HEADLINE NEWS

Knight Frank Ungkap Performa Ritel Premium Masih Kuat

Performa Ritel

Performa Ritel Premium di Tengah Menurunnya Daya Beli: Pola konsumsi konsumen saat ini cukup menantang, sehingga pengelola ritel perlu terus melakukan inovasi. (Foto: Pusat belanja/ilustrasi)

JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Saat ini, indikasi pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah menunjukan kunjungan ke ruang ritel dilakukan hanya untuk makan minum, sosialisasi, dan mendapatkan suasana baru. Namun, transaksi diprediksi melemah, hal ini ditandai dengan keluarnya tenant dari beberapa sektor, seperti fashion, lifestyle, dan home appliance.

Sementara itu, gerai makan minum terus tumbuh dengan tangguh, hal ini terbukti di awal tahun ini setidak ada beberapa brand fnb ritel yang melakukan ekspansi, diantaranya seperti : Chagee, 88 Seoul, dan 4Fingers Crispy Chicken.

Knight Frank Indonesia melaporkan, Performa ritel memang beragam, tergantung segmentasi pasar yang dimiliki oleh masing-masing ritel. Misalnya saja, dengan performanya yang kokoh, ritel premium saat ini mendapatkan ekspansi dari gerai sektor Fashion, FnB, dan Lifestyle. Refleksi menggambarkan bahwa sebagian besar pengunjung pada retail ini umumnya adalah pengunjung yang benar akan berbelanja.

Baca Juga: Sektor Ritel Diharapkan Jadi Tulang Punggung di Tengah Ketidakpastian

Sementara itu, ritel kelas menengah ke bawah saat ini masih terus berusaha bertahan, selain dengan menerapkan omni channel marketing, juga memanfaatkan ruang terbukanya untuk pameran, event, ataupun kegiatan hobi yang dapat meningkatkan kunjungan.

Sejatinya, indikator baiknya performa ritel, bukan sekedar tingginya traffic kunjungan, namun ketika keramaian berubah jadi transaksi nyata, maka kondisi ini akan mengindikasikan keberlanjutan dinamika bertumbuhnya ruang ritel.

Aksi demonstrasi belakangan ini, memberikan dampak langsung sementara pada operasional dan kunjungan ritel yang berlokasi di wilayah-wilayah pusat aksi. Ke depannya, Pemerintah diharapkan dapat memulihkan rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat agar situasi kembali normal. Selain itu, pengelola ritel perlu lebih siap untuk terus berinteraksi melalui media sosial untuk menjaga keberlanjutan operasional ritel, menjaga kepercayaan tenant dan pengunjung.

Baca Juga: Jangkau Pasar Lebih Luas, HAPIMART Resmi Beroperasi di ITC Kuningan

Secara umum, detail performa dari sektor ritel di semester pertama tahun 2025 menurut Knight Frank Indonesia adalah sebagai berikut;  Total pasokan mal naik 0,3% secara tahunan di angka 4.332.092 m2. Rerata tingkat okupansi ruang ritel saat ini berada di kisaran 77,4%, atau naik tipis dari tahun lalu.

Rerata harga sewa meningkat sekitar 3% dari tahun lalu. Setidaknya 4 ritel baru akan masuk di hingga 2026 di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, dan New tenant in pada ritel kelas middle-up didominasi global brand, mulai dari FnB, Fashion, Elektronik, Lifestyle, Beauty, Hiburan, dan Home Appliances.

Baca Juga: Pusat Kuliner dan Belanja Paling Hype di Kota Modern Resmi Diluncurkan

Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, menyebutkan, pola belanja masyarakat saat ini mulai bergeser, sebagian transaksi terjadi dalam ranah ecommerce, sehingga ruang ritel saat ini menjadi multifungsi, tidak hanya sebagai tempat belanja, tetapi menjadi ruang hidup sebagai tempat interaksi, edukasi, sosialisasi, bermain, berolahraga, dan sebagainya.

“Pola konsumsi konsumen saat ini cukup menantang, sehingga pengelola ritel perlu terus melakukan inovasi, seperti mengadopsi desain ruang olahraga untuk mengakomodasi gaya hidup sehat, seperti inovasi ruang untuk padel tennis, pickleball, dsb,” ucap Willson. (zh1).

Redaksi@indonesiahousing.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *