Pembiayaan

BP Tapera Gandeng Bank Lampung Perluas KPR FLPP

BP Tapera Bank Lampung

BP Tapera memperkuat sinergi dengan Bank Lampung untuk memperluas penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kolaborasi ini diharapkan memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di wilayah Lampung.

LAMPUNG, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong penguatan kolaborasi dengan Bank Lampung dalam mendukung program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi Lampung.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya BP Tapera memperluas sinergi dengan perbankan daerah untuk memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan serta meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Hadir dalam pertemuan ini antara lain; Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera, Wilson Lie Simatupang yang didampingi oleh Kepala Divisi Kerja Sama Mitra Strategis BP Tapera, Wahyudi Priyo Nugroho. Sedangkan dari pihak Bank Lampung hadir Direktur Utama, Indra Merviana yang didampingi Direktur Bisnis, A. Karim Gusani.

Dalam pemaparannya, Wilson Lie Simatupang menjelaskan bahwa program KPR Sejahtera FLPP merupakan instrumen pemerintah dalam menyediakan pembiayaan perumahan dengan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat.

“Semangatnya sama, kita ingin memastikan program ini berjalan dengan baik. Namun sebelum masuk sebagai mitra penyalur, tentu ada proses assessment yang harus dipenuhi agar kita sama-sama menjaga amanah ini,” ujar Wilson.

Baca Juga: Kejar Target FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah

Wilson menyampaikan bahwa kesiapan bank menjadi faktor penting sebelum masuk dalam pelaksanaan program FLPP. Proses assessment dilakukan untuk memastikan berbagai aspek pendukung telah siap, mulai dari kesehatan bank, pengalaman pembiayaan, kesiapan sumber daya manusia (SDM), sistem informasi, hingga kerja sama dengan pengembang perumahan.

“Kita ingin memastikan ketika nanti sudah disetujui, semuanya sudah siap. Dari sisi SDM siap, kemudian sudah ada kerja sama dengan developer maupun unit yang mendukung, sehingga saat implementasi dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wilson juga menyampaikan perkembangan realisasi FLPP di Provinsi Lampung. Berdasarkan data BP Tapera, penyaluran FLPP di Lampung pada tahun 2026 ini telah mencapai 3.716 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp445,7 miliar. Capaian tersebut didukung oleh 10 bank penyalur, 9 asosiasi pengembang, 191 pengembang, serta mencakup 259 lokasi perumahan.

Menurut Wilson, capaian tersebut menunjukkan potensi besar Provinsi Lampung dalam mendukung program perumahan nasional. Oleh karena itu, keterlibatan Bank Lampung sebagai mitra penyalur diharapkan dapat memperluas jangkauan pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat.

Baca Juga: BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR FLPP, Dorong Masyarakat Segera Wujudkan Rumah Pertama

Selain membahas kesiapan kerja sama, Wilson juga menjelaskan inovasi pembiayaan KPR Sejahtera FLPP melalui skema angsuran dengan tenor hingga 40 tahun. Skema tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat agar memiliki rumah dengan pembiayaan yang lebih terjangkau.

“Dengan adanya skema tenor yang lebih panjang, masyarakat memiliki ruang pembayaran yang lebih sesuai dengan kemampuan mereka,” jelas Wilson.

Dalam skema tersebut, pembiayaan rumah tapak maupun rumah susun menggunakan porsi pendanaan 75 persen dari dana FLPP dan 25 persen dari bank penyalur. Selain itu, pengaturan tenor juga dilengkapi dengan perlindungan asuransi jiwa, kredit, dan kebakaran.

Wilson juga menekankan pentingnya sinergi dengan pengembang perumahan sebagai penyedia sisi pasokan. Menurutnya, keberhasilan program FLPP membutuhkan kerja sama antara BP Tapera, bank penyalur, pemerintah daerah, dan pengembang.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Bank Lampung dalam rencana kolaborasi bersama BP Tapera.

Baca Juga: Rayu Investor, Pemprov Lampung Gelar Karpet Merah bagi REI

“Kami berterima kasih sudah dilibatkan dalam program ini. Mudah-mudahan ini menjadi langkah konkret agar Bank Lampung dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan perumahan di Provinsi Lampung,” ujar Indra.

Ia menambahkan, Bank Lampung siap melakukan berbagai persiapan yang diperlukan, termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP), kesiapan sistem informasi, serta penguatan sumber daya manusia agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal.

Melalui kolaborasi BP Tapera dan Bank Lampung, diharapkan akses pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat Lampung semakin luas serta mendukung percepatan penyediaan hunian layak dan terjangkau. (QQ-2).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *