HEADLINE NEWS

93,09% Rumah Subsidi FLPP Penyaluran 2026 Kini Sudah Dihuni

Rumah FLPP

Sebanyak 93,09 persen debitur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk tahun penyaluran 2026 tercatat telah resmi menghuni rumah subsidi mereka. Angka okupansi yang tinggi ini menjadi bukti nyata bahwa program pembiayaan rumah paruh tahun ini semakin tepat sasaran dan efektif dalam menjawab kebutuhan hunian riil bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID –  BP Tapera per saat ini telah merealisasikan penyaluran FLPP sebesar 79.667 unit rumah senilai Rp9,9 Triliun. Dari capaian penyaluran tahun 2026 tersebut, pada sisi pemantauan melalui monitoring dan evaluasi di lapangan, BP Tapera meningkatkan target dari tahun sebelumnya menjadi 75.000 unit rumah.

Menilik dari target monitoring dan evaluasi per akhir Mei 2026, BP Tapera telah mencapai angka pemantauan sebesar 42,595 ribu unit rumah, atau 36,42% dari target yang ditetapkan. Dalam pemantauannya, sebanyak 37.003 unit rumah (93,09%) dihuni sendiri oleh pemiliknya.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa program pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen BP Tapera untuk memastikan Rumah FLPP BP Tapera dimanfaatkan sesuai peruntukannya bagi MBR, serta sebagai upaya peningkatan kualitas pelaksanaan Program FLPP secara berkelanjutan.

BP Tapera menilai, bahwa program monitoring dan evaluasi keterhunian merupakan salah satu instrumen penting dalam memastikan Program FLPP dapat berjalan tepat sasaran “Program FLPP tidak hanya berorientasi pada penyaluran pembiayaan saja, tetapi juga memastikan bahwa Rumah FLPP BP Tapera benar-benar dimanfaatkan oleh yang berhak,” terang Heru.

Baca Juga: Sektor Informal Sulit Akses Bank, Skema Baru Pembiayaan Rumah Murah Dinantikan

Sebagai informasi, Tahun 2025 lalu BP Tapera berhasil mencatat realisasi penyaluran FLPP sebesar 278.868 unit rumah Rp34,64 Triliun, yang merupakan capaian tertinggi sepanjang FLPP disalurkan. Dari penyaluran tersebut, BP Tapera menargetkan pemantauan tingkat keterhunian sebesar 68.000 unit rumah. Dari target pemantauan tersebut, rumah terpantau dan valid sebanyak 75.047 unit rumah, dari pantauan tersebut sebesar 70.564 unit rumah BP Tapera mendapatkan data rumah dihuni sesuai ketentuan (94,02%).

Kualitas Hunian dan Tantangan  Suplai

Selain melakukan pemantauan kualitas tingkat keterhunian, BP Tapera juga turut melakukan pemantauan kualitas hunian. Per 31 Mei 2026, BP Tapera mencatat sebanyak total data 2.422 rumah valid, dan 2.337 rumah diantaranya (96,49%) siap huni.

Sedangkan untuk 3,51% sisanya, termasuk dalam rumah belum siap huni. Saat ini BP Tapera menindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi secara berkala kepada bank penyalur untuk memastikan seluruh rumah yang selesai dibangun telah siap untuk dihuni juga oleh para calon debitur. Karena kondisi tersebut secara tidak langsung turut menjadi faktor pengaruh dalam mendorong tingkat keterhunian.

Baca Juga: BP Tapera Buka Jalan bagi Pekerja Non-Fixed Income Miliki Rumah, Penghuni New Bukit Tentrem Rasakan Manfaatnya

Selain itu, BP Tapera juga turut mencatat beberapa aspek tantangan dalam menyelenggarakan penyediaan hunian yang sering dijumpai oleh para pengembang perumahan, yaitu aspek perizinan, tata ruang, hingga proses pertanahan

Menyikapi hal-hal tersebut, Heru menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Daerah sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan keterhunian rumah FLPP.

“Dari sisi keterhunian, kami berharap Pemda dapat memfasilitasi pembaruan alamat KTP penghuni sesuai dengan alamat rumah subsidi yang ditempatinya. Selain itu, seluruh ketentuan terkait keterhunian Rumah FLPP BP Tapera perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat,” pungkas Heru. (ZH-1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *