Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada BTN atas perannya sebagai orkestrator utama dalam misi besar Asta Cita: menghapus stunting melalui hunian layak. Lewat penyaluran 192.208 unit KPR FLPP sepanjang 2025 dan 4.160 unit KPR FLPP per Januari 2026, serta terobosan ekonomi hijau yang radikal, BTN bertransformasi dari sekadar pemberi kredit menjadi arsitek ekosistem perumahan yang inklusif, berkelanjutan, dan merakyat.
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Di penghujung tahun 2025, angin segar berembus dari Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten. Di hadapan ribuan masyarakat dan stakeholder perumahan, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas peran vital PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam menjaga martabat bangsa melalui hunian.
“Rakyat harus punya rumah yang layak untuk dihuni. Ini sangat membanggakan, meski masih jauh dari yang harus kita capai,” ujar Presiden Prabowo dalam acara Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera, Sabtu (20/12/2025) lalu. Bagi Presiden, rumah bukan sekadar komoditas, melainkan benteng pertahanan pertama melawan stunting dan pintu gerbang menuju kesejahteraan.

Sejalan dengan visi Asta Cita, BTN terus memperkokoh dominasinya melalui penyaluran 192.208 unit KPR FLPP sepanjang tahun 2025. Tren positif ini berlanjut hingga awal 2026, di mana BTN tercatat telah menyalurkan 4.160 unit hanya dalam bulan Januari. Angka ini merupakan langkah awal BTN untuk menyerap alokasi 172 ribu unit—hampir separuh dari total kuota nasional yang berjumlah 350 ribu unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut BTN sebagai “Garda Terdepan”. Menurut menteri yang akrab disapa Ara ini, kinerja cepat BTN dalam menyalurkan KPR FLPP di bawah kementerian baru menjadi bukti efisiensi birokrasi dan perbankan yang kian lincah.
Jemput Bola
Alih-alih menunggu nasabah datang, BTN kini lebih proaktif ‘menjemput bola’. Lewat strategi Create Demand, bank ini langsung mendatangi berbagai institusi untuk menciptakan peluang baru. Langkah ini diperkuat dengan ekspansi digital dan terobosan kreatif yang tak biasa, mulai dari inovasi berbasis lingkungan hingga berbagai kemudahan layanan perbankan lainnya.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa strategi 2026 akan lebih agresif melalui skema Create Demand.
Baca Juga: Transformasi Digital BTN, Melayani Negeri Melalui Satu Genggaman
“Kami menjemput bola ke institusi seperti guru-guru Muhammadiyah dan sektor formal lainnya. BTN akan merekomendasikan debitur potensial langsung kepada pengembang agar akselerasi hunian rakyat semakin kencang,” jelas Nixon.
Orkestrator Inklusi dan Ekonomi Hijau
Hingga awal 2026, rekam jejak BTN tak terbantahkan: membiayai 5,97 juta unit rumah dengan nilai mencapai Rp555 triliun. Namun, BTN kini melangkah lebih jauh. Ia bertransformasi menjadi “Orkestrator Ekosistem” yang menghubungkan regulator, pengembang, dan penerima manfaat, termasuk kelompok disabilitas.
Salah satu inovasi paling radikal adalah program “Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu”. Inisiatif ini merupakan implementasi nyata ekonomi hijau yang didorong pemerintah. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, memaparkan logika ekonomi di balik pengelolaan sampah tersebut.

“Satu keluarga menghasilkan rata-rata 4 kilogram sampah per hari. Jika dikelola, sampah ini bernilai ekonomi yang bisa langsung memotong cicilan KPR. Ini solusi ganda: lingkungan lestari, beban finansial warga berkurang,” ungkapnya saat peluncuran di Pesona Kahuripan, November tahun lalu.
Inovasi ini disambut baik oleh pelaku industri. Angga Budi Kusuma, Direktur Utama Pesona Kahuripan Group (PKG), melihat program ini sebagai langkah revolusioner. Di kawasannya, lebih dari 3.800 unit rumah sudah menggunakan material ramah lingkungan.
“Dengan lebih dari 14 ribu warga, kami siap mengonversi sampah menjadi tabungan angsuran. Ini kolaborasi yang melibatkan UMKM dan menciptakan budaya baru di lingkungan perumahan subsidi,” tutur Angga.
Baca Juga: Respons REI Soal Keinginan Presiden Prabowo Agar Tidak Ada Lagi Naila di Indonesia
Dengan penguasaan pangsa pasar KPR nasional mencapai 39%, BTN terus memperkuat praktik Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui BTN Housingpreneur, bank ini juga merangkul arsitek muda untuk menciptakan hunian hemat energi berbasis digital.
Kini, di bawah target besar pemerintah, BTN telah membuktikan bahwa “Rumah untuk Semua” bukan sekadar slogan di atas kertas. Dari tumpukan sampah yang menjadi rupiah hingga akad massal di pelosok negeri, BTN sedang merajut kembali harapan rakyat Indonesia untuk memiliki hunian yang tak hanya layak, tapi juga berkelanjutan. (ZAL HANIF).

