PRODUK seremoni

Raksasa Aluminium Capral Gandeng Alca Metals Perkuat Pasar Impor Negeri Kanguru

Capral

TANDA TANGAN – CEO sekaligus Owner Alca Metals, Paidy Lukman (kiri) menyaksikan Penandatanganan Kontrak Kerjasama ‘strategic importer partner’ yang dilakukan oleh CEO Capral, Tony Dragicevich (kanan), pada 2 Mei 2024 lalu, di Sydney, Australia.

MEDAN, www.indonesiahousing.id – Penandatanganan kontrak kerjasama ‘strategic importer partner‘ antara Capral Aluminium Australia dengan PT. Alfo Citra Abadi, pada 2 Mei 2024 lalu, adalah bukti keseriusan Alca Metals Indonesia memperkuat pasar aluminium extrusion Australia.

Di sisi lain, Capral Aluminium sendiri merupakan salah satu pemain industri aluminium terbesar, yang telah berkiprah puluhan tahun pada industri extrusion di ‘Negeri Kanguru’.

Baca Juga: Kolaborasi dengan ALCA Metals Group, ATW Solar Dukung Realisasi TKDN Energi Terbarukan

Penandatangan kerjasama dilakukan oleh CEO sekaligus Owner Alca Metals, Paidy Lukman dan CEO Capral, Tony Dragicevich di Sydney, Australia.

Sejak tahun 2006, Australia memang telah menjadi salah satu tujuan pasar ekspor aluminium Alca Metals, yang secara berturut pada 2020 – 2022 meraih penghargaan Primaniyarta dari Kementerian Perdagangan RI sebagai eksportir berkinerja terbaik di tingkat nasional.

“Perkembangan ekspor aluminium kita ke Australia memang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan saat Pandemi Covid, permintaan aluminium extrusion merek ALCA Metals oleh pasar Australia terus meningkat secara konsisten, sehingga Capral melihat potensi produk ALCA Metals dan menawarkan untuk menumbuhkan bisnis bersama melalui kerjasama keagenan jangka panjang” ujar Paidy Lukman saat ditemui di kantor Alca Metals, Medan, Rabu, (8/5/2024).

Baca Juga: Australia Investasi Bangun RS Internasional Pertama di Eco Town Sawangan

Sejak awal berdiri, tahun 1939, Capral merupakan nama terakhir yang digunakan sebagai merek dagang, setelah melakukan dua kali pergantian nama dari British Aluminium Australia menjadi ALCAN dan terakhir CAPRAL.

Paidy Lukman menjelaskan, di negaranya, kiprah CAPRAL dalam penguasaan pasar aluminium terbilang cukup terkenal. Mereka telah menguasai pasar aluminium Australia pada lima segmen bisnis utama, yakni konstruksi, transportasi, solar panel, industri kapal, dan cool room.

Adapun dalam perdagangan bebas dunia, CAPRAL dikenal sebagai produsen dan distributor aluminium terbesar, yang tidak imun dari pengaruh ekspor produsen aluminium dari negara-negara saingan seperti Tiongkok dan Indonesia.

Baca Juga: Pasar Pariwisata Tiongkok Kian Membaik, SiteMinder Perkuat Kemitraan dengan Trip.com

Karenanya, setelah melakukan berbagai survey, manajemen Capral pada tahun 2020 lalu memutuskan untuk menjadi agen produk aluminium extrusion merek Alca Metals.

“Setelah beberapa tahun menjual produk ALCA Metals dan melihat potensi besar, Capral akhirnya mengajukan diri sebagai agen tunggal aluminium extrusion Alca Metals untuk pasar di Negeri Kanguru itu,” paparnya.

Baca Juga: Dibanderol Rp8,5 Miliar, Paramount Land Ungkap Pontensi Menteng Studio Loft Gading Serpong

Menurut Paidy Lukman, ada beberapa keuntungan yang diperoleh Alca Metals dari penandatangan kerja sama dengan Capral. Pertama, aktivitas ekspor alumnium Alca Metals ke Australia tetap terjamin selama durasi masa kontrak, meski situasi perekonomian dunia belum sepenuhnya stabil akibat dihantam berbagai krisis seperti konflik geopolitik, perang Israel – Palestina.

Kedua, Capral selama ini dikenal menguasai pasar aluminium ekstrusi untuk sektor perkapalan di Australia, baik kapal besar, yacht, tongkang maupun ponton. “Ini artinya, pasar Alca Metals punya kesempatan untuk berkembang lebih besar lagi di Australia,” ungkapnya.

Baca Juga: Kerek Kapasitas Produksi, Maxi Bangun Pabrik Ke-3 di Kawasan Industri Kendal

Selain itu, sambung Paidy Lukman, pasar aluminium untuk industri perkapalan memiliki persyaratan sangat ketat dan memerlukan pabrik yang telah familiar dengan pasar internasional – dimana Alca Metals sendiri merupakan exportir aluminium terbesar di Indonesia selama beberapa tahun dan telah sangat mengerti ekspektasi pasar ekspor.

Alca Metals pun mengaku bersyukur bahwa produk aluminium mereka digunakan pada industri perkapalan di Australia. “Meskipun Alca Metals merupakan salah satu pemasok industri perkapalan di USA & Kanada, namun mampu menambah satu “pipeline” baru ke dalam portfolio customer kami. Ini merupakan hal yang sangat positif untuk pertumbuhan Alca Metals,” tambah Paidy Lukman.

Digandeng PT ATW Sejahtera

Paidy Lukman juga mengungkapkan, sebelumnya PT ATW Sejahtera (ATW Solar) Jakarta juga telah menjalin kerja sama dengan Alca Metals lewat anak usahanya, yaitu PT Solar Mart Energi (Sun Star Solar).

Kerja sama ini dilakukan sebagai wujud komitmen dan dukungan perusahaan atas realisasi pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada subsektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (panel solar).

Baca Juga: Paramount Land Dorong Inovasi Produk dan Pembangunan Kota yang Berkelanjutan

Kolaborasi dengan PT ATW Sejahtera yang selama bermain panel solar untuk industri merupakan langkah strategis ALCA Metals untuk berkontribusi lebih baik pada kemajuan energi terbarukan dalam negeri melalui produk-produk aluminium dengan kualitas global.

Seperti diketahui salah satu keunggulan produk aluminium Alca Metals selama ini adalah telah bisa disesuaikan dengan spec yang dibutuhkan untuk tiap industri pengguna yang berbeda-beda. Sementara dari sisi distribusi, Alca Metals juga selalu presisi soal waktu. “Dari sisi harga pun kita bersaing dengan kualitas,” pungkasnya. (zh1)

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *