Pasar perkantoran hijau atau green office menunjukkan tren positif di tengah dinamika pasar properti. Meski stok ruang relatif tidak banyak berubah, permintaan yang menguat mendorong tingkat keterisian dan harga sewa terus tumbuh, menandakan semakin besarnya minat perusahaan terhadap ruang kerja yang efisien, modern, dan berorientasi pada keberlanjutan. (Foto: ilustrasi perkantoran di Jakarta).
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terus berlanjut, baik dari ranah lokal, regional, maupun global memberikan dampak cukup signifikan terhadap pertumbuhan performa berbagai sektor bisnis, termasuk sektor properti.
Sektor perkantoran merupakan salah satu benchmark utama dalam menilai performa properti komersial. Kinerja sektor ini tidak hanya mencerminkan dinamika pasar properti, tetapi juga menjadi indikator arus investasi, ekspansi dunia usaha, serta penciptaan lapangan kerja. Belum termasuk multiplier effect yang dihasilkan dan berkontribusi dalam mendorong berbagai sektor turunan.
Transaksi sewa ruang kantor di paruh pertama tahun ini tidak hanya terjadi dari tenant lama, tetapi juga tenant baru yang datang, baik dari lokal maupun global tenant. Sementara itu, tenant Pemerintah cukup mendominasi serapan ruang kantor di CBD Jakarta saaat ini.
Baca Juga: Kepedulian ESG Meningkat, Pasar Gedung Perkantoran Hijau Tumbuh Stabil di CBD Jakarta
Saat ini, tren relokasi terlihat lebih intensif di pasar properti perkantoran, hal ini terjadi karena flight to quality terus menjadi pertimbangan utama bagi para occupier. Gedung kantor dengan kualitas dan akses premium, dengan berbagai fleksibilitas yang ditawarkan landlord menjadi salah satu obyek yang diburu oleh occupier.
Green Office, tetap dengan daya tawarnya yang tinggi, memberikan warna tersendiri terhadap persaingan pasar properti perkantoran di CBD Jakarta. Tercatat, stok green office dengan komposisi 37% dari total stok perkantoran CBD, mampu menjadi magnet bagi 41% tenant baru CBD yang mengisi green office saat ini.
Data Knight Frank Indonesia menyebut dan menginformasikan pembaruan performa pasar perkantoran di CBD Jakarta; Pasokan ruang kantor di CBD Jakarta masih tetap di kisaran 7.326.495 m2 dan tingkat hunian terus menunjukan pemulihan, meski perlahan namun tercatat meningkat tipis menjadi 80%. Sedangkan rerata harga sewa perlahan terus menguat 3% (yoy), serta serapan ruang di sepanjang tahun 2025 mencapai 47.466 meter persegi.
Baca Juga: Simak Inspirasi untuk Ruangan Modern dari Blum Indonesia di ARCH:ID 2025
Sementara itu, Potential occupier datang dari sektor Government, Mining & Oil, IT, Logistic, and Energy related, dan Stok tetap dalam tiga tahun terakhir, diperkirakan akan mulai kembali bertambah pada tahun 2028.
Willson Kalip, Country Head dari Knight Frank Indonesia, mengungkapkan, ke depan, flexibility dan adaptasi terhadap kualitas green amenities menjadi faktor pembeda.
“Dengan pasokan yang masih akan tetap dalam 2 tahun kedepan maka tren pemulihan performa perkantoran CBD berpotensi berlanjut, tentu didukung stabilitas sosial dan ekonomi yang lebih kondusif,” ujarnya. (ZH-1).

