FINANSIAL

Pecah Rekor! Realisasi Kredit Perumahan untuk UMKM BRI Tembus Rp100 Miliar

Rekor BRI

BRI Pecahkan Rekor: BRI berhasil memecahkan rekor transaksi realisasi Kredit Program Perumahan untuk UMKM sektor perumahan sebesar Rp100 miliar. Capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dibukukan oleh Bank BJB sebesar Rp70 miliar pada Januari lalu.

SUMEDANG, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi Program KPR FLPP yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan tema Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat.

Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, BRI, Permodalan Nasional Madani (PNM), serta PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan dilaksanakan di Gedung Graha Asia, Sumedang, Jawa Barat.

Dalam pemaparannya, Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan skema dukungan pembiayaan dari pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah pertama dengan suku bunga tetap dan terjangkau sepanjang tenor kredit.

“Program ini memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui KPR subsidi dengan uang muka ringan serta angsuran yang stabil, sehingga masyarakat dapat memiliki hunian layak dan terjangkau,” ujar Heru.

Baca Juga: BP Tapera Raih Penghargaan Garda Terdepan Realisasi Rumah Subsidi

Sementara itu, Staf Khusus Menteri PKP, Budi Permana, turut menjadi narasumber dan memaparkan Program Kredit Program Perumahan (KPP). Program ini menurut Budi Permana, ditujukan bagi pelaku usaha di sektor perumahan, termasuk pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, serta pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok pembangunan rumah.

“Melalui KPP, pemerintah mendorong percepatan pembangunan perumahan sekaligus memperkuat permodalan pelaku usaha sektor perumahan agar lebih produktif, meningkatkan kapasitas usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh masyarakat Kabupaten Sumedang dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari wiraswasta, pengusaha toko bangunan, pengembang, kontraktor, hingga pelaku UMKM.

Selain mendapatkan pemahaman terkait KPR FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah, para peserta juga memperoleh penjelasan komprehensif mengenai KPP sebagai akses pembiayaan modal kerja dan investasi bagi pelaku usaha sektor perumahan, sehingga ekosistem pembangunan rumah dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Tembus 128.608 Unit, BTN Teratas dalam Realisasi Penyaluran KPR Sejahtera FLPP 2025

Sebagai wujud komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada pengusaha kecil dan menengah. Salah satunya melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan oleh PNM.

Program Mekaar merupakan layanan pembiayaan modal tanpa agunan yang diperuntukkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, disertai pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan keluarga.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah menghadirkan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi, mulai dari akses kepemilikan rumah melalui KPR FLPP BP Tapera, penguatan sektor usaha perumahan melalui Program KPP, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga melalui program Mekaar PNM.

Dengan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta institusi keuangan dan pembiayaan, kesejahteraan masyarakat diyakini dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Menteri PKP, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, mengaku sangat senang dengan penye-lenggaraan kegiatan di Sumedang ini. Ia menyampaikan bahwa dalam kegiatan sosialisasi kali ini, BRI berhasil memecahkan rekor transaksi realisasi Kredit Program Perumahan untuk UMKM sektor perumahan sebesar Rp100 miliar.

“Capaian BRI tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dibukukan oleh Bank BJB sebesar Rp70 miliar pada Januari lalu,” ucapnya.

Baca Juga: BRI Dukung Pembangunan Huntara Danantara di Aceh

Ara juga menyampaikan kebahagiaannya karena pada hari yang sama Presiden Prabowo telah menurunkan bunga pinjaman bagi 12,6 juta nasabah program Mekaar PNM yang mayoritas merupakan kaum ibu. “Kebijakan tersebut diharapkan semakin meringankan beban pelaku usaha ultra mikro serta memperkuat daya tahan ekonomi keluarga Indonesia,” imbuh Ara.

Melalui program KPR FLPP, KPP, serta penguatan UMKM melalui Mekaar PNM, kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret dalam mendorong kepemilikan rumah yang layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh. (zh1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *