kawasan

Jurus Jitu Paramount Enterprise dalam Menghadirkan Kota Mandiri yang Nyaman

Paramount land

Terpenuhinya segala kebutuhan masyarakat di Paramount Gading Serpong, mulai dari tinggal, berbisnis, hingga berinvestasi, menjadikan Gading Serpong sebagai kota yang nyaman untuk tinggal bagi lebih dari 120.000 penghuni, serta destinasi favorit bagi masyarakat sekitarnya. (Foto: istimewa).

INDONESIAHOUSING.ID, Paramount Serpong – EKSISTENSI Paramount Enterprise International (Paramount Enterprise) dalam mengembangkan kawasan kota mandiri sudah teruji dengan suksenya pengembangan kawasan Paramount Gading Serpong, Tangerang Banten, serta beberapa proyek lainnya di kota-kota besar Indonesia.

Saat ini, bisa dikatakan keberadaan kawasan Gading Serpong yang dibangun Paramount Land, merupakan role mode daerah penyangga Jakarta yang paling potensial, karena didukung sarana perkotaan yang lengkap serta didukung beberapa akses jalan tol.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-17, Ini Rangkaian Kegiatan Paramount Enterprise

Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) M. Nawawi mengatakan Gading Serpong kini menjelma menjadi pusat pertumbuhan baru di Barat Jakarta. Selama lebih dari dua dekade, Gading Serpong telah bertumbuh menjadi sebuah kota mandiri di sisi barat Jakarta yang ramai, lengkap, dan terus berkembang hingga hari ini.

“Terpenuhinya segala kebutuhan masyarakat di sini, mulai dari tinggal, berbisnis, hingga berinvestasi, menjadikan Gading Serpong sebagai kota yang nyaman untuk tinggal bagi lebih dari 120.000 penghuni, serta destinasi favorit bagi masyarakat yang tinggal di wilayah lainnya terutama Tangerang Raya dan Jabodetabek,” ungkap Nawawi.

Jalan boulevard Gading Serpong dilewati hingga 6.500 kendaraan per jamnya. Kawasan ini juga memiliki 40 klaster terhuni untuk beragam kalangan masyarakat mulai dari yang menengah hingga premium. Beberapa klaster premium yang dikembangkan Paramount Land yakni Matera Residences, Pasadena Grand Residences, dan Menteng Grand.

Baca Juga: Hunian di Selatan Jakarta Semakin Diminati, Ini Alasannya

Baca Juga: Melahirkan Kota Masa Depan yang Modern dan Layak Huni

Perkembangan Gading Serpong terus bergerak menuju ke arah selatan seiring akses tol baru Serpong – Balaraja (serbaraja) Selain itu, kemudahan akses menjadi keunggulan yang ditonjolkan Paramount Land. Apalagi, konektivitas yang menghubungkan Gading Serpong dan kawasan sekitarnya dapat mengakselerasi aktivitas ekonomi.

“Kawasan ini sangat ramai dilintasi penghuni maupun pencari kuliner. Hal ini yang membuat ruko komersial kami terus diminati. Rental rate area komersial kami tiap tahun mencapai Rp100 juta dan naik tiap tahun 10% hingga 20%,” imbuh Nawawi.

Kolaborasi 3 Pengembang Besar

Dengan segala keunggulannya tersebut, tidak heran jika area Serpong sangat diminati para pencari hunian dan juga pecinta kuliner. Apalagi di kawasan ini terdapat 3 pengembang yakni Paramount Land dan  PT Summarecon Agung Tbk yang mengembangkan Gading Serpong serta Sinar Mas Land yang mengembangkan BSD City.

Kolaborasi pengembangan kawasan Serpong terus dilakukan oleh 3 developer ini sehingga wilayah Barat Jakarta khususnnya wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan lebih berkembang pesat jika dibandingkan dengan kawasan penyangga ibu kota lainnya. Adapun kolaborasi yakni dengan pembangunan akses jalan yang saling terkoneksi dan kelancaran lalu lintas.

