Jakarta, IH—Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia Banten (DPD REI Banten) Soelaeman Soemawinata, mengatakan di Jakarta (7/9/2016), pihaknya meminta pengelola kawasan industri menyediakan lahan untuk dibangunnya perumahan pekerja kawasan tersebut.
“Di situ, sebaiknya pengelola kawasan industri menyubsidi harga lahan yang mahal, menjadi Rp 200.000 per m2,” kata dia saat menjadi pembicara di Forum Indonesia Housing, yang digelar Majalah Indonesia Housing, Rabu kemarin, di Hotel Ambhara, Jakarta.
Dia juga berkata, beberapa bulan lalu, pihaknya mencoba berbicara dengan pengelola kawasan industri. Dan menyarankan adanya lahan seluas 2 hektar untuk perumahan pekerja.
“Persoalannya, ada simpang-siur di pemda. Ada yang bilang, di kawasan industri, tidak boleh ada perumahan. Yang lain bilang, dibolehkan. Hal ini berlangsung enam bulan,” kata Soelaeman.
Akhirnya, bupati menyatakan bahwa 30% lahan kawasan industri, boleh untuk perumahan. “Tapi kami sudah sangat repot, bukan? Padahal, kami inginnya 15 hektar, dan baru terkait 2 hektar, sudah repot.”
Kata Soelaeman lagi, “Jadi, soal ribet minta ampun, ini koreksi buat kita. Pemda harus meng-improve. Semangat Program Sejuta Rumah, tidak semua sama tinggi. Yang mati-matian, hanya Kementerian PUPR dan Bank BTN.”
Foto Soelaeman Soemawinata (Sebelah Kanan): Rinaldi/Indonesia Housing
berita properti
Jurus REI Banten Perbanyak Rumah Pekerja
- by admin
- 09/09/2016
- 19 Comments
- Less than a minute
- 9 years ago

19 Comments