HEADLINE NEWS

Kementerian PUPR Dorong Swasta Bangun Rumah Subsidi dengan Insentif PSU

Kuota FLPP

Bantuan PSU ini  juga menjadi insentif bagi pengembang rumah subsidi karena tiga tahun harga rumah tidak mengalami kenaikan. (Foto: dokumen PUPR).

INDONESIAHOUSING.ID, Kabupaten Garut— Tiga asosiasi pengembang yang menyumbang pasokan rumah subsidi terbesar di Indonesia yakni Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) serta Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menyesalkan sikap pemerintah yang terus menunda penyesuaian harga rumah subsidi, bahkan justru membuat banyak regulasi baru. Hal ini membuat para pengembang program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah menjadi terancam.

Untuk terus mendorong agar pengembang tetap bersemangat dalam menghadirkan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga: Pasokan Rumah Subsidi Terhambat, Akhir Program Sejuta Rumah?

Diantaranya, para pengembang perumahan bersubsidi kini bisa memanfaatkan berbagai macam komponen bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang dibangun Kementerian PUPR. Tak hanya jalan lingkungan perumahan, Kementerian PUPR juga siap menambah sejumlah komponen PSU lainnya seperti jaringan air bersih, pengolahan persampahan hingga akses jalan ke lokasi perumahan agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memiliki rumah layak huni.

“Bantuan PSU ini  juga menjadi insentif bagi pengembang rumah subsidi karena tiga tahun harga rumah tidak mengalami kenaikan. Di dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2022 yang mengatur bantuan PSU setidaknya ada empat bantuan PSU yang akan dibangun Kementerian PUPR untuk perumahan bersubsidi,” ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Ir. Fitrah Nur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (23/5/2023).

Menurut Fitrah, pembangunan rumah subsidi sangat diperlukan untuk membantu MBR memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau. Selain itu, juga mendukung Program Sejuta Rumah yang mampu menggerakkan 174 sektor industri perumahan di Indonesia.

Lebih lanjut, Fitrah menambahkan, beberapa komponen bantuan PSU yang siap disalurkan kepada pengembang perumahan bersubsidi diantaranya adalah jalan lingkungan, jaringan air bersih, pengelolaan persampahan serta akses jalan menuju lokasi perumahan tersebut.
Apabila pengembang perumahan bisa membangun minimal 100 unit rumah, maka bantuan PSU bisa diberikan 50 persen dari site plan yang ada.

“Kami juga mengajak Pemda setempat untuk menggerakkan para pengembang lokal dan komersial di daerahnya agar mereka juga membangun rumah subsidi. Meskipun margin keuntungannya lebih kecil, tapi manfaat pembangunan rumah subsidi itu membawa dampak ikutan lainnya seperti bergerakknya 174 industri di bidang perumahan,” katanya.

Baca Juga: Gara-gara Hal Ini, Pengembang Rumah Subsidi Terancam Sekarat

Salah seorang pengembang perumahan bersubsidi dari Kabupaten Garut yang juga menjabat sebagai Direktur PT. Mitra Budiman Propertindo, Irfan Razinurdin mengaku lebih senang membangun rumah bersubsidi dibanding komersial. Menurutnya bantuan PSU pemerintah mampu menutupi minimnya margin keuntungan penjualan rumah tersebut.

“Kami sudah membangun lebih dari 20 perumahan bersubsidi di Garut. Dengan bantuan PSU ini fasilitas di rumah subsidi akan semakin baik dan tentu membuat target pasar perumahan yakni MBR bisa memiliki rumah bersubsidi,” terangnya. (ara-3)

24 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *