Sinyal Positif Apartemen Sewa: Performa sektor apartemen sewa di Jakarta masih menunjukkan tren dinamis. Di tengah penambahan pasokan, permintaan sedikit melambat khususnya pada tipe apartemen servis, hal ini disinyalir sebagai konsekuensi dari masuknya proyek baru di awal tahun. (Foto: Ilustrasi/Istimewa).
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Data dari Knight Frank Indonesia mengungkapkan, sekitar 240 unit baru apartemen sewa tercatat masuk pasar di paruh pertama tahun ini. Penambahan unit baru ini mengirimkan sinyal positif meski di tengah ketidakpastian global. Sementara itu, proyeksi ke depan menunjukkan bahwa, pasar apartemen sewa di Jakarta akan terus tumbuh meski perlahan.
Knight Frank Indonesia juga merilis, performa sektor apartemen sewa di Jakarta masih menunjukkan tren dinamis. Di tengah penambahan pasokan, permintaan sedikit melambat khususnya pada tipe apartemen servis, hal ini disinyalir sebagai konsekuensi dari masuknya proyek baru di awal tahun.
Kalangan ekspatriat Asia, terutama dari China, Jepang, dan Korea Selatan saat ini masih mendominasi permintaan unit apartemen sewa, terutama pada lokasi CBD dan Prime Non‐CBD.
Baca Juga: Tenant Apartemen Sewa di Kawasan CBD Didominasi Ekspatriat
Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, menyebutkan bahwa proyeksi pasokan baru hingga tahun 2027 menunjukkan bahwa performa pasar apartemen sewa terus dinamis, didukung permintaan ekspatriat yang cukup stabil.
“Keunggulan lokasi dan layanan prima menjadi nilai tambah apartemen sewa yang perlu dioptimalkan untuk memperluas pasar apartemen sewa, tidak hanya ekspatriat, namun juga pasar domestik profesional yang potensial, seperti digital nomad,” ucapnya.
Selain itu, menurut Knight Frank Indonesia, potensi peluang untuk serviced apartment juga terbuka di sekitar koridor timur Jakarta, seiring dengan pergeseran sebaran kawasan industri ke Purwakarta, Subang, dan Kertajati. Dengan demikian, permintaan terhadap jenis akomodasi tersebut diprediksi akan meningkat.
Baca Juga: Koridor Timur Cibubur Sunrise Property Paling Menjanjikan
Sementara itu, short‐stay apartemen sewa sebagai alternatif hotel menjadi tren, kedekatan lokasi apartemen di tengah kota, dekat dengan pusat hiburan dan komersial menjadi pendongkrak tingkat hunian short‐stay.
Informasi terkini pasar dari sektor apartemen sewa pada periode 1H25 antara lain; Total pasokan apartemen bertambah menjadi 10.290 unit, tambahan 1 proyek baru di CBD Kuningan (Swissotel Living Jakarta), Rerata tingkat penyewaan sedikit terkoreksi, yaitu sekitar 65,56%, dan Rerata harga sewa mengalami perbaikan dengan indikasi kenaikan tahunan sebesar 0,9% (yoy).
Baca Juga: Murino Group Rilis Villa Apartemen Butik Eksklusif Berkonsep Wellness di Canggu Bali
Setidaknya sebut Knight Frank Indonesia, 11% proyek apartemen menaikkan harga sewa dari semester sebelumnya, serta akhir tahun ini, unit baru masih akan masuk pasar, dan terus berlanjut sampai tahun 2027. Ya, dengan adanya sinyal positif ini, sub sektor apartemen sewa akan kembali bangkit !. (zh1).

