Pembiayaan

KPR FLPP Tembus 147.871 Unit, Sinergi BP Tapera-BRI Terus Diperkuat

tapera bri

Realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 147.871 unit, menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap pembiayaan rumah. Capaian tersebut didorong melalui penguatan sinergi BP Tapera bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat.

JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Wilayah Jakarta di Gelanggang Jakarta Timur.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi mengenai KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP), sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan bahwa hingga 10 September 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP secara nasional telah mencapai 147.871 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp18,4 triliun. Capaian tersebut merupakan bagian dari target penyaluran FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit rumah.

Dalam sesi sosialisasi, Direktur Kerja Sama dan Kebijakan Pembiayaan BP Tapera, Alfian Arif, menjelaskan berbagai ketentuan dan kemudahan KPR Sejahtera FLPP. Salah satunya adalah pilihan jangka waktu pembiayaan hingga maksimal 40 tahun. Tenor tersebut merupakan pilihan maksimal, sehingga masyarakat tetap dapat menentukan jangka waktu yang lebih pendek sesuai kemampuan dan ketentuan pembiayaan.

Baca Juga: Awas Ketipu! BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Pernah Ditawarkan Online

BP Tapera juga memberikan pemahaman mengenai persyaratan penerima manfaat, terutama ketentuan kepemilikan rumah pertama dan batas penghasilan sesuai zonasi. Masyarakat turut didorong memanfaatkan kanal digital untuk mencari informasi ketersediaan rumah subsidi sehingga lebih mudah menemukan hunian sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Dalam sambutannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mudah, murah, cepat, dan tidak memberatkan. Ia juga menyoroti kemudahan pembiayaan rumah subsidi, termasuk uang muka yang ringan dan pilihan tenor hingga maksimal 40 tahun.

Menteri PKP kemudian mengajak peserta yang belum memiliki rumah untuk secara langsung mencari informasi rumah subsidi melalui telepon genggam. Heru Pudyo Nugroho bersama jajaran BP Tapera turut mendampingi peserta dalam proses tersebut sebagai bagian dari edukasi praktis mengenai akses terhadap rumah subsidi.

Baca Juga: BP Tapera Perkuat Ekosistem Digital Perumahan melalui Integrasi rumah.go.id dan SISI SIG

Kolaborasi juga diperkuat BRI sebagai salah satu bank penyalur FLPP. Hingga 10 September 2026, BRI telah merealisasikan 16.405 unit KPR Sejahtera FLPP senilai sekitar Rp2,06 triliun. Dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 390 undangan dari kalangan UMKM, pedagang toko bangunan, kontraktor, dan pengembang tersebut, BRI turut memberikan edukasi mengenai akses pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan calon debitur.

Melalui kolaborasi ini, BP Tapera terus memperkuat edukasi dan sinergi dengan pemerintah, bank penyalur, pengembang, serta pemangku kepentingan lainnya guna memperluas akses MBR terhadap rumah layak dan terjangkau serta mendorong pencapaian Program 3 Juta Rumah. (QQ-2).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *