persaingan yang kian ketat. EZA

22 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *