Implementasi gerakan pembangunan kota berkelanjutan melibatkan banyak pemangku kepentingan dan program pendukungnya, antara lain pembangunan Green City oleh kalangan pengembang properti, pembuatan Green Products oleh para produsen material dan teknologi bangunan, serta program pembangunan Smart City di banyak kota dan kabupaten di Indonesia.
INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— PEMBANGUNAN kota yang berkelanjutan, atau yang sering disebut sebagai “livable city,” menjadi keniscayaan bagi banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Livable city adalah konsep di mana kota dirancang dan dikembangkan untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi penduduknya, dengan berfokus pada aspek-aspek seperti infrastruktur, lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.
Baca Juga: Menteri Basuki : IKN Jadi Tantangan Sekaligus Peluang bagi Para Arsitek
Indonesia sebagai negara dengan populasi yang besar dan pertumbuhan perkotaan yang cepat menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan konsep livable city. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan penduduk Indonesia akan bertambah sebanyak 63,8 juta pada 2024, dibandingkan dengan 2015. Dari jumlah penduduk tersebut, sebanyak 67,1 persen akan tinggal di kota.

Meski pertumbuhan penduduk di Indonesia relatif sedikit melambat, namun Kementerian PPN/Bappenas memproyeksikan jumlah penduduk Indonesia pada 2045 akan mencapai 324 juta orang atau bertambah 54,42 juta orang dibanding 2020. Seiring dengan itu, urbanisasi jelas akan terus meningkat ke perkotaan, sehingga kebutuhan terhadap pangan, bahan bakar, air bersih dan pemukiman tentunya akan meningkat pula.
Persoalan lain yang juga akan dihadapi adalah kemacetan lalu lintas, polusi udara dan air, kekurangan ruang terbuka hijau, akses terbatas terhadap fasilitas publik, dan kesenjangan sosial-ekonomi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.
Baca Juga: Menteri Hadi Tjahjanto Harapkan Transformasi Perkotaan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dalam Side Event High-Level Political Forum (HLPF) on Sustainable Development 2023 Driving “Changes at the Local Level: Innovative Approaches to localize the SDGs” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 mengamanatkan Indonesia perlu melaksanakan pelokalan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TBP/SDGs).
Implementasi TPB/SDGs terlihat dalam Rencana Kerja Pemerintah 2023 yang mendorong pertumbuhan ekonomi hijau untuk mencapai perekonomian yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Hasilnya, dari 38 provinsi di Indonesia, 32 provinsi telah memberlakukan Rencana Aksi Daerah untuk SDGs sebagai peta jalan menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan SDGs dan memastikan tidak ada yang tertinggal.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan implementasi TPB/SDGs membutuhkan pendekatan seluruh masyarakat dengan keterlibatan aktif semua anggota masyarakat di tingkat nasional dan daerah. Melokalkan SDGs bukan hanya sarana untuk mencapai tujuan, tetapi merupakan bagian integral dari pencapaian Visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju yang berdaulat, dan berkelanjutan,” tutur Menteri yang akrab disapa Sumo ini, seperti dilansir laman www.Bappenas.co.id.
Baca Juga: Sinar Mas Land Gandeng Samsung C&T Kembangkan Smart City di BSD City
Implementasi gerakan pembangunan kota berkelanjutan melibatkan banyak pemangku kepentingan dan program pendukungnya, antara lain pembangunan Green City oleh kalangan pengembang properti, pembuatan Green Products oleh para produsen material dan teknologi bangunan, serta program pembangunan Smart City di banyak kota dan kabupaten di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, dan Bappenas telah mendeklarasikan program “Menuju 100 Smart Cities” sebagai bagian penting dari pembangunan kota berkelanjutan.
Komitmen dan Konsistensi Sinar Mas Land
Mewujudkan konsep pembangunan livable city di Indonesia jelas merupakan tugas yang kompleks dan memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan akademisi. Dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah strategis yang tepat, Indonesia dapat menghadapi tantangan perkotaan dengan lebih baik dan menciptakan kota-kota yang nyaman, berkelanjutan, dan menyenangkan bagi seluruh penduduknya.
