berita properti

Properti Sulit Melesat Tanpa Ekonomi Tumbuh 6%

Jakarta, IH—Sektor properti diperkirakan sulit bergerak signifikan tanpa adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yakni di 6%-an. Sebab, bila diibaratkan, sektor properti adalah sebuah gerbong, dan lokomotifnya adalah pertumbuhan ekonomi makro. Demikian dikatakan oleh pengamat properti, Budi Santoso, kemarin sore di Jakarta.
Budi mengatakan, dari segi kebijakan pemerintah, yang dilakukan saat ini sudah cukup tepat. Saat ini, yang sudah berjalan adalah Program Sejuta Rumah, deregulasi perizinan hunian murah lewat Paket Kebijakan Ekonomi XIII, pelonggaran pemilikan rumah oleh warga asing, dan lain-lain.
Akan tetapi, perlambatan ekonomi membuat daya beli terhadap properti menurun. Dan hal ini tertolong bila pertumbuhan ekonomi bisa setidaknya 6%-an.
“Saat ini, adalah menjadi tugas pemerintahan Presiden RI Joko Widodo untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Dan dengan demikian sektor properti akan melaju cepat lagi,” kata mantan tenaga ahli bidang perumahan di Pemda DKI Jakarta itu.
Bukankah pertumbuhan ekonomi 2017 ditargetkan 5%-an dan banyak kalangan properti yang optimis? Jawab Budi, “Saya rasa, pertumbuhan di kisaran tersebut belum cukup berarti mendorong sektor properti lebih bagus,” dia menegaskan.
 
Sumber Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi: Istimewa

22 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *