Upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Selatan memperkuat sinergi sektor perumahan melalui gelaran REI Kalsel Expo ke-20, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pembiayaan dan penyediaan rumah yang semakin inklusif.
BANJARMASIN, WWW.INDONESIAHOUSING.ID — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menghadiri sekaligus membuka REI Kalsel Expo ke-20 Tahun 2026 di Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, pemerintah, dan stakeholder dalam memperluas akses hunian serta pembiayaan perumahan.
Ketua DPD REI Kalimantan Selatan, Ahyat Sarbini, mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang membuat REI Expo mampu bertahan hingga 20 tahun.
“REI Kalsel Expo telah memasuki usia 20 tahun. Ini merupakan perjalanan panjang dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi REI Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan dan Pembiayaan Syariah, Royzani Sjachril, menilai expo menjadi momentum memperkuat kolaborasi sektor perumahan.
“Expo menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat, solusi perumahan dan pembiayaan. Tema sinergi tanpa batas sangat tepat, karena pembangunan perumahan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” kata Royzani.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Disperkim Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, yang mewakili Gubernur Kalsel, menekankan dampak ekonomi pembangunan perumahan.
“Setiap hunian yang dibangun akan menggerakkan rantai pasok, membuka lapangan kerja, dan menambah pendapatan masyarakat di banyak lini sekaligus,” ujarnya.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menegaskan REI merupakan mitra strategis BP Tapera dalam penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“BP Tapera adalah mitra yang luar biasa, karena dalam penyediaan rumah subsidi, tentu REI juaranya,” ujar Heru.
Heru menjelaskan, BP Tapera mendapat mandat pemerintah untuk membantu MBR memperoleh rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP. Program tersebut juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.
“Masih menjadi tantangan bahwa masih banyak keluarga di Kalimantan Selatan yang belum memiliki rumah, sehingga pemerintah harus hadir di sana,” katanya.
Berdasarkan data BP Tapera, hingga 12 Agustus 2026, realisasi KPR Sejahtera FLPP di Kalimantan Selatan mencapai 5.147 unit dengan nilai pembiayaan Rp676,5 miliar. Program tersebut menjangkau 13 kabupaten/kota, didukung 9 bank penyalur, 9 asosiasi, 574 pengembang, dan 521 perumahan.
Baca Juga: Nusron Siap Tuntaskan Kasus Pembatalan Sertipikat Tanah Transmigran di Kalsel
Selain itu, Komisioner Heru juga terus mendorong perluasan akses KPR subsidi bagi pekerja informal. “Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal. Pekerja informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga menggerakkan tenaga kerja, industri bahan bangunan, konstruksi, hingga berbagai sektor ekonomi pendukung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya REI Kalsel Expo ke-20 Tahun 2026. Melalui expo tersebut, BP Tapera berharap sinergi dengan REI, perbankan, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder semakin kuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. (QQ-2).

