BTN Mobile diharapkan dapat mempermudah para nasabah mengakses seluruh layanan perbankan BTN melalui genggaman smartphone. Selain itu, keberadaan BTN Mobile juga melengkapi fundamental BTN menjadi One Stop Shop Housing Ecosystem.
INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— TIDAK salah memang jika Beth Comstock, seorang eksekutif bisnis di Amerika Serikat (AS) mengatakan “Pemasaran adalah tentang inovasi”. Faktanya, perusahaan perlu berinovasi guna menjaga agar tetap bisa bersaing dan dapat menjangkau konsumen baru serta membentuk loyalitas konsumen, tak terkecuali inovasi layanan digital dalam industri perbankan.
Inovasi layanan berbasis digital merupakan sebuah keniscayaan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang saat ini semakin digital. Apalagi bagi industri perbankan, digitalisasi sudah menjadi suatu keharusan, seiring tingkat kesibukan masyarakat yang semakin tinggi. Di era modern ini nasabah perbankan tentu sangat mendambakan adanya fleksibilitas, kecepatan, kemudahan, dan tersedianya layanan 24 jam.
Baca Juga: HUT KPR ke-46, BTN Perluas Digital Mortgage Ecosystem
Mengutip pendapat Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, Ilham Habibie yang disampaikan pada acara penganugerahan TOP DIGITAL Awards, di akhir 2022 lalu, putra dari Presiden RI ke 3, BJ. Habibie itu menyebut bahwa digitalisasi adalah teknologi yang diterapkan untuk memperbaiki modus dan proses kerja secara keseluruhan, baik dari segi biaya, kecepatan dan juga kualitas.

“Dengan adanya teknologi digital kita mendapatkan satu kualitas layanan yang lebih baik. Lebih dari itu, digitalisasi juga penting bagi para pelaku bisnis untuk menyongsong era Revolusi Industri 4.0, dan meningkatkan daya saing di kancah global,” ucap Ilham Habibie, yang juga dikenal sebagai pegusaha papan atas nasional ini.
Khusus dalam industri perbankan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun menggaris bawahi soal pentingnya digitalisasi sektor perbankan saat memberikan sambutan pada perayaan ulang tahun ke 72 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, atau BTN tahun 2022 lalu. Menurutnya, BTN harus melanjutkan transformasi dengan memperkuat fundamental perusahaan agar lebih ekspansif, memperbaiki proses bisnis, serta mengembangkan digitalisasi.
“Hal ini karena banyak sekali rumah yang dibutuhkan anak bangsa ini, terutama oleh generasi muda Indonesia. Dengan semangat itu visi BTN harus menjadi mortgage bank terdepan di Asia Tenggara,” tegas Erick.
Menjawab Tuntutan Zaman
Sebelumnya, Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo pun sudah menyatakan komitmen mereka dalam mengoptimalkan digitalisasi.
“Digitalisasi ini harus dilakukan, sebab BTN memiliki peran strategis sebagai enabler yang memberikan pembiayaan sisi supply melalui kredit konstruksi kepada developer maupun sisi demand dengan memberikan KPR kepada masyarakat,” tuturnya.
Digitalisasi bukan hanya tuntutan zaman, tapi juga tuntutan pembeli rumah di masa mendatang yang merupakan generasi melek teknologi. Artinya, penyediaan maupun sistem pembiayaan perumahan ke depan semestinya sudah mengadopsi teknologi digitalisasi mutakhir.
Bank BTN menilai generasi millenial yang mendominasi populasi masyarakat Indonesia saat ini sebagai salah satu captive market pengembangan properti di Indonesia. BTN mencatat ada sebanyak 5,8 juta generasi millenial (mengacu pada populasi berusia 21-40 tahun) di Indonesia yang belum memiliki rumah. Hal tersebut menjadi salah satu potensi bisnis perumahan yang sangat menjanjikan di Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terjadi saat ini.
“Backlog perumahan saat ini sebesar 12,75 juta yang termasuk didalamnya generasi millenial yang mendominasi populasi masyarakat Indonesia saat ini yang diperkirakan sebanyak 47% belum memiliki rumah merupakan potensi yang sangat besar dan menjadi salah satu captive market pengembangan properti di Indonesia,” kata Haru Koesmahargyo.
Sebab itu, Bank BTN terus berinovasi untuk memberikan kemudahan kepada para nasabah dengan menghadirkan BTN Mobile. Dengan demikian, nasabah BTN dapat melakukan semua aktivitas perbankan mulai dari pembukaan akun, transfer, deposito, hingga penutupan akun melalui smartphone/perangkat elektronik tanpa perlu hadir secara fisik ke bank.
Salah seorang generasi milenial yang sudah merasakan manfaat dari BTN Mobile Banking adalah Siti Marliza (35), karyawan salah satu perusahaan swasta di kawasan Jalan Simatupang, Jakarta Selatan. Menurutnya, memang sudah saat semua layanan termasuk layanan perbankan digitalisasi.

“Saya sangat terbantu dengan adanya layanan digital BTN Mobile Banking. Di tengah kesibukan saya sehari-hari masih bisa untuk melakukan transaksi. Dan yang terpenting lagi, saya tidak harus meluangkan waktu untuk datang ke kantor BTN dan menghabiskan waktu untuk antri di sana. Ya, lebih mudah, aman dan lebih fleksibel,” ujar Marliza.
Mendongkrak Kinerja
Melalui keterangan tertulis Desember 2022 lalu, Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, saat ini BTN memiliki berbagai layanan digital seperti mobile banking BTN, internet banking BTN, btnproperti, btnproperti for developer, SMART Residence, hingga rumahmurahbtn.co.id.
“Nantinya seluruh layanan digital tersebut akan kami integrasikan ke dalam satu aplikasi SuperApp BTN Mobile yang segera akan kita diluncurkan,” ujarnya.
Baca Juga: Punya Potensi Besar, BTN Bidik 5,8 Juta Generasi Milenial
Nixon berharap BTN Mobile dapat mempermudah para nasabah mengakses seluruh layanan perbankan BTN melalui genggaman smartphone. Selain itu, keberadaan BTN Mobile juga melengkapi fundamental BTN menjadi One Stop Shop Housing Ecosystem.
Nixon juga menambahkan, seluruh proses transformasi digital yang dilakukan sejak tiga hingga empat tahun lalu, telah berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan. Ia pun menilai transformasi itu terbukti efektif dalam menekan cost of fund yang saat ini berada di kisaran tiga persen.
“Ini sejarah juga buat BTN, di mana efisiensi cost of fund bisa membuat aset kita akhir tahun 2022 diperkirakan akan tembus Rp 400 triliun dan kredit mencapai kisaran angka Rp 300 triliun,” tegas Nixon. (ZALHANIF)


27 Comments