Baca Juga: Peminat Tinggi, Sinar Mas Land dan Mitbana Rilis Klaster Welton di Hiera
Dari pihak swasta dalam hal ini pengembang kawasan berskala kota, salah satu perusahaan pengembang yang memiliki komitmen kuat dalam menerapkan konsep pembangunan kota yang berkelanjutan adalah Sinar Mas Land. Setidaknya, Sinar Mas Land yang merupakan pengembang kawasan kota mandiri terbesar di tanah air ini sangat konsisten serta peduli terhadap kehidupan masyarakat yang lebih baik, dan kini tengah bergerak menuju pengembangan livable city di setiap proyek yang mereka kelola.

Hampir semua aspek kunci yang perlu dipertimbangkan dalam upaya mewujudkan konsep pembangunan livable city antara lain; Transportasi yang Ramah Lingkungan, Lingkungan Bersih dan Sehat, Ruang Terbuka Hijau, Akses ke Fasilitas Publik, Pengembangan Ekonomi yang Berkelanjutan, Pelestarian Budaya dan Identitas Lokal, Penggunaan Teknologi dan Inovasi, dan Partisipasi Masyarakat, sudah mereka terapkan.
Baca Juga: Dukung Iklim Industri yang Berkelanjutan, Sinar Mas Land Implementasikan Prinsip ESG
Tengok saja seperti di proyek Kota Deltamas yang dikembangkan Sinar Mas Land bersama Sojitz Corporation melalui PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi. Di kawasan kota mandiri yang berdiri di atas lahan seluas ± 3.200 hektare tersebut, Sinar Mas Land konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Sebagai kawasan yang memadukan antara hunian, komersial, dan kawasan industri, Kota Deltamas dibangun dengan standar low pollution industrial karena semua tenant diwajibkan mengontrol polusi udara dan suara yang keseluruhan operasinya dipantau oleh pihak Kota Deltamas.
Tidak hanya itu, Kota Deltamas juga secara bertahap beralih menggunakan kendaraan listrik untuk kegiatan operasional perusahaan. Upaya ini dilakukan guna mendukung target net zero emission pada 2060 yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Kota Deltamas juga menghemat energi dengan menggunakan lampu LED dan lampu PJU (penerangan jalan umum) hybrid dengan solar panel, bahkan pemenuhan listrik di Marketing Office Kota Deltamas bersumber dari 100% renewable energy. Tak heran banyak yang menyebut Kota Deltamas sebagai kota masa depan ramah lingkungan.
Baca Juga: Kota Deltamas Siap Menuju Kota Masa Depan Ramah Lingkungan
Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk – Hongky J. Nantung mengatakan, penggunaan kendaraan listrik merupakan inisiatif Kota Deltamas guna menekan emisi karbon serta menjadi bagian dari energy transition yang terus diupayakan perusahaan. Selain baik untuk lingkungan, penggunaan kendaraan listrik juga lebih efisien dibanding kendaraan berbahan bakar minyak sehingga dapat menghemat biaya operasional perusahaan.
“Kami memiliki visi agar Kota Deltamas dapat menjadi percontohan sebagai kota ramah lingkungan kelas dunia di masa depan,” terang Hongky.
Tak hanya penggunaan kendaraan ramah lingkungan, penghijauan juga dilakukan di seluruh kawasan Kota Deltamas mulai dari komplek hunian hingga kawasan industri. Hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan ruang hijau terbuka yang proporsional sehingga dapat menghasilkan udara sejuk, bersih, dan sehat. Selain itu, sebagai bentuk pelestarian lingkungan dari Kota Deltamas juga telah melakukan langkah awal inisiasi penggunaan aspal berbahan dasar limbah plastik HDPE yang sifatnya sulit diurai. Hal ini diharapkan akan menekan pencemaran lingkungan dan mengurangi sampah laut.

Melengkapi pembangunan yang berkelanjutan, Kota Deltamas membangun sejumlah fasilitas pengolahan limbah dan air dengan teknologi terkini. Air limbah yang berasal dari Kota Deltamas juga telah diolah terlebih dahulu agar menjadi air siap pakai sehingga dapat digunakan untuk penyiraman area hijau. Hal tersebut dapat mengurangi persentase air limbah industri maupun rumah tangga yang umumnya menjadi sumber pencemar di berbagai sungai.
