Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat menghadiri Groundbreaking Indonesia Design District, Senin (30/5) di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. (foto: dok Parekraf).
INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi segera hadirnya Indonesia Design District (IDD) sebagai pusat desain dan furniture di Jakarta.
Kehadiran IDD diharapkan Wamenparekraf nantinya dapat mendukung pertumbuhan industri kreatif dan furnitur (home living) tanah air sekaligus menjadi destinasi wisata belanja baru bagi wisatawan
“Pasar ekspornya juga sangat menjanjikan. BKPM memprediksi potensi ekspor sektor ini tumbuh 20 persen setiap tahunnya,” kata Wamenparekraf Angela.
Baca Juga: Terbesar di Indonesia, ASG Hadirkan Distrik Otomotif PIK 2
Meski sempat terdampak akibat pandemi, sektor ini menunjukan resiliensi yang tinggi dan bisa pulih dengan cepat. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan pada kuartal pertama tahun lalu industri furnitur mengalami pertumbuhan sebesar 8,04 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang terkontraksi akibat pandemi.
Sementara dari sisi ekonomi kreatif, kriya atau kerajinan di Indonesia merupakan 3 besar penyumbang PDB ekonomi kreatif nasional atau di kisaran 14 sampai 15 persen. Data salah satu marketplace terbesar di Indonesia juga menunjukkan bahwa kerajinan dan dekorasi rumah menjadi salah satu produk yang paling laris pada tahun lalu selama pandemi.
“Jadi ini menunjukkan bahwa potensi furnitur dan home living di Indonesia sangat besar. Dan ditopang dengan konsumsi dalam negeri yang juga sebenarnya sangat potensial, pasar domestik ini harus kita garap. Apalagi populasi Indonesia saat ini didominasi usia muda dan produktif,” kata Angela.
Karenanya akan hadirnya Indonesia Design District ini dinilai sebagai momentum tepat yang tidak hanya menangkap potensi dari pasar dalam negeri, tapi juga minat wisatawan mancanegara.
“Kita ke depan berharap IDD ini bisa jadi destinasi wisata belanja yang besar khususnya dalam bidang furnitur dan home living serta menjadi wadah untuk ekosistem ekonomi kreatif lokal seperti arsitek, interior designer, product designer, dan lainnya,” papar Angela.
Pemerintah sendiri dikatakannya berkomitmen untuk terus mendorong konsumsi dalam negeri yang dimulai dengan kampanye nasional Bangga Buatan Indonesia yang mendorong UMKM untuk go digital
“Data terakhir sudah sekitar 18,5 juta UMKM yang go digital dan tahun ini kami berkomitmen agar bisa mendorong satu juta produk UMKM masuk ke e-katalog dalam LKPP sehingga bisa mewujudkan belanja pemerintah ke produk lokal sebesar Rp586 triliun. Dan ini tidak menutup kemungkinan untuk belanja produk-produk furnitur dan home living,” terangnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno, Indonesia Jadi Acuan Dunia dalam Kebangkitan Pariwisata
Soesilawati selaku Project Director IDD mengatakan, IDD akan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2). Dikembangkan oleh Agung Sedayu Group dan Salim Group, one-stop home & living furniture center ini akan menjadi showcase bagi lebih dari 200 brand terkemuka.
Mengusung konsep outdoor oriented mall masing-masing toko akan berdiri sendiri dan pengunjung bisa berjalan-jalan santai dari satu toko ke toko lain yang terhubung dengan koridor yang luas. Suasana hijau dan berbagai fasilitas penunjang yang disediakan akan membuat pengalaman berbelanja semakin nyaman.
Ia mengatakan IDD yang ditargetkan beroperasi pada kuartal 4 tahun 2023 akan melengkapi fasilitas dan layanan bagi masyarakat dan wisatawan di PIK 2.
“Kami mempunyai visi menjadikan PIK 2 sebagai destinasi wisata baru masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Karenanya kami berkomitmen menghadirkan proyek-proyek yang baik di lokasi ini,” kata Soesilawati (zh1)


34 Comments