FINANSIAL

Kolaborasi Tripartit, Cara BP Tapera Percepat Akses Rumah Subsidi Bagi MBR

Tripartit BP Tapera

Kolaborasi Tripartit: Kolaborasi raksasa BP Tapera ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk mengintegrasikan pendanaan dan kemudahan akses KPR, sekaligus memastikan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam menuntaskan krisis hunian nasional dapat tereksekusi tepat sasaran.

JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Setelah penandatanganan penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Tahun 2026 bersama bank penyalur di akhir tahun 2025 lalu, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian/Lembaga dan Bank Penyalur. Penandatangan ini dilakukan secara tripartit di Kantor BP Tapera, Menara Mandiri 2, Jakarta Selatan, Rabu (22/04).

Kerjasama ini dilakukan dalam rangka mengoptimalkan penyaluran FLPP kepada masyarakat luas melalui segmentasi untuk memperoleh hunian pertamanya. Adapun pihak yang terlibat dalam seremoni penandatanganan tersebut terdiri dari unsur Kementerian dan Lembaga Pemerintah, yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Badan Kependudukan daan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Selain itu, turut hadir pula dari pihak Bank Penyalur selaku mitra kerja penyaluran FLPP menanda-tangani perjanjian Kerjasama ini, yaitu Bank Syariah Indonesia, Bank Syariah Nasional, Bank Tabungan Nasional, Bank Negara Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia.

Baca Juga: SiKasep Pensiun! Ini Cara Baru Ajukan KPR FLPP Lewat Tapera Mobile

Sedangkan dari pihak BP Tapera dihadiri langsung oleh Komisoner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho bersama dengan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, selaku pihak BP Tapera yang akan menyaksikan dan menandatangani Perjanjian Kerjasama Tripartit.

Dalam sambutannya, Heru menyampaikan bahwa tujuan dari kerjasama ini adalah  sebagai upaya dalam memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui program KPR Sejahtera FLPP dalam memenuhi kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau dalam Program Tiga Juta Rumah.

“Melalui Pemerintah Presiden Prabowo saat ini, capaian FLPP kemarin (2025) memecahkan rekor penyalurkan tertinggi sepanjang sejarah, sejak FLPP disalurkan dari tahun 2010,” ungkapnya.

Baca Juga: BP Tapera Perkuat Sinergi dan Strategi FLPP 2026

Lebih lanjut Heru menyampaikan, saat ini BP Tapera juga mencatat bahwa masyarakat penerima FLPP berasal dari seluruh lapisan profesi masyarakat, seperti tukang ojek, asisten rumah tangga, tukang sayur, pedagang, petani, hingga disabilitas maupun tunanetra.

Melalui Kerjasama ini, Heru berharap peluang masyarakat untuk dapat memanfaatkan program ini makin terbuka lebar. Saat ini pemerintah juga tengah mendorong berbagai kebijakan dan program, seperti salah satunya dalam penyediaan hunian vertikal di Tengah perkotaan.

Heru juga mengungkapkan bahwa hunian vertikal dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat  yang berpenghasilan tanggung atau menengah namun belum memiliki hunian pertamanya.

“Berdasarkan data demand pada sistem dan aplikasi kami, pada tahun 2025 banyak masyarakat yang menginginkan hunian. Tinggal dari sisi supplynya juga perlu kita dorong untuk dapat memenuhinya, tahun 2026 ini pemerintah telah menyiapkan kembali kuota FLPP sebesar 350 ribu unit rumah,” pungkas Heru.

Baca Juga: Mulia! Pengembang Pondok Taktakan Indah Nabung 2 Tahun Demi Rumah Gratis untuk MBR

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Tripartit ini yaitu melibatkan 3 pihak utama, yaitu Kementerian dan Lembaga, Bank Penyalur FLPP, serta BP Tapera. Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari Nota Kesepahaman yang sebelumnya pernah disepakati antara pihak-pihak terkait.

Adapun isi dalam Kerjasama Tripartit ini adalah mendorong pemilikan hunian pertama bagi para pegawai di lingkungan Kementerian dan Lembaga, termasuk dalam hal sosialisasi FLPP.

Bentuk kolaborasi ini menunjukkan sinergisitas yang baik antara Pemerintah, Perbankan, dan Kementerian /Lembaga dalam mendorong capaian Program Tiga Juta Rumah, dimana pemerintah hadir dan peduli dalam pemenuhan hunian pertama bagi masyarakat. Sebagai informasi, capaian penyaluran FLPP Tahun 2026 per siang hari tanggal 22 April 2026 adalah sebesar 53.184 unit rumah dengan nilai sebesar Rp6,61 Triliun. (zh1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *