Kredit BCA Tumbuh: BCA terus memperkuat layanan digital dan pembiayaan perumahan melalui pengembangan aplikasi myBCA serta peluncuran program KPR Fixed Terencana. Langkah ini dilakukan seiring pertumbuhan kredit perseroan sebesar 12,6% secara tahunan menjadi Rp1.063 triliun per September 2026, sekaligus memperluas kemudahan transaksi dan akses pembiayaan bagi nasabah.
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat layanan digital dan pembiayaan perumahan untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin beragam. Melalui pengembangan aplikasi myBCA dan inovasi produk kredit pemilikan rumah (KPR), perseroan berupaya menghadirkan kemudahan transaksi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Upaya tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis perseroan. Hingga September 2026, kredit BCA dan entitas anak mencapai Rp1.063 triliun, meningkat 12,6% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8% YoY menjadi Rp1.301 triliun.
Salah satu inovasi di sektor pembiayaan perumahan adalah peluncuran program KPR Fixed Terencana. Produk ini ditujukan untuk membantu nasabah merencanakan pembiayaan hunian dengan kepastian suku bunga tetap sesuai ketentuan program, sehingga perencanaan pembayaran cicilan dapat dilakukan secara lebih terukur.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, perseroan terus mengembangkan produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berubah, baik dalam transaksi keuangan sehari-hari maupun pembiayaan jangka panjang.
“Kami terus berupaya menghadirkan berbagai produk dan solusi untuk menjawab berbagai kebutuhan nasabah, serta memberikan pelayanan optimal kepada pengguna BCA di mana pun dan kapan pun. Berbagai inovasi kami persembahkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang,” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).
myBCA Hadirkan Fitur Transaksi yang Lebih Praktis
Di sisi digital, BCA memperluas kemampuan aplikasi myBCA melalui sejumlah fitur yang dirancang untuk membuat transaksi keuangan lebih praktis. Nasabah kini dapat mengatur limit transfer harian hingga maksimal Rp500 juta sesuai kebutuhan.
Aplikasi myBCA juga dilengkapi fitur widget yang memungkinkan nasabah mengakses layanan pilihan secara lebih cepat, mulai dari informasi mutasi rekening, transfer, QRIS, Flazz, hingga Cardless.
Baca Juga: BCA Kembali Masuk Daftar World’s Best Bank Versi Forbes
Untuk memenuhi kebutuhan investasi, BCA menghadirkan fitur Tabungan Emas yang memungkinkan nasabah membeli dan menjual emas secara digital. Sementara itu, layanan transfer valuta asing secara instan kini tersedia melalui myBCA dalam mata uang dolar Singapura (SGD), pound sterling (GBP), dan dolar Kanada (CAD) ke Singapura, Inggris, dan Kanada.
BCA juga menghadirkan BCA Kartu Kredit Indonesia (KKI), yang memungkinkan nasabah bertransaksi menggunakan QRIS dengan sumber dana dari KKI melalui myBCA. Adapun untuk transaksi nominal kecil, pengisian saldo Flazz kini dapat dilakukan mulai dari Rp10.000.
Pengembangan tersebut menunjukkan perluasan fungsi layanan digital BCA, tidak hanya untuk transfer dan pembayaran, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan pengelolaan keuangan, investasi, dan transaksi lintas negara.
KPR Jadi Bagian dari Pengembangan Pembiayaan
Pembiayaan perumahan menjadi salah satu bagian dari pengembangan produk kredit BCA. Melalui KPR Fixed Terencana, perseroan menawarkan alternatif pembiayaan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian dengan perencanaan cicilan yang lebih terukur.
Produk KPR dengan skema suku bunga tetap dapat menjadi pertimbangan bagi calon pembeli rumah yang ingin memperoleh kepastian besaran bunga selama periode yang ditentukan dalam perjanjian kredit. Meski demikian, calon debitur tetap perlu memahami jangka waktu suku bunga tetap, ketentuan setelah periode tersebut berakhir, serta biaya lain yang berlaku sebelum mengajukan kredit.
Selain pembiayaan perumahan, BCA juga memperluas dukungan kredit kepada pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM). Hingga September 2026, kredit produktif perseroan mencapai Rp831 triliun, tumbuh 17,2% YoY.
Baca Juga: BP Tapera Puji KPR Sejahtera BCA, Solusi Nyata Rumah untuk MBR
Kredit korporasi tercatat sebesar Rp528,1 triliun atau meningkat 20,9%, sedangkan kredit komersial mencapai Rp154,1 triliun, tumbuh 7,8%. Adapun kredit UKM mencapai Rp149,2 triliun, meningkat 15,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BCA turut menggelar BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha. Perseroan juga menyelenggarakan BCA Wealth Summit 2026 sebagai forum edukasi keuangan bagi nasabah dan masyarakat.
Kredit Berkelanjutan Tumbuh 16,3%
Dari sisi kualitas aset, BCA mencatat rasio loan at risk (LAR) sebesar 4,6% dan non-performing loan (NPL) sebesar 1,8% pada kuartal III 2026.
Kredit berkelanjutan perseroan mencapai Rp280,3 triliun per September 2026, tumbuh 16,3% YoY. Nilai tersebut setara dengan 26,4% dari total portofolio kredit BCA.
Untuk mendukung pelaku UMKM, BCA juga menawarkan program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 dengan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun. Program yang berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Januari 2027 tersebut turut menawarkan jangka waktu kredit yang lebih panjang sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, laba bersih BCA dan entitas anak selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp45,2 triliun, meningkat 4,2% YoY. Dana murah atau current account and savings account (CASA) juga tumbuh 10,4% menjadi Rp1.103 triliun.
Perluas Kontribusi melalui Program Sosial
Selain mengembangkan bisnis dan layanan perbankan, BCA menjalankan berbagai program sosial melalui Bakti BCA. Inisiatif tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Salurkan Bantuan Kemanusiaan, BCA Bangun Instalasi Air Bersih dan MCK di Sumatra
Di bidang pendidikan, Genera-Z Berbakti 2026 menerima lebih dari 260 proposal dari 98 perguruan tinggi di Indonesia. Empat tim pemenang dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Padjadjaran telah menjalankan program pengabdian di Desa Wisata Bakti BCA.
BCA juga melanjutkan program Beasiswa Bakti BCA yang telah dirasakan lebih dari 9.200 penerima manfaat. Di bidang kesehatan, perseroan menyalurkan bantuan kacamata kepada lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu serta menyelenggarakan operasi katarak gratis di Mentawai, Sumatra Barat, dan Toraja, Sulawesi Selatan.
Di bidang lingkungan, Bakti BCA melepasliarkan sekitar 1.300 tukik di Banyuwangi dengan melibatkan 100 pelajar dalam kegiatan edukasi mengenai pelestarian ekosistem pesisir. Perseroan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur serta memulai program Sanggar Bakti BCA untuk mendukung seni pertunjukan di Indonesia.
Melalui pengembangan layanan digital, pembiayaan perumahan, dan kredit produktif, BCA melanjutkan strategi bisnisnya untuk menjawab kebutuhan nasabah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional. (ZH-1).