Baca Juga: Sederet Alasan Mengapa Kota Deltamas Menjadi Pilihan Investasi Terbaik
Kota Deltamas mengintegrasikan area hunian, komersial dan kawasan industri GIIC (Greenland International Industrial Center) bertaraf internasional yang dilengkapi dengan pengelolaan air bersih (WTP), pengolahan limbah (WWTP), penggunaan sumber daya listrik green renewable electricity dari PLN, fiber optik dan area hijau.
Saat ini, Kota Deltamas sedang gencar mengembangkan lebih banyak fasilitas dan infrastruktur guna mendukung kegiatan live, work, and play. Sejumlah fasilitas telah berdiri di antaranya sejumlah sekolah nasional maupun internasional (antara lain Cikarang Japanese School, Jakarta International University/Korean Education Complex, ITSB, SMK Ananda Mitra Industri, Pangudi Luhur), fasilitas Kesehatan (RS Mitra Keluarga dan Eka Hospital), hingga pusat perbelanjaan yakni AEON Mall yang saat ini telah memasuki proses penutupan atap dan akan rampung pada awal 2024.
Baca Juga: Investasi Properti Anti Resesi di Kawasan Kota Mandiri
Dari sisi akses, Kota Deltamas memiliki akses tol langsung Jakarta-Cikampek, tepatnya di KM 37 dan akses Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan di KM 31 saat ini sedang dibangun pemerintah dengan target beroperasi di akhir tahun 2023. Selain itu Kota Deltamas terintegrasi dengan stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang rencana akan mulai beroperasi pada tahun ini.
Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Kota Mandiri BSD City, Tangerang-Banten. Bisa dikatakan, semua proyek properti yang dikembangkan di kawasan yang sudah dibangun sejak 1984 tersebut, dirancang dengan mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Berkat konsistensi dan kesunguhan Sinar Mas Land tersebut, tak heran berbagai penghargaan-pun sukses diraihnya. Salah satunya melalui proyek QBig, BSD City berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional dalam ajang ASEAN Energy Awards (AEA) 2023 untuk Kategori ASEAN Energy Efficiency and Conservation Best Practices Awards, beberapa waktu lalu di Bali.
Baca Juga: Konsisten Terapkan Sustainable Development, Sinar Mas Land Raih Penghargaan Internasional
Pada saat menerima penghargaan, Fariyanto Nickholas Sonda, CEO Retail and Hospitality – Sinar Mas Land mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen Sinar Mas Land sebagai pengembang properti di Indonesia yang telah mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Hal ini juga merupakan upaya perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam net zero emission pada tahun 2060. Semoga Sinar Mas Land dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan industri properti di Indonesia secara khusus, dan regional Asia Tenggara secara umum,” ungkapnya.
Baca Juga: Sinar Mas Land Hadirkan Enchante Business Park, Klaster Komersial Terbaru di BSD City
QBig merupakan kompleks ritel urban di atas lahan seluas 18,5 hektar di BSD City. Terdiri dari lima bangunan utama yang dirancang sebagai pusat ritel power center pertama di Indonesia, Qbig dirancang dengan konsep nearly zero energy building. Konsep ini diimplementasikan dalam tiga langkah utama. Pertama membangun kompleks ritel yang mendukung mikroiklim dengan dominasi area terbuka hijau. Kedua mengurangi konsumsi energi dengan konsep arsitek yang hemat energi, dan yang ketiga menerapkan pemakaian energi terbarukan seperti panel surya yang mencapai 22,3 % dari total kebutuhan listrik bangunan. QBig juga mengurangi penggunaan energi fosil dengan mengoperasikan kendaran bertenaga listrik di dalam kawasan.
Sementara itu, BSD City sendiri merupakan salah satu mega proyek Sinar Mas Land di atas lahan seluas 6.000 hektar. Berdasarkan data pada 2018, di BSD City sudah dikembangkan sebanyak 16 ribu tempat tinggal, 4 kawasan pusat komersial, dan dihuni lebih dari 160 ribu jiwa. (zh-1). (Foto: Dokumen Sinar Mas Land).


22 Comments