HEADLINE NEWS

Prabowo Instruksikan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Kawasan Senen

Prabowo Hunian Pinggir Reil

Presiden Prabowo memerintahkan Menteri PKP, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api. (Foto: Dok BPMI Setpres).

JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemba-ngunan hunian layak bagi warga di pinggir rel kereta api Senen, Jakarta Pusat, usai melakukan blusukan pada Kamis, 26 Maret 2026.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan tim gabungan segera bergerak menyiapkan hunian baru yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal asal, guna meningkatkan kualitas hidup warga yang telah menetap puluhan tahun. Kunjungi situs berita resmi pemerintah untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut.

“Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui telepon karena sedang di Toba (diwakili Sekjen Menteri), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, (27/3/2026).

Baca Juga: Ketum REI: Pilihan Cermat Presiden Prabowo Pakai Instrumen Perumahan untuk Tuntaskan Kemiskinan

Menurut Seskab Teddy, arahan tersebut segera ditindaklanjuti. Pemerintah memastikan proses awal pembangunan hunian baru langsung berjalan tanpa menunggu waktu lama.

“Hari ini juga tim sudah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan hunian baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka,” ungkap Seskab Teddy.

Langkah cepat ini diambil setelah Presiden Prabowo mendengar langsung kondisi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Banyak di antara mereka telah menetap selama puluhan tahun di kawasan pinggir rel dengan fasilitas yang sangat minim.

Baca Juga: Manuver Agresif BTN Mengakselerasi Hunian Inklusif 2026

“Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Dan Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin,” jelas Seskab Teddy.

Lebih dari sekadar relokasi, kebijakan ini dirancang dengan pendekatan kemanusiaan dan memastikan bahwa warga tetap dekat dengan lingkungan sosial dan sumber penghidupan mereka. Pemerintah ingin perubahan ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Di tengah hiruk-pikuk kota, keputusan cepat ini menjadi pesan bahwa negara hadir, mendengar, dan bertindak. (zh1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *