Pembangunan Bandara Singkawang dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dari para pengusaha lokal Singkawang. (Foto: Dokumen Kemenhub).
SINGKAWANG, www.indonesiahousing.id – MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan Bandara Singkawang di Kelurahan Pangmilang, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (28/1). Pembangunan bandara yang sebagian dananya berasal dari sumbangan beberapa pengusaha ternama nasional seperti dari Sugianto Kusuma atau Aguan, Prajogo Pangestu, Anthony Salim dan beberapa pengusaha lainnya ini ditargetkan rampung pada Maret 202 nanti.
Baca Juga: Satu Dekade Carefast Menjaga Kebersihan Gedung-gedung Tinggi di Indonesia
Dalam kunjungannya, Menhub mengecek sisi darat dan udara Bandara Singkawang, setelah pada Rabu (24/1) lalu, dilakukan penerbangan kalibrasi perdana dengan pesawat komersial PK-CAN B200GT Super King Air dari Bandara Supadio, Pontianak.
“Progres bangunan mencapai 95%, hanya tinggal penyelesaian interior. Untuk runway sepanjang 1.400 meter sudah 100% selesai. Namun ada perpanjangan menjadi 2.000 meter yang akan selesai dalam 1 sampai 2 bulan. Sehingga yang tadinya hanya bisa didarati pesawat ATR, nanti pesawat Airbus A320 sudah bisa mendarat disini,” ujar Menhub.
Baca Juga: Rekor MURI Catatkan Autograph Tower Sebagai Gedung Tertinggi di Indonesia
Proyek pembangunan bandara ini dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dari para pengusaha lokal Singkawang. “Banyak putra-putra Singkawang menjadi donatur untuk mengembangkan bandara ini. termasuk perpanjangan runway dari 1.400 meter menjadi 2.000 meter,” tutur Budi Karya.
Menhub menyampaikan apresiasi kepada pihak swasta yang telah berpartisipasi dalam pembangunan bandara ini. “Dengan keterbatasan APBN, pemerintah membutuhkan dukungan dari swasta untuk membangun infrastruktur transportasi. Pembangunan Bandara Singkawang dapat menjadi contoh yang baik dari kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan swasta,” ucapnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Groundbreaking Bandara Internasional IKN
Budi Karya berharap, pembangunan bandara baru tersebut dapat meningkatkan konektivitas, potensi pariwisata, membuka lapangan pekerjaan, peluang usaha, serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Mulai dibangun 2019 proyek ini ditargetkan beroperasi pada April 2024. Bandara ini memiliki runway sepanjang 1400 m x 30 m, taxiway 200 m x 18 m, apron 100 m x 50 m, dan terminal kargo seluas 312 meter persegi yang dibangun menggunakan APBN. Sementara, gedung terminal penumpang seluas 8.000 meter persegi dan perpanjangan runway menjadi 2.000 meter dibangun menggunakan dana CSR.
Baca Juga: Tarif Baru PBB Beratkan Masyarakat dan Pelaku Usaha Properti
Setelah meninjau Bandara Singkawang, Menhub Budi Karya juga meninjau pelayanan angkutan lintas batas negara Singkawang-Kuching, Malaysia yang dilayani oleh DAMRI serta dapat mendukung konektivitas dari dan ke Bandara Singkawang. (zh1).


1 Comment