Antasari Place. Salah satu proyek terbaru PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) di Jakarta. Penjualan untuk proyek Antasari Place sendiri sudah mencapai 400 unit dengan harga Rp 1,5 miliar per unit. (foto.ih/zh)
INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), perusahaan pengembangan property dengan konsep pengembangan iconic lifestyle properties di Indonesia, akan terus memperkenalkan berbagai inovasi yang telah dan akan dilakukan dalam beberapa tahun kedepan seiring permintaan dan tren pertumbuhan pasar.
Hal tersebut dikemukakan oleh Agoes Soelistyo Santoso, Cofounder & Commissioner PT Indonesian Paradise Property Tbk kepada sejumlah awak media dalam acara Media Gathering, Jumat (28/10/2022) di Harris Suites fX Sudirman, Jakarta.

Menurut Agoes sejak berdiri tahun 2002, INPP memiliki perjalanan panjang sebagai perusahaan yang bergerak di bidang properti untuk terus membangun negeri. Mengikuti berbagai perubahan yang terjadi di dalam dan luar negeri untuk terus berkarya.
Baca Juga: Begini Strategi INPP Menyulap Antasari Place Jadi Semakin Diminati
INPP lanjutnya juga telah melakukan transformasi kepemimpinan di dalam perusahaan untuk terus melanjutkan estafet pembangunan perusahaan.
“Proyek pertama INPP adalah membangun hotel untuk kalangan anak muda yang pada waktu itu belum ada pasarnya. Peluang itu kami wujudkan dengan membangun HARRIS pertama di dunia, yatu HARRIS Hotel Tuban-Bali hingga kini kami mengusung konsep mixed-use development untuk pembangunan hotel & ritel yang terintegrasi di satu kawasan,” kata Agoes.
Sementaraitu, Anthony Prabowo Susilo, President Director & CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk mengungkapkan bahwa pada tahun 2017 INPP mulai memperkuat bisnisnya dengan memasuki segmen residensial (hunian), yang dimulai dari pembangunan One Residence – Batam.
“Hal inilah yang menjadi proyeksi utama pengembangan bisnis INPP untuk tahun-tahun mendatang. Kami sudah membuktikan bahwa INPP mampu bertahan dan tetap membangun di tengah pandemi bahkan 4 unit bisnis kami mulai beroperasi di masa pandemic tersebut. Kami optimis pertumbuhan negeri yang positif juga akan membawa INPP akan semakin kuat membangun negeri,” kata Anthony.
Pada kesempatan yang sama, Hadi Cahyadi yang merupakan Wakil Presiden Komisaris&Komisaris Independen PT Indonesian Paradise Property Tbk, mengungkapkan bahwa dirinya melihat INPP ini mampu memberikan angin segar optimism perubahan dengan penerapan strategi dan kebijakan yang diyakini dapat membawa dampak perubahan secara bertahap di masa yang akan datang.
“Banyak capaian positif yang sudah dilakukan oleh INPP, namun beberapa indikator masih perlu ditingkatkan seiring ekonomi domestik yang diperkirakan akan terus berangsur pulih,” kata Hadi.
Proyeksi Penjualan
Pada kesempatan tersebut, menjawab pertanyaan media, Anthony menjelaskan bahwa perseroan memprediksi pra penjualan seluruh aset INPP senilaiRp200 miliar hingga akhir tahun ini. “Marketing sales seluruhnya untuk aset INPP hingga akhir tahun ini harusnya Rp200 miliar,” kata Anthony.
Sementara itu, kontribusi penjualan terbanya kini berasal dari apartemen di Makassar. Artinya, dari Rp200 miliar itu termasuk dari penjualana partemen di Makassar.
Sedangkan, penjualan untuk proyek Antasari Place sudah mencapai 400 unit dengan harga Rp 1,5 miliar per unit. Kemudian, untuk nilai penjualannya mencapai Rp600 miliar. “Penjualan Antasari Place 400 unit, harga per unit Rp1,5 miliar, nilai penjualan Rp600 miliar,” kata dia.
Baca Juga: Gandeng Perbankan dan Agen Properti, PDS Makin Pede Pasarkan Antasari Place
Tak hanya itu, kedepan juga INPP memiliki sejumlah rencana, salah satunya pengembangan ekstensi 23 Paskal. Perseroan ingin ekstension 23 paskal terus dikembangkan, demikian juga dengan Antasari Place. INPP juga masih melakukan pembangunan untuk proyek Antasari Place, Semarang, Makassar dan juga Balikpapan.
“Pembangunan Antasari Place, proyek di Semarang, Makassar dan Balikpapan, di high place aja di Makassar lagi bangun, bisa 5-6 proyek,” pungkasnya. (EEP-2)


31 Comments