Tidak hanya keindahan alam dan kehidupan bawah laut saja yang bisa dinikmati di kawasan Raja Ampat, namun pesona kehidupan sejuta spesies endemik juga tidak kalah menariknya. (foto: wikipedia.org)
MESKI jam sudah menunjukan pukul 7.00 Waktu Indonesia Bagian Timur, tapi matahari tampak masih malau-malu keluar dari peraduannya. Maklum, pagi itu memang Kota Sorong, Papua Barat, agak sedikit mendung dan seakan kurang bersahabat. Namun semangat dan keinginan kami untuk mengunjungi kawasan wisata Raja Ampat tidak pernah surut.
Ya, siapa yang tidak kenal dan tidak tertarik untuk menengok pesona kawasan Raja Ampat? dan siapa yang tidak ingin berkunjung kesana?. Konon katanya Raja Ampat merupakan salah satu kawasan terindah di dunia dan pesonanya tidak mudah digambar dengan kata-kata.
Sejak pertama kita meninggalkan pelabuhan Sorong saja menuju Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, (Waisai), kita sudah disuguhkan pemandangan alam dengan pulau-pulau nan indah, lautan yang biru dan jernih yang selalu memanjakan mata. Bayangkan jika kita sudah memasuki kawasan Raja Ampat, tentu akan jauh lebih memesona lagi.
Baca juga: Jadi Tempat Isolasi, TMII Masih Dibuka untuk Umum
Karena itu tidak berlebihan rasanya, jika kawasan Raja Ampat, Papua Barat ini dijuluki sebagai sepotong “Surga tersembunyi” di alam raya dan menjadi dambaan banyak wisatawan untuk berkunjung langsung. Dengan kata lain, Raja Ampat mampu menghipnotis siapa saja untuk kembali berkunjung menengoknya.
Bagi Anda yang sudah berkesempatan berkunjung ke sana, pasti terkesan dengan pesona alam Raja Ampat nan indah eksotis. Begitu juga bagi para penyelam, Raja Ampat merupakan surga yang wajib dikunjungi, minimal satu kali seumur hidup.
Tidak hanya keindahan alam dan kehidupan bawah laut saja yang bisa dinikmati di kawasan Raja Ampat, namun pesona kehidupan sejuta spesies endemik-pun juga tidak kalah menariknya dan patut untuk dijelajahi. Sekali lagi Raja ampat memang menakjubkan. Lautnya yang jernih dengan jutaan ikan di terumbu karang dengan mudah bisa kita lihat dari atas kapal.
Pesona Sejuta Spesies Endemik
Berbicara Raja Ampat tidak memulu bicara soal keindahan gugusan pulau dengan lautnya yang tenang dan jernih. Lebih dari itu, Raja Ampat juga dikenal sebagai istananya bagi jutaan spesies endemik.Kawasan yang berada di “Kepala Burung” Papua ini memiliki luas wilayah 46.100 km2, dimana wilayah lautnya mencapai hampir 80%.
Adalah Pulau Waigeo nama istana bagi jutaan endemik tersebut. Sebagai salah satu pulau terbesar dari 4 pulau besar di Kabupaten Raja Ampat, dan memiliki hutan nan alami serta relatif masih ‘perawan’, Pulau Waigeo memang menjadi tempat ideal bagi jutaan makluk hidup.
Di pulau yang belakangan semakin banyak dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan nusantara, maupun mancanegara tersebut, banyak ditemukan spesies endemik yang tidak ditemukan di daerah lainnya di dunia. Misalnya, Kuskus Totol Hitam (Rufoninger), Kuskus Coklat, Kuskus Rambut Sutera, Kuskus Kelabu, hingga Kuskus bertotol biasa.
Berdasarkan informasi, di Kabupaten Raja Ampat terdapat sekitar 66 individu dari 28 jenis burung. Dari jumlah tersebut, setidaknya 7 jenis diantaranya merupakan endemik pulau Waigeo.
Masih banyak jenis lainnya yang bisa kita temukan di pulau Waigeo. Sebut saja seperti Biawak besar jenis (Varanus Salvadori), yang panjangnya bisa mencapai 2,5 meter.
Baca Juga: Sandiaga Uno Ajak Wisatawan Liburan ke Subang
Jenis burung yang belum tentu ada ditempat lainpun banyak di Pulau Waigeo. Seperti burung Nuri, Kakak Tua, Rangkong, Cendrawasih, burung burung yang menjadi khas Waigeo, Wilson’s Bird of Paradise (Cicinurus Respublica). Uniknya ukuran burung ini kecil, hanya sekitar 21 cm.
Selain itu tentu masih banyak yang bisa dinikmati di Raja Ampat. Dan tanpa bermaksud melebih-lebihkan, Raja Ampat memang memiliki sejuta pesona. Hanya saja untuk sampai di Surga terpencil tersebut, membutuhkan waktu dan dana yang cukup besar.
Bahkan menurut Michel (23), salah seorang jurnalis di Sorong, untuk memanjakan mata, dengan pulau-pulau kecil yang indah, pantai tenang dan jernih dengan hamparan pasir putihnya, dan keindahan alam yang masih perawan tersebut membutuhkan ongkos melebih perjalanan ke Eropa. Satu orang saja kalau dari Jakarta, bisa menghabiskan puluhan juta rupiah.
Yah..cukup besar memang. Tapi percayalah, jika sudah sampai di sana, semua biaya yang dikeluarkan tersebut tidakan terasa mahal dan akan terbayar lunas oleh kepuasan mata yang tak ternilai harganya. (ZH01)


1 Comment