FINANSIAL HEADLINE

BTN Memiliki Track Record Panjang dalam Urusan Rumah Rakyat

BTN

Dengan pengalaman dan segala keunggulannya, rasanya sangat wajar jika Bank BTN menjadi andalan sekaligus ujung tombak urusan pembiayaan perumahan bagi rakyat, apalagi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— Bank BTN semakin mantap dan tetap terdepan dalam medukung program pemerintah dalam urusan perumahan rakyat dan bisnis properti secara umum. Tak heran, hingga saat ini BTN selalu menjadi harapan karena mempunyai track record yang sangat panjang dalam mengurusi rumah rakyat yang berdampak pada 174 industri ikutannya dari pembiayaan kredit yang digelontokan bank tersebut.

Ya, sektor properti/perumahan dan perbankan merupakan dua sektor yang berkesinambungan dan saling terkait satu sama lain. Kedua industri ini juga diyakini bakal menjadi andalan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Karenanya, cukup beralasan jika BTN menjadi tumpuan bagi pemulihan industri properti tersebut, sehingga juga dipastikan akan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: BTN Tetap Terdepan dalam Penyediaan Hunian bagi MBR

Mengutip sambutan Presiden Jokowi pada acara Rakernas Real Estat Indonesia (REI) beberapa waktu lalu, sektor properti memiliki kontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional. “Properti merupakan sektor yang strategis, karena aktivitas pembangunan perumahan berkontribusi 13,6% terhadap priduk domestik bruto (PDB) nasional pada 2020. Kebangkitan industri properti ini sangat penting, karena memiliki rantai pasok yang tinggi, ke industri turunannya,” jelas Presiden Jokowi.

Terkait dengan itu, sektor properti berkaitan dengan 172 bisnis lainnya, seperti membeli material seperti batu, semen, cat, dan lantai yang sangat tinggi konten lokalnya. Hal tersebut berarti pemulihan dan kebangkitan industri properti akan membuka kembali kesempatan kerja dari berbagai sektor. “Industri rantai pasok akan berkembang, sehingga membantu akselerasi pemulihan ekonomi nasional,” Terang Jokowi.

Karena pentingnya sektor properti bagi pemulihan ekonomi nasional tidak heran jika pemerintah memberikan beberapa stimulus, seperti kebijakan PPN 10% ditanggung pemerintah. Kebijakan ini telah memberikan dampak pergerakan pasar untuk segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke atas dan terjadi pertumbuhan penjualan secara signifikan untuk rumah seharga Rp500 juta ke atas.

Pengamat Properti Aleviery Akbar pun mengatakan, stimulus yang diberikan pemerintah akan mendongkrak pertumbuhan penjualan properti. Selain kebijakan PPN 10%, kebijakan uang muka (down payment/DP) 0 persen juga turut mendurong penjualan properti. Maka dari itu, dirinya berharap, pemerintah bisa terus memberikan relaksasi kebijakan, sehingga sektor properti dapat tumbuh lebih lagi dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: BTN Ujung Tombak dalam Program Sejuta Rumah

“Insentif pemerintah atas PPN, BPHTB , LTV jika terus berlanjut di tahun 2022 maka  penjualan rumah tapak akan terus tumbuh karena kebutuhan primer masyarakat dengan harga di bawah Rp2 miliar. Properti untuk kelas  rumah mewah secondary masih terus semarak diperjual belikan selama masa pandemi,” ujar Aleviery Akbar ketika dihubungi wartawan di Jakarta.

Nah, dengan pengalaman dan segala keunggulannya, rasanya sangat wajar jika Bank BTN menjadi andalan sekaligus ujung tombak urusan pembiayaan perumahan bagi rakyat, apalagi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (zh1)

24 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *