Kunci sukses atau kemajuan BP Tapera mendatang adalah memiliki Komisioner yang mampu menggali dana lain di luar APBN, misalnya dana murah dari luar negeri maupun dalam negeri, dan pengembangan struktur produk di pasar modal. (Foto: Rumah subsidi/ilustrasi).
INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— SELEKSI calon Komisioner dan Deputi Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk periode 2024 – 2029 tinggal menyisakan 23 nama. Berbagai kalangan dengan latar belakang yang beragam, tertera dalam daftar calon tersebut.
Jabatan yang dibuka dalam seleksi kali ini adalah Komisioner, Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera, Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, dan Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi.
Baca Juga: BP Tapera Benchmark Program Pembiayaan Perumahan G2G dengan Republik Korea
Pemilihan Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera ini mendapat pehatian dari berbagai pihak, terutama para pelaku pembangunan perumahan di tanah air. Apalagi tantangan sektor perumahan ke depan diperkirakan akan lebih menantang, mengingat backlog perumahan yang semakin membengkak.
“Apersi, sebagai mitra strategis BP Tapera berharap komisioner yang akan datang memiliki kompetensi di jasa keuangan, sehingga akan lebih mudah untuk tata kelola pembiayaan perumahan ke depan. Untuk itu, pemilihan kali ini perlu kecermatan dan kehati-hatian, agar mendapatkan hasil yang optimal,” ungkap Junaidi Abdillah, Ketua Umum DPP Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), ketika ditemui beberapa waktu lalu di Kantor DPP Apersi, Cawang, Jakarta Timur.
Baca Juga: Panangian Simanungkalit, Butuh 1,3 Juta Rumah Setahun untuk Atasi Backlog
Menurut Junaidi, sebagai badan usaha di bidang keuangan dengan penugasan khusus pembiayaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), komisioner BP Tapera kedepan harus visioner dan mampu menjalin sinergi dengan mitra bisnis, investor, serta lebih meningkatkan kolaborasi dengan asosiasi pengembang perumahan serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan para stakeholder perumahan lainnya.
“Pengelolaan dana itu tidak gampang, perlu ahli khusus bidang jasa keuangan. BP Tapera ini berbeda dengan lembanga jasa keuangan lainnya. Pasalnya, badan ini bukan hanya sebagai penyalur Kredit Perumahan Rakyat (KPR) saja, tapi juga harus mampu dalam pengembangan dana, dan harus bisa menggali dana murah. Dengan kata lain, bagaimana membesar Tapera untuk mencari dana selain yang dimodali pemerintah,” ucap Junaidi.
Baca Juga: Apersi Nilai Janji Capres di Bidang Perumahan Hanya Tipu-tipu
Karena itu menurut Junaidi, Calon Komisioner haruslah memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang jasa keuangan. “Kunci sukses atau kemajuan Tapera mendatang adalah keberhasilan menggali dana lain, misalnya dana murah dari luar negeri, dalam negeri dan pengembangan struktur produk di pasar modal,” imbuhnya.
Selain itu terang Junaidi, Komisioner Tapera yang akan datang harus memiliki konsep dengan membuat kebijakan yang tepat dan tidak berubah-ubah.
Baca Juga: Pasokan Rumah Subsidi Terhambat, Akhir Program Sejuta Rumah?
“Komisoner Tapera perlu leadership, dan tidak membuat kebijakan yang pasti alias bukan coba-coba. Dampaknya akan sangat fatal. Bisa saja terjadi kekurangan kuota seperti beberapa tahun lalu, yang berdampak signifikan terhadap para pengembang, sehingga penyedian rumah subisidi untuk MBR jadi terancam,” Pungkas Junaidi. (zh1)


21 Comments