HEADLINE NEWS

Tren ‘Outdoor’ dan Ekspansi FnB Dorong Pemulihan Sektor Ritel

Sektor Ritel

Transformasi Sektor Ritel: Food & Beverage (FnB) menjadi motor penggerak utama yang paling tangguh. Hal ini ditandai dengan ekspansi masif sejumlah brand ritel global maupun lokal, seperti Chagee, Sushiro, dan Sancha. (Ilustrasi/Istimewa).

JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Industri ritel di Jakarta terus menunjukkan kemampuan adaptasi di tengah perubahan perilaku konsumen yang dinamis. Konsep “Outdoor is the new indoor” kini menjadi wajah baru transformasi ritel, di mana pusat perbelanjaan yang menawarkan pengalaman unik, ruang inovatif, dan kurasi tenant yang kompetitif keluar sebagai pemenang di fase pemulihan saat ini.

Sektor Food & Beverage (FnB) menjadi motor penggerak utama yang paling tangguh. Hal ini ditandai dengan ekspansi masif sejumlah brand ritel global maupun lokal, seperti Chagee, Sushiro, dan Sancha.

Baca Juga: Sektor Ritel Diharapkan Jadi Tulang Punggung di Tengah Ketidakpastian

Hingga akhir tahun 2025, performa ritel terpantau beragam tergantung pada segmentasi pasarnya. Ritel kelas atas (premium) menunjukkan ketahanan yang kuat berkat masuknya tenant baru dari sektor FnB, fashion, dan gaya hidup (lifestyle).

Kesenjangan performa atau tren bifurkasi mulai terlihat jelas antara ritel kelas menengah-atas dan menengah-bawah. Mal premium dengan desain berkualitas, lokasi strategis, dan tingkat kunjungan yang stabil memicu fenomena flight to quality. Akibatnya, ritel kelas menengah-bawah masih harus berjuang ekstra untuk meningkatkan tingkat hunian mereka.

Baca Juga: Airlangga: Mall Bukan Hanya Tempat Berbelanja, Tetapi Juga untuk Bekerja

Meski demikian, upaya adaptasi para peritel sepanjang tahun 2025 mulai membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari peningkatan tipis pada rata-rata okupansi ruang ritel secara keseluruhan.

Rapor Sektor Ritel Jakarta Semester II-2025:

  • Pasokan Mal: Total pasokan mencapai 4.377.690 m², tumbuh 1% (YoY) dengan hadirnya dua mal baru di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
  • Tingkat Okupansi: Berada di angka 77,9%, mengalami kenaikan tipis dibanding awal tahun.
  • Harga Sewa: Rata-rata harga sewa meningkat sekitar 1,1% dibandingkan tahun lalu.
  • Proyeksi Mendatang: Setidaknya tiga pusat ritel baru dijadwalkan akan masuk pasar hingga tahun 2026 di area Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
  • Tenant Dominan: Didominasi oleh sektor FnB, Fashion, Beauty, Lifestyle, dan Sportswear.

Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, memaparkan bahwa transformasi ritel Jakarta saat ini bergerak menuju era experience-led retail.

Baca Juga: Pusat Kuliner dan Belanja Paling Hype di Kota Modern Resmi Diluncurkan

“Konsep yang mampu menghadirkan open-air lifestylesocial space, dan kurasi tenant yang relevan terbukti lebih resilien dalam fase pemulihan pasar. Di sisi lain, kesiapan omnichannel perlu terus dikembangkan, karena bangunan fisik ritel kini merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem ritel online,” pungkas Willson. (QQ-2).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *