Al Imron, Deputy Chief Financial Officer (CFO) PT Cipta Harmoni Lestari.
INDONESIAHOUSING.ID— Rasa kekeluargaan dan kepedulian menjadi prioritas utama yang ditumbuhkan dan diberikan perusahaan kepada seluruh karyawan di PT Cipta Harmoni Lestari atau CHL Group termasuk di proyek The Sanctuary Collection, Sentul, Jawa Barat.
Teruji, di masa-masa sulit karena pandemi, tidak ada pemutusan hubungan kerja yang dilakukan meski bisnis properti cukup terimbas. Perusahaan juga memberi perhatian besar terhadap kesehatan seluruh karyawan dan keluarganya yang terkena virus Covid-19 hingga mereka sembuh.
Perusahaan, menurut Al Imron, Deputy Chief Financial Officer (CFO) PT Cipta Harmoni Lestari, bahkan sampai membentuk Crisis Management Centre (CMC) satuan tugas (satgas) khusus Covid-19. Jika ada informasi staf atau keluarganya sakit, langsung ditangani cepat dengan layanan kesehatan terbaik. Ada grup whatsapp khusus yang dibuat perusahaan untuk memudahkan koordinasi dan konsultasi dengan dokter langsung.
Baca Juga: The Sanctuary Collection Groundbreaking Club House Termewah di Sentul
“Vitamin, obat-obatan dan apapun yang dibutuhkan disediakan perusahaan,” ungkap Imron, demikian dia akrab disapa, saat ditemui Majalah Zona Realestat di Sentul, baru-baru ini.

Penghobi kopi tubruk itu merasa bersyukur, karena dirinya berada di perusahaan yang tepat. Sejak pertama kali bergabung di The Sanctuary Collection pada 2018, Imron memastikan visi, misi dan corporate culture CHL Group betul-betul dijaga dan ditegakkan.
Diungkapkan, CHL tidak hanya kuat di depan, tetapi di back office-nya pun kuat. Kekuatan tersebut dibentuk dari komitmen seluruh karyawan terhadap basic mentality yang harus dimiliki, yang di CHL tetapkan menjadi culture pillars yang terdiri dari capability, honesty dan loyalty.
“Apa yang kita ucapkan dan kita lakukan harus selaras. Itu culture-nya. Itu yang membuat kami kuat sejauh ini. Sumber daya manusia (SDM) adalah aset perusahaan,” tegas akuntan yang memiliki karir panjang di sejumlah perusahaan perkebunan besar nasional itu.
Pria lulusan Universitas Islam Malang itu menceritakan panjang lebar apa saja terobosan bisnis yang sudah dia lakukan di PT Cipta Harmoni Lestari terutama di The Sanctuary Collection. Berikut petikan wawancaranya:
Bisa ceritakan pengalaman Anda selama menangani proyek Sanctuary ini?
Harus diakui awalnya tidak gampang meyakinkan perbankan untuk ikut membiayai kredit konsumen di proyek Sanctuary di Sentul Selatan. Untuk meyakinkan bank, kami harus face to face menjelaskan bahwa seluruh aspek legalitas perusahaan dan sertifikat tanah sudah atas nama PT sendiri.

Awalnya bank yang mau kerjasama KPR itu hanya Bank OCBC dan BCA. Tetapi melihat komitmen kami, dimana setiap launching cukup sukses akhirnya perbankan banyak yang melirik. Bahkan tidak hanya KPR, bank juga menawarkan kredit modal kerja dan kredit investasi.
Mereka (bank) juga melihat konsumen kami premium semua. Jadi tambah tertarik mereka. Sejak itu trust mulai terbangun. Konsumen kami di Santuary sebanyak 70%-nya KPR, sisanya tunai bertahap dan cash keras. Yang jelas, kerja keras dan kesuksesan teman-teman marketing menjual sangat membantu dalam menumbuhkan kepercayaan banyak pihak termasuk perbankan.
Kepercayaan perbankan itu apakah berpengaruh ke proyek lain di CHL Group?
Sangat. Dengan mampu menjual banyak akhirnya bank tahu bagaimana track record kami, beberapa proyek baru dalam group besar CHL langsung membuat perjanjian perluasan kerjasama pembiayaan KPR karena bank sudah ada trust terhadap CHL group. Sekarang ini saja sudah ada 9 bank yang kerjasama dengan CHL group baik swasta maupun BUMN, yakni Bank OCBC NISP, BCA, Bank Mandiri, Bank BTN, Bank Permata, BSI, Bank BNI, Bank CIMB Niaga, Bank BRI, dan Bank CCB.
Perkembangan proyek Sanctuary juga cepat sekali dan terus berjalan?
Itu adalah bagian dari komitmen kami. Lihat saja perkembangannya sekarang jika dibandingkan dengan sejak awal launching. Kami komit pada konsumen dan bank, dan mitra kami semua. Saat ini kualitas konsumen yang apply kualitasnya juga makin baik. Bank juga senang sekali, karena target mereka ikut tercapai.
Pemerintah sekarang memiliki program diskon pajak pertambahan nilai dan juga promo down payment nol Persen. Sejauhmana pengaruhnya terhadap penjualan di proyek ini?
Untuk proyek Sanctuary memang efek diskon PPN belum terasa. Hal itu karena insentif tersebut banyak diperuntukkan buat rumah ready stock atau rumah yang diserahterimakan pada bulan September 2022. Tetapi untuk proyek-proyek kami yang lain terutama yang harganya di bawah Rp1 miliar tentu ada (dampaknya).
Baca Juga: Mazenta Residence at Bintaro, Hunian Premium Penuh Privasi Persembahan CHL
Demikian juga untuk DP nol persen tidak berpengaruh. Segmen pasar Sanctuary adalah premium, konsumen di sini kurang tertarik dengan promo uang muka. Justru ada budaya konsumen kami itu loyal ke bank tertentu, sehingga mereka keberatan kalau datanya diinfo ke banyak bank lain.
Prinsip kami, bantu konsumen mencari solusi atas kendala yang mereka hadapi misalnya jika dia punya kesulitan pembayaran, maka kami akan proaktif. Ini juga bagian dari komitmen kami untuk peduli dan membangun rasa seperti keluarga dengan semua konsumen. (Zal Hanif)


30 Comments