FINANSIAL HEADLINE

Transformasi Digital BTN, Melayani Negeri Melalui Satu Genggaman

KPR BTN

Bank Tabungan Negara (BTN) menyadari bahwa pertumbuhan berkelanjutan membutuhkan visi jangka panjang. Tak lagi sekadar bank penyalur KPR konvensional, BTN melakukan transformasi menjadi bank transaksional modern.

BOGOR, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Bagi Gebby Widiarni (26), bayangan memiliki rumah pribadi dulunya adalah sebuah perjalanan fisik yang melelahkan. Sebagai karyawan swasta yang berbasis di Cibubur, Kabupaten Bogor, waktunya habis tersita oleh ritme kerja yang padat. Dulu, mencari hunian berarti harus siap dengan sepatu yang aus, menembus kemacetan di akhir pekan, hingga berurusan dengan tumpukan berkas administrasi yang membingungkan.

Namun, kini bayangan akan drama pencarian rumah yang menguras energi dan waktu itu sesungguhnya tak lagi relevan. Perjalanan mencari rumah tidak melulu berakhir di lapangan dengan cucuran keringat kelelahan, tetapi cukup di ujung jempolnya.

Begitu pula yang dijalani oleh Gebby. Melalui aplikasi balé by BTN, ia berhasil memangkas jarak dan waktu. Dari layar ponselnya, Gebby menjelajahi unit, melakukan simulasi kredit, hingga akhirnya menjatuhkan pilihan pada perumahan Pesona Kahuripan 8 di Cileungsi, Bogor-Jawa Barat.

HUT Bale By BTN
BTN Mobile bertransformasi menjadi Balé by BTN

“Prosesnya jauh lebih praktis dan efisien. Meski baru menjadi nasabah beberapa bulan, saya merasa aplikasi ini benar-benar dirancang sesuai kebutuhan generasi kami yang serba digital,” ujar Gebby dengan nada lega.

Kisah Gebby adalah jawaban kecil dari tantangan besar sektor perumahan nasional. Di Indonesia, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengikis angka backlog (kesenjangan kebutuhan) perumahan yang masih tinggi, yakni kisaran 12,7 juta hingga 15 juta unit. Industri perbankan yang selama ini dikenal konservatif, kini dipaksa melakukan reposisi strategis untuk tetap relevan.

Akselerasi Transaksi Digital.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyadari bahwa pertumbuhan berkelanjutan membutuhkan visi jangka panjang. Tak lagi sekadar bank penyalur KPR konvensional, BTN melakukan transformasi menjadi bank transaksional modern. Transformasi ini menjadi krusial di tengah dinamika pasar dan pergeseran perilaku konsumen yang menuntut layanan serba cepat serta terintegrasi secara end-to-end.

Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah bagi BTN melalui peluncuran super-app balé. Kehadirannya tidak hanya mempermudah nasabah, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap performa bisnis perusahaan.

Baca Juga: Permudah Layanan Perumahan, Ara Apresiasi Kehadiran Super Apps Bale BTN

Hingga akhir 2025, kepercayaan masyarakat tercermin dari dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian yang tumbuh 14,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp437,4 triliun. Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menegaskan bahwa pertumbuhan dua digit ini didorong oleh akselerasi transaksi digital.

“Fokus kami adalah memastikan akses yang mudah dan inklusif terhadap pembiayaan  hunian. Balé dirancang sebagai one-stop solution yang mengadopsi konsep lifestyle banking,” jelas Nixon, di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Angka-angka yang dicatatkan pun fantastis. Jumlah pengguna balé melonjak 66,1% yoy menjadi 3,7 juta user. Lebih impresif lagi, nilai transaksi melalui aplikasi ini menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bagi ekonomi nasional, angka transaksi sebesar ini menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap solid sekaligus efisiensi biaya operasional perbankan yang semakin optimal.

Validasi dari Regulator dan Industri

Inovasi ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Menteri yang akrab disapa Ara ini menilai bahwa kemudahan akses finansial digital adalah kunci utama mempercepat Program 3 Juta Rumah.

“Aplikasi ini mempermudah sinergi antara bank, pengembang, dan konsumen. Ini adalah langkah nyata untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah rakyat,” tutur Ara, saat peluncuran Super Apps Bale by BTN, Februari 2025 lalu.

Senada dengan PKP, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Junaidi Abdillah, melihat transformasi ini sebagai solusi bagi para pengembang. Menurutnya, integrasi layanan mulai dari pencarian hingga pengajuan KPR secara daring menghadirkan kecepatan dan kenyamanan yang sebelumnya sulit dicapai secara manual.

Apersi Rumah
Junaidi Abdillah, Ketua Umum APERSI

Nama ’balé’ yang diambil dari filosofi balai atau rumah, kini benar-benar menjadi wadah digital bagi jutaan masyarakat. BTN tidak lagi hanya hadir saat akad kredit dilakukan, tetapi hadir dalam setiap transaksi harian nasabahnya—mulai dari membayar tagihan hingga mengelola gaya hidup.

Dengan visi menyongsong tahun 2026, BTN memperkuat posisinya sebagai pilar finansial keluarga Indonesia. Langkah ini bukan sekadar tentang bertahan hidup di era digital, melainkan tentang komitmen membangun masa depan masyarakat Indonesia. Kini, setiap orang, seperti Gebby, bisa memiliki rumah impian hanya dengan satu genggaman tangan melalui layar gawai mereka.

Lebih dari itu, capaian nilai transaksi digital yang menembus Rp103,6 triliun bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata kontribusi BTN dalam menjaga perputaran ekonomi nasional sekaligus mempercepat inklusi keuangan hingga ke lapisan masyarakat bawah. (ZAL HANIF).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *