Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Intiland Development Tbk, untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2022 di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (24/05).
INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— Seiring dengan semakin kondusifnya kondisi perekonomian dan industri properti nasional, pengambang properti PT Intiland Development Tbk, (Intiland; DILD) menargetkan penjualan (marketing sales) tahun ini sebesar Rp2,4 triliun. Untuk merealisasikan target 2023 tersebut, Intiland akan fokus pada upaya untuk mengejar terget dengan meningkatkan penjualan stok unit atau inventori dari proyek-proyek berjalan maupun pengembangan-pengembangan baru di segmen highrise, kawasan perumahan dan kawasan industri.
Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland menjelaskan pihaknya saat ini memilki stok unit atau inventori di sejumlah proyek di segmen pengembangan mixed-use & high rise.
Baca Juga: RUPST Sepakati Sofyan Djalil Jadi Wakil Komisaris Utama Intiland
“Beberapa di antaranya yakni di Jakarta, seperti apartemen 1Park Avenue, Fifty Seven Promenade, Regatta, dan SQ Rés serta di Surabaya seperti Apartemen Praxis, The Rosebay, Sumatra36, dan Spazio Tower,” ucap Archied, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2022 di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (24/05).
Archied memproyeksikan kondisi pasar properti tahun ini masih cukup menantang namun akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk properti diperkirakan masih cukup tinggi seiring minat beli dan investasi yang sudah berangsur-angsur membaik.
Saat ini, pertumbuhan pasar properti masih ditopang oleh pembelian rumah tapak yang didominasi oleh pembeli akhir (end user). Sementara tren penjualan untuk pasar apartemen masih relatif tertahan dan tumbuh secara berlahan.
“Kami mencermati pertumbuhan pasar produk rumah tapak yang menyasar end user masih cukup stabil sejak tahun lalu. Kami akan mencoba memanfaatkan momentum dan tren ini melalui pengembangan produk dan klaster baru di proyek-proyek yang saat ini sudah berjalan,” jelas Archied.
Lebih lanjut Ia memaparkan, Intiland merencanakan pada tahun 2023 ini akan melakukan pengembangan baru pada sejumlah proyek- proyek, khususnya di segmen kawasan perumahan. Proyek kawasan perumahan Amesta Living yang berlokasi di Surabaya, Intiland meluncurkan tipe-tipe rumah baru untuk memenuhi tingginya minat masyarakat tinggal di perumahan tersebut.
“Amesta Living meluncurkan sebanyak 82 unit rumah yang terbagi ke dalam tiga tipe yakni Kyra, Severa, dan Merra. Berlokasi di klaster Loka, ketiga tipe ini merupakan rumah-rumah berukuran compact yang memiliki luas lahan mulai dari 50 m2 hingga 105 m2 dan luas bangunan mulai dari 59 m2 hingga 126 m2. Membidik target pasar konsumen menengah ke atas, rumah-rumah tipe baru ini dipasarkan mulai dari harga sekitar Rp1 miliar,” terang Archied.
Baca Juga: Pelaku Optimistis Pasar Properti Tetap Tumbuh di Tahun 2023
Selain itu, Intiland juga merencanakan pengembangan baru lainnya di sejumlah kawasan perumahan. Pengembangan tersebut antara lain Brezza di Pantai Mutiara, Jakarta, pengembangan area komersial di perumahan Talaga Bestari, dan pengembangan klaster baru di Graha Natura, Surabaya.
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan dan berusaha mencapai target penjualan tahun ini. Peningkatan penjualan dan pertumbuhan kinerja usaha menjadi prioritas penting bagi Intiland seiring dengan semakin membaiknya kondisi dan pasar properti nasional,” pungkas Archied. (zh1).


29 Comments