Jakarta, IH—Senior Vice President Non Subsidized Mortgage and Consumer Loan Lending Division Bank BTN, Suryanti Agustinar, mengatakan di Jakarta kemarin bahwa pihaknya berkomitmen ke penyediaan rumah untuk pekerja. BTN juga sering berhubungan dengan pekerja di lapangan.
“Sejumlah kendala, sering ditemui pekerja yang ingin punya rumah menggunakan KPR,” kata dia dalam forum diskusi yang digelar Majalah Indonesia Housing di Hotel Ambhara.
Salah satu kendala adalah kenaikan harga rumah yang tidak secepat kenaikan gaji pekerja. Selain itu, uang muka rumah dirasakan tinggi.
“Selanjutnya, lokasi rumah murah sering sangat jauh dari tempat bekerja dan berdampak ke tingginya biaya transportasi. Satu hari, bisa memerlukan Rp 50.000 untuk biaya pulang-pergi bekerja,” kata Suryanti.
Dalam hal ini, hanya beberapa perusahaan yang menaruh perhatian dengan menyediakan fasilitas transportasi untuk pekerja. “Hal-hal seperti ini tentunya terpulang ke good will dari sebuah perusahaan,” kata dia.
Faktor lain, fasilitas rumah pekerja, masih kurang. Karena harga yang murah, pengembang lantas menurunkan spesifikasi rumah tersebut.
Sebenarnya, gaji tetap para pekerja, sering hanya Rp 1,5 juta, dan baru menjadi Rp 3,5 juta jika banyak lembur. “ Lantas, mereka pun sangat sering berganti temapt kerja. Ini kendala BTN untuk verifikasi dan penagihan. Pernah, baru enam bulan setelah akad kredit, pekerja kena PHK,” kata Suryanti.
Sumber Foto Debitur BTN di Sebuah Pameran: Adhito/Indonesia Housing
Pembiayaan
Beberapa Kesulitan Pekerja Ambil KPR, Ini Temuan BTN
- by admin
- 08/09/2016
- 29 Comments
- 1 minute read
- 10 years ago

29 Comments