Kementerian PKP bersama Gubernur Jawa Barat, Bupati serta Walikota melakukan MoU kuota FLPP rumah subsidi di Jawa Barat sebanyak 23.000 unit rumah, dengan rincian 13.000 dari Kementerian PKP melalui BP Tapera untuk ASN Pemda, dan 10.000 unit lagi melalui penyaluran KPR FLPP dari Bank BJB. (Foto: Perumahan Pesona Kahuripan 9, Cileungsi/Ilustrasi/istimewa).
JAWA BARAT, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengalokasikan KPR FLPP untuk 13.000 rumah bersubsidi yang akan diperuntukkan bagi para ASN di 11 Kabupaten / Kota di Jawa Barat.
“Tadi saya bersama Gubernur Jawa Barat dan Bupati serta Walikota se Jawa Barat melakukan penandatangan MoU kuota FLPP di Jawa Barat sebayak 23.000 unit rumah, yakni 13.000 unit diantaranya dari Kementerian PKP lewat BP Tapera untuk ASN Pemda, dan 10.000 unit melalui penyaluran KPR FLPP dari Bank BJB,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait, di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat,” ujar Menteri PKP, seperti dirilis dari keterangan resmi Biro Kumpu Kemen PKP, Kamis, (5/6).
Baca Juga: Bank BJB Diminta Tingkatkan Capaian Penyaluran FLPP, Begini Respons Dirut Yusuf Saadudin
Pada kesempatan itu, Menteri PKP bersama Gubernur Jawa Barat, Wakil Kepala BPS, Komisioner BP Tapera serta sejumlah kepala daerah hadir di Gedung Pakuan, Jawa Barat, guna menandatangani Nota Kesepakatan antara Kementerian PKP dan Badan Pusat Statistik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Cianjur, Purwakarta, Subang, Majalengka, Indramayu, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Kota Depok, Kota Bandung tentang Sinergitas Penyediaan dan Pemutakhiran Data dan/ atau informasi statistik serta penyelenggaraan perumahan bagi MBR dan ASN.
Dalam momentum yang sama, Menteri PKP juga memberikan kunci rumah secara simbolis kepada salah seorang guru Madrasah Aliyah Muslimin Celak bernama Titim Hotimah. Dirinya bahkan menambah semangat guru tersebut berupa tambahan dana senilai Rp 25 juta untuk membeli kendaraan bermotor.
Baca Juga: Menteri PKP, Pembiayaan Mikro Perumahan untuk Perangi Rentenir Bank Emok
“Ya, tadi kunci rumahnya dikasih langsung ke ibu guru yang ternyata selama 21 tahun berumah tangga baru bisa memiliki rumah sendiri dengan KPR FLPP. Tadi Pak Gubernur juga memberikan bantuan bebas angsuran selama 2 tahun dan Ketua Umum REI memberikan umroh. Ini semangat gotong royong supaya rakyat makin semangat memiliki rumah sendiri dengan KPR FLPP,” katanya.
Menteri Ara juga menjelaskan, ada pengusaha sukses dari Jawa Barat, Pak Purnama, yang juga akan membantu uang muka untuk 1.000 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang akan memanfaatkan KPR FLPP.
Baca Juga: Mimpi MBR Non-Fixed Income untuk Memiliki Rumah Bisa Terwujud Melalui KPR FLPP
“Ini bukti kepercayaan pada Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto bahwa pengusaha Jawa Barat akan membantu uang muka untuk 1.000 rumah bersubsidi bagi masyarakat. Gratis untuk warga nanti kita bagi-bagi ke Kabupaten / Kota yang membutuhkan,” katanya.
Menurut Menteri PKP, jumlah capaian KPR FLPP di Jawa Barat selalu menjadi daerah yang paling tinggi penyerapannya. Jumlahnya sekitar 30 persen dari total KPR FLPP nasional dan tahun ini menjadi sejarah dimana Presiden Prabowo Subianto mendorong Program 3 Juta Rumah dengan mengalokasikan anggaran KPR FLPP tertinggi sejak Indonesia Merdeka yakni sebanyak 350.000 rumah untuk rakyat.
Baca Juga: Menteri PKP Pastikan Dana FLPP 350.000 Unit Sudah Tersedia
Dirinya berharap adanya dukungan dari Kepala Daerah, Perbankan dan Pengembang di Jawa Barat untuk mensosialisasikan kemudahan akses masyarakat termasuk ASN untuk memiliki rumah layak huni dan terjangkau dengan memanfaatkan KPR FLPP.
“Ini saatnya rakyat Jawa Barat bisa memiliki rumah layak huni dengan KPR FLPP. Mari kita bersama- sama mensosialisasikan program pro rakyat Presiden Prabowo Subianto dengan masif mulai dari Kepala Daerah agar rakyatnya bisa memiliki rumah subsidi yang layak huni dan berkualitas,” harapnya. (QQ-2).