Baca Juga: Langkah Pasti Paramount Enterprise Membangun Negeri di Usia 17 Tahun

Dalam membangun kawasan Gading Serpong, Paramount Land dan Summarecon Serpong saling bersinergi. Hal tersebut dilakukan dengan duduk bersama menata kawasan Gading Serpong agar saling terkoneksi antar infrastruktur yang dibangun.

“Dahulu sudah ada rulesnya, mana lahan yang boleh dijual, mana yang boleh dikembangkan, land bank juga. Ukuran jalan dan saluran pun ada aturan yang sama sehingga semua ukuran jalan di Gading Serpong sama baik yang milik Paramount maupun yang milik Summarecon, termasuk sampah dan air juga sudah ada aturan bersama-sama. Pasar modern pun diatur jaraknya. Pemasangan billboard umbul-umbul juga diatur bersama-sama misalnya, pintu masuk Gading Serpong, Summarecon masang di sebelah kiri, pintu keluar Paramout masang di sebelah kanan, ditengah-tengah diatur juga 5 spanduk Summarecon 5 spanduk Paramount,” terang Nawawi.

Nawawi juga menjelaskan, saat ini para pengembang di Gading Serpong juga tengah duduk bersama untuk mengatasi permasalahan kebutuhan daya listrik untuk penghuni. Hal ini perlu duduk bersama, apalagi kabel listrik di kawasan ini berada di bawah tanah. Selain itu, juga tengah berdiskusi penataan landscape jalan utama Gading Serpong yang mulai mengalami kemacetan di waktu sore hari.

Selain itu, kolaborasi juga dilakukan bersama dengan PT Summarecon Agung Tbk untuk mengatasi kepadatan dan kemacetan lalu lintas dengan menunjuk konsultan untuk mengatur traffic management jalan boulevard

Dengan smart traffic light ini akan bisa mengurai kepadatan kendaraan di jalur tertentu sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

“Jadi bersama-sama selesaikan. Kami juga akan mengganti smart traffic light yang bisa melihat jalur mana yang antriannya panjang lampu hijaunya akan lebih lama dengan sendirinya. Tentu biaya investasi ini ditanggung berdua. Kami juga kerjasama dengan BSD City untuk membangun infrastruktur dan mengatasi masalah di kawasan Serpong area ini,” tutur Nawawi.

Direktur Planning & Design Paramount Land Henry Napitupulu menambahkan pihaknya juga melakukan penataan ulang kawasan Gading Serpong menjadi pemukiman yang lebih teratur, nyaman, aman, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Salah satunya dengan upaya mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Gading Serpong dan BSD City.

Hal itu dilakukan dengan mengajak konsultan untuk menata ulang Paramount Gading Serpong menjadi integrated, sustainable, and smart city. Kerjasama pertama yang telah terealisasi adalah beroperasinya smart traffic light di sejumlah titik dengan nilai investasi Rp1 miliar per titik. Adapun terdapat 7 unit smart traffic light di kawasan Gading Serpong dimana yang telah diuji coba sebanyak 2 unit.

“Kami Paramount, Summarecon dan Sinar Mas Land bersama-sama menunjuk konsultan untuk mengatur traffic management jalan boulevard karena mulai macet. Jadi bersama-sama selesaikan. Tentu biaya investasi ini ditanggung bertiga,” tuturnya.

Selain itu, untuk memperlancar arus lalu lintas, pengembang juga membangun jalan yang terkoneksi dengan jalan raya Serpong yakni Jl Bulevar Matera tembus Summarecon Serpong – Jl Raya Serpong.

“Lebar jalan (ROW) dari 16 meter menjadi 28 meter. Dibikin 2 lajur. sekarang masih 1 lajur dan sempit (belakang Bethsaida). Jadi menuju Tol Cisauk (Serbaraja) lebih dekat dari Gading Serpong,” ujarnya.

Kemudian juga tengah dibangun jalan tembus ke BSD City melalui Jl Bulevar Matera – Jl Sorento Grande West tembus BSD City. “Distrik Pasadena di sisi selatan Gading Serpong tembus ke BSD City (Vanya Park) ini memiliki 2 lajur dengan masing-masing 45 meter yang dibangun masing-masing Summarecon dan Paramount,” pungkas Henry.  (zh1).

18 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *